RASA SYUKUR KU
helaan nafas di senja ini
hanya tinggallah syukur serta puji
rahmat Ku panjatkatkan kemapada-MU
wahai tuhan penakhluk semesta
Ku tak tahu lagi harus berbuat apa dan bagaimana?
Namun rahman dan rohim-MU lah yang aku tunggu,
Ya,,, Allah,,, Ya Rasulallah...
hanya lafadz itulah yang bisa aku ucap
serta keyakinan akan selamat di hari esok
Ya,,, Allah... Ya Rosulallah...
hanya lafadz itulah yang ku yakini dalam setiap detakan jantung KU
Ya... Allah... Ya Rasulallah...
hanya lafadz itulah yang dapat Ku sanjungkan dengan sisa kontrak di Dunia ini
Semarang. 10 feb 2015
#semoga tobatku diterima By. Tapak Tulis
Friday, February 13, 2015
CINTA KU PADA-MU TUHAN
Kau tahu, cinta itu buta hingga akal tak mampu menjelma bahkan menjamah-Mu
Takkan mampu menjamah-Mu walau ku menyentuh langit-Mu
Mata mampu melihat sebagai indera namun tidak akan terbaca
Telinga mampu mendengar sebagai indera namun tidak akan bisa menyaring indahnya makna
Kulitku mampu meraba sentuhan romansamu namun tidak akan bisa menyentuh halus kasih-Mu
Cinta…
Bau wangimu harum laksana bunga di taman
Indahmu laksana gunung-gunung yang ku lihat dari singgasana
Hanya dengan rasa ini aku bisa menggengamnya
Hanya dengan rasa ini aku bisa merabanya
Karena cinta hanya ada dalam hati bukan ada dalam raga.
Semarang, 13 Feb 2015
By. Tapak Tulis
Kau tahu, cinta itu buta hingga akal tak mampu menjelma bahkan menjamah-Mu
Takkan mampu menjamah-Mu walau ku menyentuh langit-Mu
Mata mampu melihat sebagai indera namun tidak akan terbaca
Telinga mampu mendengar sebagai indera namun tidak akan bisa menyaring indahnya makna
Kulitku mampu meraba sentuhan romansamu namun tidak akan bisa menyentuh halus kasih-Mu
Cinta…
Bau wangimu harum laksana bunga di taman
Indahmu laksana gunung-gunung yang ku lihat dari singgasana
Hanya dengan rasa ini aku bisa menggengamnya
Hanya dengan rasa ini aku bisa merabanya
Karena cinta hanya ada dalam hati bukan ada dalam raga.
Semarang, 13 Feb 2015
By. Tapak Tulis
BUDAK RENTA
dingin
hujan rintik membasahi alam semesta
air bertebaran di jagad raya
panas
kobaran bara dalam bejana
terbungkus dalam emosi yang membara
semua terurai dalam rasa
terbunguskan oleh raga
oh,,, tuhan berikanlah kekuatan-Mu untuk menakhlukan itu semua.
ya qowwi yu ya koyum
13-02-2015
by. Tapak Tulis
dingin
hujan rintik membasahi alam semesta
air bertebaran di jagad raya
panas
kobaran bara dalam bejana
terbungkus dalam emosi yang membara
semua terurai dalam rasa
terbunguskan oleh raga
oh,,, tuhan berikanlah kekuatan-Mu untuk menakhlukan itu semua.
ya qowwi yu ya koyum
13-02-2015
by. Tapak Tulis
Wednesday, January 14, 2015
Take Home Examination LANDASAN KEPENDIDIKAN
Mata
Kuliah : Landasan Pendidikan
Program
Studi : S2 IPS
Semester : Gasal 2014/2015
Jumlah
SKS : 2 SKS
Dosen
Pembina : Prof. Dr. Suyahmo,
M.Si
Prof. Dr.
Masrukhi, M.Pd
Hari
dan Tanggal : Take Home Examination
Petunjuk
Pengerjaan
:
1.
Soal
ini merupakan ujian akhir semester, yang dikerjakan secara mandiri di rumah,
dalam waktu 3 hari.
2.
Jawaban
dikirim via email masrukhiunnes@gmail.com,
paling lambat hari rabu, tanggal 14
Januari 2015 jam 15.00 WIB.
3.
Jawaban
terlambat pengirimannya dinyatakan gugur.
Naskah Soal:
1.
Praksis
pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari regulasi yang mendasarinya,
kendatipun di sana sini terdapat
improvisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya.
a.
Bagaimana
menurut pendapat saudara mengenai kebijakan
pemerintah berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan ? (peningkatan
kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi).
Jawab
Menurut saya, kebijakan pemerintah
berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan yaitu mengenai peningkatan
kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi diharapkan dapat memberikan
dampak bagi perwujudan eksistensi manusia dan interaksinya sehingga dapat hidup
bersama dalam keragaman sosial dan budaya. Selain itu, upaya peningkatan kualitas, relevansi , pemerataan dan
efisiensi dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta daya saing bangsa.
Kualitas pendidikan juga dilihat dari meningkatnya penghayatan dan pengamalan
nilai-nilai humanisme yang meliputi keteguhan iman dan takwa serta berakhlak
mulia, etika, wawasan kebangsaan, kepribadian tangguh, ekspresi estetika, dan
kualitas jasmani. Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan diukur dari
pencapaian kecakapan akademik dan nonakademik yang lebih tinggi yang
memungkinkan lulusan dapat proaktif terhadap perubahan masyarakat dalam
berbagai bidang baik di tingkat lokal, nasional maupun global. Kebijakan
peningkatan kualitas pendidikan diarahkan pada pencapaian mutu pendidikan yang
semakin meningkat yang mengacu pada standar nasional pendidikan (SNP). SNP
meliputi berbagai komponen yang terkait dengan mutu pendidikan mencakup standar
isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Pemerintah mendorong dan
membimbing satuan-satuan dan program (studi) pendidikan untuk mencapai standar
yang diamanatkan oleh SNP. Standar-standar tersebut digunakan juga sebagai dasar
untuk melakukan penilaian terhadap kinerja satuan dan program pendidikan, mulai
dari PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah (Dikmen), PNF , sampai dengan
pendidikan tinggi (Dikti). Peningkatan mutu pendidikan semakin diarahkan pada
perluasan inovasi pembelajaran baik pada pendidikan formal maupun nonformal
dalam rangka mewujudkan proses yang efisien, menyenangkan dan mencerdaskan
sesuai tingkat usia, kematangan, serta tingkat perkembangan peserta didik.
b.
Mungkinkan
dalam praksis pendidikan di Indonesia diterapkan community based education secara utuh ?
Jawab
Menurut saya,
dalam praksis pendidikan di Indonesia dapat diterapkan community based education secara utuh apabila dilaksanakan sesuai
konsep community based education yaitu
dimana Pendidikan Berbasis Masyarakat
merupakan trilogy peran serta masyarakat, yaitu dari Masyarakat, oleh
Masyarakat dan untuk Masyarakat. Pendidikan dalam kebutuhan dasar masyarakat
dalam meningkatkan kualitas sumber daya insani yang dapat memberikan kontribusi
yang sangat besar dalam kehidupan. Pendidikan dari masyarakat diaktualisasikan
dalam bentuk perencanaan pendidikan yang matang dan disalurkan dalam wadah
komite
sekolah dengan dukungan unsur sekolah
sehingga adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan. Diperlukan kerjasama
yang sangat kompak antara pemerintah dan masyarakat dalam bentuk jobdeskription antara keduanya
yang diindikasikan dalam bentuk manajemen pendidikan yang
berbasis masyarakat. Kemudian pengurangan malproses
dan malproduk pendidikan diantaranya adalah ketidakseimbangan antara proses
yang dilakukan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat yang sangat diharapkan,
maka ketidaksesuaian ini harus segera diperbaiki dengan sama-sama duduk dan
duduk bersama dalam memikirkan konsep pendidikan ke depan. Dengan begitu
diharapkan pendidikan kita yang selama ini
masih belum membentuk seorang manusia yang multi talenta menjadi sesuatu yang
bermakna dengan meningkatkan pola pendidikan yang berbasis masyarakat.
2.
Kualitas
pendidikan akan selalu berkenaan
dengan pemenuhan harapan stakeholders, bersifat dinamis, serta mengutamakan proses dan produk.
a.
Berikan
analisis saudara mengenai kualitas
pendidikan di Indonesia, berikan contoh secara kongkritnya!
Jawab
Menurut saya, mengenai kualitas
pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang
berkaitan dengan kualitas pendidikan diantaranya adalah
keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta
kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di
Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi
untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan. Contohnya keterbatasan akses pendidikan di daerah menjadi pangkal
derasnya arus urbanisasi. Salah satunya di Jakarta jumlahnya sudah melebihi
kapasitas, Secara tidak langsung, masyarakat
Indonesia didorong untuk melakukan urbanisasi karena keterbatasan fasilitas di
daerah. Maka dari itu akses pendidikan harus dibuka
seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat dengan penyediaan fasilitas yang mendukung
program tersebut.
b.
Berikan
pula analisis saudara mengenai bagaimana sebaiknya upaya memperbaiki kualitas
pendidikan di Indonesia!
Jawab
Menurut saya, upaya memperbaiki kualitas
pendidikan di Indonesia secara garis besar ada dua upaya yang harus dilakukan
yaitu: Pertama, upaya sistemik, yakni dengan mengubah sistem-sistem sosial yang
berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat
berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia
sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme, yang
berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam
urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan. Kedua, upaya teknis, yakni yang
menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. misalnya
untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. Maka, upaya untuk
masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk
meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di
samping diberi peningkatan kesejahteraan, juga membiayai guru melanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk
meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya dengan
meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat
peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.
3.
Tujuan
pendidikan nasional seperti yang
tercantum di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, merupakan
acuan konstitusional praksis pendidikan.
a.
Berikan
analisis tujuan pendidikan nasional ditinjau dari filsafat pendidikan
(progressivisme, kostruksionisme, dan humanisme)!
Jawab
Terdapat tiga filsafat
pendidikan yang menjadi tujuan dasar pendidikan Indonesia, yaitu filsafat
progersivisme yaitu merupakan aliran pendidikan yang menginginkan kemajuan.
Aliran ini berpendapat bahwa pendidikan tidak bengantung pada masa lalu, tetapi
pada alam dan seluruh pengelaman hidup manusia. Kemudian filsafat
kontruksionisme merupakan aliran yang berpendapat bahwa pendidikan hendaknya
melakukan pembaruan kembali agar menjadi lebih baik dan lebih demokratis.
Filsafat pendidikan humanisme adalah pendidikan yang berpusat pada siswa yang
guru hanya sebagai pendamping atau fasiltator. Tujuan pendidikan nasional
seperti yang tercantum di dalam UU No.
20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yaitu berdasarkan pasal 3 bahwa “bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.” Dari tujuan pendidikan nasional tersebut Apabila
di analisis berdasarkan filsafat pendidikan (progressivisme, kostruksionisme,
dan humanism). bahwa tujuan pendidikan nasional menggabungkan ketiga filsafat
pendidikan tersebut. Dimana dalam proses mendidik, pendidik atau guru
diwajibkan dapat mengembangkan potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
b.
Sebagai
upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, menurut saudara filsafat pendidikan yang mana yang
ditonjolkan, berikan alasan!
Jawab
Sebagai
dasar tujuan pendidikan nasional, Indonesia lebih cenderung menonjolkan
filsafat pendidikan humanisme. Dalam teori belajar humanisme, belajar dianggap berhasil jika siswa memahami
lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha
agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya.
Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang
pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik
adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu
masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang
unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Hal
ini sejalan dengan UU sisdiknas Nomer 20 tahun 2003 pasal 3, jelas sekali bahwa
filsafat pendidikan humanisme lebih cenderung lebih menonjol dibandingkan
dengan filsafat pendidikan yang lain. Mengingat kembali bahwa tujuan dari
pendidikan manapun adalah berfokus pada peserta didik sebagai generasi muda
yang dibanggakan.
4.
Isu
lingkungan menjadi perhatian global dalam praksis pendidikan abad 21.
a.
Bagaimana
saudara menyikapi isu lingkungan dalam konteks pendidikan?
Hadirnya isu lingkungan dalam konteks
pendidikan dapat menimbulkan parsitipasi serta peran peserta didik terhadap
lingkungan. Setiap persoalan lingkungan merupakan persoalan yang bersifat
sistemik, kompleks, serta memiliki cakupan yang luas sehingga materi atau isu
yang diangat dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan sangat beagam. Hal
tersebut mengharuskan setiap komponen pendidikan menelaah setiap isu-isu lingungan
yang ada sehingga dapat disesuaikan dengan kapasitas peserta didik dan mata
pelajaran yang diampu. Namun pemilihan isu harus berdasarkan sisi positif
karena isu yang beragam dapat berupa isu negative dan menimbulkan
kesalahpahaman peserta didik.
Dengan demikian sikap pertama dalam
menyikapi setiap isu lingkungan dalam konteks pendidikan adalah dengan
menyadari permasalahan yang ada sehingga mampu melihat peluang dalam melakuan
tindakan sehingga tidak muncul kebingungan dalam menghadapi isu tersebut sikap
kedua adalah analisis masalah untuk mengidentifikasi akar penyebab munculnya
masalah. Dengan identifiasi tersebut, maka akan ditemukan solusi untuk
menyikapi keadaan. Sikap ketiga adalah mengembangkan strategi untuk mengoreksi
masalah yang ada sehingga dapat mencegah terjadinya permasalahan yang sama di
masa yang akan datang.
b.
Bagaimana
implementasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran?
Implementasi isu lingkungan dalam proses
pembelajaran dilakukan untuk pengembangan ranah afektif, kognitif, dan
psikomotor peserta didik. Isu tersebut dapat diimplementasikan di setiap proses
kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan materi pembelajaran dan metode
yang tepat. Isu tersebut dijadikan materi pokok yang harus dibahas oleh peserta
didik. Dengan demikian peserta didik dapat menyadari permasalahan, menganalisis
masalah dan mengembangkan strategi atau sikap agar permasalahan tersebut tidak
terjadi lagi dimasa yang akan datang. Kegiatan tersebut akan mendorong peserta
didik untuk memiliki kesadaran atau kepekaan terhadap lingkungan dan masalahnya,
memberi pengetahuan yang membantu setiap individu untuk memperoleh berbagai
pengalaman dan pemahaman dasar tentang lingkungan dan masalahnya, peserta didik
dapat bersikap untuk memperoleh seperangkat nilai dan kemampuan mendapatkan
pilihan yang tepat, keterampilan untuk memperoleh keterampilan dalam
mengidentifikasi dan memecahkan masalah lingkungan, partisipasi peserta didik
agar dapat memberikan motivasi kepada setiap individu untuk berperan serta
secara aktif dalam pemecahan masalah lingkungan, serta evaluasi agar dapat
mendorong setiap individu untuk memiliki kemampuan mengevaluasi pengetahuan
lingkungan ditinjau dari segi ekologi, sosial, ekonomi, politik, dan
faktor-faktor pendidikan.
++++++++++++
tugas mata kuliah Landasan Kependidikan
1.
Apa Prinsip Dasar
Pembelajaran Konstruktivisme?
Belajar merupakan proses konstruksi pengetahuan melalui
keterlibatan fisik dan mental peserta didik secar aktif, dan juga merupakan
proses asimilasi dan menghubungkan bahan yang dipelajari dengan
pengalaman-pengalaman yang dimiliki seseorang sehingga pengetahuannya mengenai
objek tertentu menjadi lebih kokoh. Semua
peserta didik benar-benar
mengkonstruksikan pengetahuan untuk dirinya sendiri, dan bukan pengetahuan yang
datang dari pendidik “diserap” oleh
murid.
2.
Sebutkan ciri-ciri konstruktivisme dalam pembelajaran
menurut Jean Piaget?
ciri-ciri konstruktivisme dalam pembelajaran yaitu
a)
Siswa aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman
yang sudah ada.
b)
Siswa membina sendiri pengetahuan
c)
Proses pembinaan pengetahuan pada siswa melalui proses
saling mempengaruhi antara pembelajaran yang terdahulu dengan pembelajaran yang
terbaru
d)
Membandingkan informasi baru dengan pemahaman yang
sudah ada
e)
Ketidak-seimbangan merupakan faktor motivasi
pembelajaran yang utama
f)
Bahan pengajaran dikaitkan dengan pengalaman siswa untuk
menarik minat belajarnya.
3.
Bagaimana Penerapan pendidikan
dengan pola konstruktivisme diwujudkan dengan mengajak siswa secara aktif dalam
membangun konsep-konsep kognitif?
Penerapan pendidikan dengan pola konstruktivisme diwujudkan dengan
mengajak siswa secara aktif membangun konsep-konsep kognitif. Guru tidak
sekedar memberi, namun siswa mencari secara aktif, dan mengembangkannya. Satu
contoh misalnya dalam pembelajaran sain. Siswa terlebih dahulu diajak untuk
mengamati fenomena-fenomena alam yang ada seperti pelangi, banjir, merebaknya
hama tanaman tertentu. Melalui fenomena yang ada, guru mengarahkan siswa untuk
mencari penyebabnya. Siswa menemukan sendiri penyebab terjadinya pelangi,
banjir ataukah hama. Pengetahuan tidak berhenti sampai di sini, pengetahuan
siswa tentang penyebab terjadinya banjir, digunakan siswa untuk mencari solusi
pencegahan banjir yang banyak terjadi. Penerapan solusi pencegahan banjir,
memerlukan pengetahuan-pengetahuan yang baru, disinilah terlihat dinamikan
pengetahuan. Pengetahuan semakin berkembang pada diri siswa, dan dicari sendiri
secara aktif oleh siswa. Pengetahuan baru ini juga menciptakan perbaikan,
banjir berkurang. Dan pengetahuan baru jelas merupakan tindakan bermakna, sebab
memberikan manfaat pada perbaikan lingkungan.
4.
Apa pengaruh konstruktivisme terhadap peserta
didik?
Kegiatan belajar adalah kegiatan aktif peserta didik
untuk menemukan sesuatu dan membangun sendiri pengetahuannya, bukan proses
mekanik untuk mengumpulkan fakta. Peserta didik bertanggungjawab atas hasil
belajarnya. Ia membuat penalaran atas apa yang telah dipelajarinya dengan cara
mencari makna, membandingkannya dengan apa yang telah diketahuinya, serta
menyelesaikan ketidaksamaan antara yang telah diketahui dengan apa yang
diperlukan dalam pengalaman baru. Belajar merupakan pengembangan pemikiran
dengan membuat kerangka pengertian yang
berbeda. Belajar yang bermakna terjadi melalui refleksi, pemecahan konflik,
dialog, penelitian, pengujian hipotesis, pengambilan keputusan, dll., dan dalam
prosesnya tingkat pemikiran selalu diperbaharui sehingga menjadi semakin
lengkap.
5.
Bagaimana pengaruh konstruktivisme terhadap strategi pembelajaran?
Tugas pendidik
ialah membantu peserta didik agar mampu mengkonstruksi pengetahuannya sesuai
dengan situasinya yang konkret. Selain penguasaan yang luas dan mendalam,
seorang pendidik dituntut untuk menguasai beragam strategi pembelajaran
sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi peserta didik. Hal ini
disebabkan karena tidak ada satu strategi pembelajaran yang cocok untuk semua
situasi, waktu, dan tempat. Strategi yang disusun pendidik hanyalah suatu alternatif, bukan menu yang
sudah jadi. Pembelajaran adalah suatu seni yang menuntut bukan hanya penguasaan
teknik, melainkan juga intuisi dari setiap pendidik.
6.
Apa yang dimaksud dengan Humanisme? Jelaskan!
Humanisme adalah istilah umum untuk berbagai
jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar umum dalam
masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Humanisme telah
menjadi sejenis doktrin beretika yang cakupannya diperluas hingga mencapai
seluruh etnisitas manusia, berlawanan dengan sistem-sistem beretika tradisonal
yang hanya berlaku bagi kelompok-kelompok etnis tertentu.
7.
Bagaimana
kedudukan menusia dalam filsafat humanistik dan ilmu-ilmu
sosial humanistik?
Humanistik ditinjau dari segi historinya
ialah berasal dari suatu gerakan intelektual dan kesusastraan yang pertama kali
muncul di Italia pada paruh kedua abad ke-14 masehi. Pergerakan ini merupakan
motor penggerak kebudayaan modern, khususnya di Eropa. Sedangkan jika ditinjau
dari segi filsafat, humanistik adalah faham atau aliran yang menjunjung tinggi
nilai dan martabat manusia, sehingga manusia menduduki posisi yang sangat
sentral dan penting, baik dalam perenungan teoritis-filsafati maupun dalam
praktis hidup sehari-hari. Maka dalam faham filsafat ini mengatakan bahwa
segala sesuatu ukuran penilaian dan referensi akhir dari semua kejadian
manusiawi dikembalikan kepada manusia itu sendiri, bukan pada kekuatan-kekuatan
diluar manusia (misalnya, kekuatan Tuhan atau alam). Humanisme sebagai suatu
gerakan intelektual dan kesusastraan pada prinsipnya merupakan aspek dasar dari
gerakan Renaisanse (abad ke 14-16 M.) tujuan gerakan humanisme adalah
melepaskan diri dari belenggu kekuasaan Gereja dan membebaskan akal budi dari
kungkungannya yang mengikat. Maka dalam batasan-batasan tertentu, segala bentuk
kekuatan dari luar yang membelenggu kebebasan manusia harus segera dipatahkan. Kebebasan
merupakan tema terpenting dari humanisme, tetapi bukan kebebasan yang absolut,
atau kebebasan yang hanya sebagai antitesis dari diterminisme abad pertengahan
yang dilakukan oleh orang-orang Gereja pada waktu itu, tapi bukan berarti
Humanisme pada waktu itu menentang tentang adanya kekuasaan Tuhan. Namun,
mereka percaya bahwa di balik kekuasaan Tuhan, masih banyak peluang bagi
manusia untuk menentukan jalan hidupnya, mengembangkan potensi dan memilih masa
depannya sendiri, tanpa terbelenggu oleh kodrat atau ketakutan terhadap murka
Tuhan. Mereka berpedoman bahwa, kebebasan manusia itu ada, dan perlu
dipertahankan dan di expresikan.
8. Bagaimana
aplikasi
teori humanisme dalam kegiatan pembelajaran?
Aplikasi teori humanisme lebih menonjolkan
kebebasan setiap individu siswa/i memahami materi pembelajaran untuk memperoleh
informasi/pengetahuan baru dengan caranya sendiri, selama proses
pembelajaran.dalam teori ini peserta didik berperan sebagai subjek didik, peran
guru dalam pembelajaran humanisme adalah fasilitator.
Peserta Didik Dalam pembelajaran yang
humanis ditempatkan sebagai pusat (central) dalam aktifitas belajar. Peserta
didik menjadi pelaku dalam memaknai pengalaman belajarnya sendiri. Dengan
demikian , peserta didik diharapkan mampu menemukan potensinya dan
mengembangkan potensi tersebut secara memaksimal. Peserta didik bebas
berekspresi cara-cara belajarnya sendiri. Peserta didik menjadi aktif dan tidak
sekedar menerima informasi yang disampaikan oleh guru.
9.
Bagaimana Peran guru dalam
pembelajaran humanism?
Peran guru dalam pembelajaran humanisme adalah menjadi
fasilitator bagi para peserta didiknya dengan cara memberikan motivasi dan
memfasilitasi pengalaman belajar, dengan , menerapkan strategi pembelajaran
yang membuat peserta didik aktif, serta menyampaikan materinya pembelajaran yang
sistematis
10. Apa yang dimaksud dengan filsafat pendidikan progresivisme?
Progresivisme
merupakan aliran filsafat yang lahir di Amerika Serikat pada tahun 1918. John
S. Brubaeher mengatakan bahwa filsafat progresivisme bermuara pada aliran
filsafat pragmatisme yang diperkenalkan oleh William James dan John Dewey.
Progresivisme secara bahasa dapat diartikan sebagai aliran
yang menginginkan kemajuan-kemajuan secara cepat. Aliran ini berpendapat bahwa
pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang.
Aliran ini juga beranggapan bahwa kemampuan intelegensi manusia sebagai alat
untuk hidup, kesejahteraan, dan mengembangkan kepribadian manusia.
11. Sebutkan
ciri-ciri filsafat progresivisme?
ciri-ciri
filsafat progresivisme adalah:
a.
Progresivisme berakar pada pragmatisme. Artinya
filasafat progresivisme dipengaruhi ole hide-ide dasar filsafat pragmatisme
dimana telah memberikan konsep dasar dengan azas yang utama, yaitu manusia
untuk terus mempertahankan hidupnya terhadap semua tantangan, dan pragmatis
memandang sesuatu dari segi manfaatnya.
b.
Sarana pendidikan adalah untuk meningkatkan kecerdasan
praktis (kompetensi) dalam rangka efektivitas pemecahan masalah yang disajikan
melalui pengalaman.
c. Nilai
bersifat relatif, terutama nilai duniawi, menjelajah aktif, evolusioner, dan
konsekuensi perilaku.
12. Sebutkan
apa saja peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran humanism?
Peran guru sebagai fasilitator yaitu
sebagai berikut:
a)
Memberi perhatian pada penciptaan suasana awal
pembelajaran,
b)
Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan sehingga
meningkatkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan cara menerapakan
metode pembalajaran yang bervariasi,
c)
Mengatur peserta didik agar bisa berkomunikasi secara
langsung secara aktif dengan antar teman selama proses pembelajaran,
d)
Mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk
belajar yang palin luas dan mudah dimanfaatkan para peserta didik untuk
membantu mencapai tujuan mereka,
e)
Menempatkan diri sebagai suatu sumber yang fleksibel
untuk dapat dimanfaatkan peserta didik baik secara individu maupun kelompok
(guru dijadikan tempat untuk bertanya peserta didik tanpa peserta didik merasa
takut),
f)
Menanggapi dengan baik ungkapan-ungkapan didalam
kelompok kelas dan menerima baik isi yang bersifat intelektual (tidak penuh
dengan kritikan sehingga memotifasi peserta didik untuk mengekspresikan diri),
g)
Bersikap hangat dan berusaha memahami perasaan peserta
didik ( berempati) dan meluruskan dianggap kurang relevan dengan cara yang
santun,
h)
Dalam pembelajaran secara kelompok , dia mengambil
prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok dan mencoba mengungkapkan perasaan
serta pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi
sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh
peserta didik,
i)
Sebagai seorang manusia yang tidak selalu sempurna ,
guru mau mengenali, mengakui dan menerima keterbatasan-keterbatasan diri dengan
cara mau dan senang hati menerima pandangan yang lebih baik dari peserta didik.
13. Bagaimana
penerapan filsafat progresivisme dalam
pendidikan?
filsafat progresivisme merupakan aliran
filsafat yang menuntut untuk selalu maju, aktif, inovatif, dan dinamis. Dengan
pengalamannya, siswa akan mampu menghadapi dunia. Kaum progresif menekankan
pada “bagaimana berpikir”, bukan “apa yang dipikirkan”. Tujuan pendidikannya
adalah memberikan keterampilan dan cara untuk memecahkan masalah (problem
solving) yang bermanfaat untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berada dalam
proses perubahan secara terus-menerus. Progresivisme merupakan landasan bagi
pengembangan belajar peserta didik aktif. Aliran ini menganggap pendidikan
harus terpusat pada anak didik, bukannya pada guru. Disini anak diberi
kebebasan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang ada dalam dirinya, sehingga
anak memiliki kualitas dan terus maju sebagai generasi yang siap menghadapi
masa depan. Filsafat progresivisme tidak menyetujui pendidikan yang mengekang
anak didik, yaitu pendidikan yang memaksa siswa menerima apapun yang dikatakan
oleh gurunya, tanpa diberi kebebasan sama sekali untuk bersikap dan berbuat.
Pendidikan seperti itu hanya membuat daya kreasi anak didik tidak berkembang.
14. Menurut
aliran progresivisme kurikulum merupakan salah satu penunjang dalam pendidikan.
Jadi kurikulum seperti apakah yang di ajukan oleh progresivisme?
Kurikulum yang digunakan adalah sejenis
kurikulum yang program pengajarannya dapat mempengaruhi anak belajar secara
edukatif baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan luar sekolah. Aliran
progresivisme juga menghendaki kurikulum yang fleksibel dan terbuka. Jadi
kurikulum itu bisa diubah dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Kurikulum
dipusatkan pada pengalaman. Disini anak didik dituntut untuk dapat memfungsikan
akal dan kecerdasannya dengan dihadapkan pada materi-materi pelajaran yang
menantang siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Siswa juga
dituntut untuk dapat berpikir ilmiah seperti menganalisa, membuat hipotesa, dan
menyimpulkannya. Penekanannya terletak pada kemampuan intelektualnya.
15. Sebutkan,
apa kelebihan dan Kekurangan filsafat pendidikan
progresivisme?
Kelebihan filsafat pendidikan
progresivisme
a.
Siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan bakat dan
kemampuannya.
b.
Siswa diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya.
c.
Siswa belajar untuk mencari tahu sendiri jawaban dari
masalah atau pertanyaan yang timbul di awal pembelajaran. Dengan mendapatkan
sendiri jawaban itu, siswa pasti akan lebih mengingat materi yang sedang
dipelajari.
d.
Membentuk output yang dihasilkan dari pendidikan di
sekolah memilki keahlian dan kecakapan yang langsung dapat diterapkan di
masyarakat luas.
Kekurangan Filsafat Pendidikan
Progresivisme
a.
Mengabaikan kurikulum yang telah ditentukan, yang
menjadi tradisi sekolah.
b.
Mengurangi bimbingan dan pengaruh guru. Siswa memilih
aktivitas sendiri.
c.
Siswa menjadi orang yang mementingkan diri sendiri, ia
menjadi manusia yang tidak memiliki self discipline, dan tidak mau berkorban
demi kepentingan umum.
16. Apa
konsep dasar teori belajar
kognitif?
pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas
mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi
aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk
pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat
relatif dan berbekas.
Menuru
teori belajar kognitif pada dasarnya setiap orang dalam bertingkah laku dan
mengerjakan segala sesuatu senantiasa dipengaruhi oleh tingkat-tingkat
perkembangan dan pemahamannya atas dirinya sendiri. Setiap orang memiliki
kepercayaan, ide-ide dan prinsip yang dipilih untuk kepentingan dirinya.
17. Bagaimana ciri khas dari belajar kognitif? Jelaskan!
Belajar kognitif ciri khasnya terletak
dalam belajar memperoleh dan mempergunakan bentuk-bentuk reppresentatif yang
mewakili obyek-obyek itu di representasikan atau di hadirkan dalam diri
seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang, yang semuanya merupakan
sesuatu yang bersifat mental, misalnya seseorang menceritakan pengalamannya
selama mengadakan perjalanan keluar negeri, setelah kembali kenegerinya
sendiri. Tampat-tempat yang dikunjuginya selama berada di lain negara tidak
dapat diabawa pulang, orangnya sendiri juga tidak hadir di tempat-tempat itu.
Pada waktu itu sedang bercerita, tetapi semulanya tanggapan-tanggapan, gagasan
dan tanggapan itu di tuangkan dalam kata-kata yang disampaikan kepada orang
yang mendengarkan ceritanya.
18. Menurut
teori belajar kognitif, belajar merupakan proses-proses internal yang tidak dapat
diamati secara langsung. Jadi apa tujuan teori belajar kognitif? Sebutkan!
Tujuan belajar kognitif adalah:
a.
Membentuk hubungan yang teruji, teramalkan dari tingkah
laku orang-orang pada ruang kehidupan mereka sendiri secara spesifik sesuai
dengan situasi psikologisnya.
b.
Membantu guru untuk memahami orang lain, terutama
muridnya, dan membantu dirinya sendiri
c.
Mengkonstruksi prinsip-prinsip ilmiah yang dapat
diterapkan dalam kelas dan untuk menghasilkan prosedur yang memungkinkan
belajar menjadi produktif.
d.
Teori belajar kognitif menjelaskan bagaimana seseorang
mencapai pemahaman atas diri dan lingkungannya lalu menafsirkan bahwa diri dan
lingkungannya merupakan faktor yang saling berkaitan.
19. Apa
Prinsip-prinsip dasar teori belajar kognitif? Sebutkan!
Prinsip-prinsip
dasar teori belajar kognitif dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.
Belajar merupakan peristiwa mental yang berhubungan
dengan berpikir, perhatian, persepsi, pemecahan masalah, dan kesadaran
b.
Sehubungan dengan pembelajaran, teori belajar perilaku
dan kognitif pada akhirnya sepakat bahwa guru harus memperhatikan perilaku
siswa yang tampak, seperti penyelesaian tugas rumah, hasil tes, disamping itu
juga harus memperhatikan faktor manusia dan lingkungan psikologisnya.
c.
Ahli kognitif percaya bahwa kemampuan berpikir setiap
orang tidak sama dan tidak tetap dari waktu ke waktu.
20. Bagaimana
pandangan teori kognitivisme terhadap
belajar mengajar dan pembelajaran?
Pandangan teori kognitivisme
terhadap belajar mengajar dan pembelajaran yaitu bahwa Teori kognitif
adalah teori yang umumnya dikaitkan dengan proses belajar. Kognisi adalah
kemampuan psikis atau mental manusia yang berupa mengamati, melihat, menyangka,
memperhatikan,menduga dan menilai. Dengan kata lain, kognisi menunjuk pada
konsep tentang pengenalan. Teori kognitif menyatakan bahwa proses belajar
terjadi karena ada variabel penghalang pada aspek-aspek kognisi seseorang.
Teori belajar kognitiv lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil
belajar itu sendiri. Belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus
dan respon, lebih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat
kompleks. Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Perubahan persepsi
dan pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati.
Untuk menyesuaikan teori belajar kognitif ini dengan kompleksitas proses dan
sistem pembelajaran sekarang maka harus benar-benar diperhatikan antara
karakter masing-masing teori dan kemudian disesuakan dengan tingkatan
pendidikan maupun karakteristik peserta didiknya.
21. Apa
konsep dasar dari
teori belajar behaviorisme? jelaskan!
Behaviorisme
adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan
oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat
diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi
yang diinginkan. Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau
mengurangi tindakan tidak benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang
diinginkan. Pendidikan behaviorisme merupakan kunci dalam mengembangkan
keterampilan dasar dan dasar-dasar pemahaman dalam semua bidang subjek dan
manajemen kelas. Ada ahli yang menyebutkan bahwa teori belajar behavioristik
adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara
konkret.
22. Apa
Ciri dari teori behavioristik?
Ciri dari teori
behavioristik adalah mengutamakan unsur-unsur dan
bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan
pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan
mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang
diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yang menganut
pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap
lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar.
23. Sebutkan
prinsip-prinsip dalam pendekatan behaviorisme?
Adapun
beberapa prinsip dalam pendekatan behaviorisme, yakni sebagai berikut:
a.
Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan;
Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien.
Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien.
b.
Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang
tidak diinginkan;
c.
Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan
mengakibatkan terham-batnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan;
d.
Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui
pemberian contoh atau model (film, tape recorder, atau contoh nyata langsung);
e.
Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap
tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak.
24. Apa
Pengaruh Teori Behaviorisme dalam Pembelajaran?
Pengaruh Teori Behaviorisme dalam Pembelajaran
Pengaruh teori ini dalam pembelajaran, bahwa
kegiatan belajar ditekankan sebagai aktivitas yang menuntut siswa untuk
mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Penyajian materi
pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pembelajaran dan
evaluasi menekankan pada hasil, dan evaluasi menuntut satu jawaban benar.
Jawaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas
belajarnya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori
behavioristik adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu:
a.
Mementingkan pengaruh lingkungan;
b.
Mementingkan bagian-bagian;
c.
Mementingkan peranan reaksi;
d.
Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar
melalui prosedur stimulus respon;
e.
Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk
sebelumnya;
f.
Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan
pengulangan;
g.
Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku
yang diinginkan.
25. Bagaimana Aplikasi Teori Behavioristik dalam
Pembelajaran?
Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari
beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran,
karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.
Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang
bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan
telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan,
sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke
orang yang belajar atau pebelajar. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk
menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat
dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir
seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut.
Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan
yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang
harus dipahami oleh murid.
26. Apa yang dimaksud dengan teori belajar
humanistik?
Teori belajar ini berusaha
memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut
pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu peserta didik
untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk
mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam
mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Jadi, teori belajar humanistik adalah
suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan
manusia serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya.
27. Ada
beberapa prinsip dari teori belajar humanistik? Sebutkan!
Prinsip- prinsip Teori
belajar Humanistik:
a.
Manusia
mempunyai belajar alami
b. Belajar signifikan terjadi apabila materi
plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu
c. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam
persepsi mengenai dirinya.
d. Tugas belajar yang mengancam diri ialah
lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil
e. Bila bancaman itu rendah terdapat
pangalaman peserta didik dalam memperoleh cara.
f. Belajar yang bermakna diperolaeh jika
peserta didik melakukannya
g. Belajar lancer jika peserta didik
dilibatkan dalam proses belajar
h. Belajar yang melibatkan peserta didik
seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
i.
Kepercayaan
pada diri pada peserta didik ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
j.
Belajar
sosial adalah belajar mengenai proses belajar.
28. Bagaimana
Aplikasi teori humanisme dalam
pembelajaran?
Aplikasi teori humanisme dalam pembelajaran,
guru lebih mengarahkan siswa untuk berpikir induktif, mementingkan pengalaman,
serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar. Hal ini
diterapkan melalui kegiatan diskusi, membahas materi secara berkelompok.
Pembelajaran berdasarkan teori humanisme ini cocok untuk diterapkan pada
materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani,
perubahan sikap dan analisis terhadap fenomena sosial.
29. Bagaimana
Implikasi
Teori Belajar Humanistik
Penerapan teori humanistik lebih menunjuk
pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode
yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi
fasilitator bagi para peserta didik sedangkan guru memberikan motivasi,
kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan peserta didik. Guru
memfasilitasi pengalaman belajar kepada peserta didik dan mendampingi peserta
didik untuk memperoleh tujuan pembelajaran.
Peserta didik berperan sebagai pelaku
utama (stundent center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya
sendiri. Diharapkan peserta didik memahami potensi diri, mengembangkan potensi
dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif.
30. Bagaimana
Peran guru dalam proses pembelajaran
humanisme?
Peran guru dalam proses pembelajaran humanisme adalah
menjadi fasilitor bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi, kesadaran
mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman
belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan
pembelajaran. Siswa berperan sebagai pelaku utama ( student center ) yang memaknai proses
pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa mampu memahami potensi diri,
mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang
bersifat negatif.
31. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran
konstruktivistik?
Pembelajaran konstruktivistik adalah pembelajaran yang lebih menekankan
pada proses dan kebebasan dalam menggali pengetahuan serta upaya dalam
mengkonstruksi pengalaman. Dalam proses belajarnya pun, memberi kesempatan
kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri, untuk
berfikir tentang pengalamannya sehingga siswa menjadi lebih kreatif dan
imajinatif serta dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
32. Bagaimana proses belajar konstruktivistik?
Secara konseptual,
proses belajar jika dipandang dari pendekatan kognitif, bukan sebagai perolehan
informasi yang berlangsung satu arah dari luar ke dalam diri siswa, melainkan
sebagai pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya melalui prosesnya
asimilasi dan akomodasi yang bermuara pada pemutahkiran struktur kognitifnya.
Kegiatan belajar lebih dipandang dari segi prosesnya dari pada segi perolehan
pangetahuan dari fakta-fakta yang terlepas-lepas. Pemberian makna terhadap
objek dan pengalaman oleh individu tersebut tidak dilakukan secara
sendiri-sendiri oleh siswa, melainkan melalui interaksi dalam jaringan sosial,
yang unik yang terbentuk baik dalam budaya kelas maupun di luar kelas. Oleh sebab
itu pengelolaan siswa dalam memperolah gagasannya, bukan semata-mata pada
pengelolaan siswa dan lingkungan belajarnya bahkan pada unjuk kerja atau
prestasi belajarnya yang dikaitkan dengan sistem penghargaan dari luar seperti
nilai, ijasah, dan sebagainya.
33. Bagaimana Peran Siswa saat pembelajaran menurut pandangan teori belajar
konstruktivistik?
Menurut pandangan
kontruktivistik, belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan.
Pembentukan ini harus dilakukan oleh si belajar. Ia harus aktif melakukan
kegiatan, aktif berpikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal
yang sedang dipelajari. Guru memang dapat dan harus mengambil prakarsa untuk
menata lingkungan yang memberi peluang optimal bagian terjadinya belajar. Namun
yang akhirnya paling menentukan terwujudnya gejala belajar adalah niat belajar
siswa sendiri. Dengan istilah lain, dapat dikatakan bahwa hakekatnya kendala
belajar sepenuhnya ada pada siswa. Paradigma konstruktivistik memandang siswa
sebagai pribadi yang sudah memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu.
Kemampuan awal tersebut akan menjadi dasar dalam mengkonstruksi pengetahuan
yang baru. Oleh karena itu meskipun kemamuan awal tersebut masih sangat
sederhana atau tidak sesuai dengan pendapat guru, sebaiknya diterima dan
dijadikan dasar pembelajaran dan pembimbingan.
34. Sebutan Karakteristik perspektif konstruktivistik dalam pembelajaran?
Beberapa karakteristik
yang merupakan prinsip dasar prespektif kontruktivistik dalam pembelajaran
adalah sebagai berikut :
a. Mengembangkan
strategi alternatif untuk memperoleh dan menganalisis informasi.
b. Dimungkinkannya
prespektif jamak dalam proses belajar.
c. Peran
siswa utama dalam proses belajar, baik dalam mengatur atau mengendalikan proses
berfikirnya sendiri maupun ketika berinteraksi dengan lingkungannya.
d. Peran
pendidik atau guru lebih sebagai tutor, fasilitator, dan mentor untuk mendukung
kelancaran dan keberhasilan proses belajar siswa.
e. Pentingnya
kegiatan belajar dan evaluasi belajar yang otentik.
35. Sebutan kelebihan dan kelemahan teori konstruktivistik?
Kelebihan teori konstruktivistik yaitu:
a.
Berfikir : Dalam proses membina pengetahuan
baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menjana idea dan membuat
keputusan.
b.
Faham : Oleh ksrana murid terlibat secara
langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih faham dan boleh
mengapliksikannya dalam semua situasi.
c.
Ingat : Oleh karana murid terlibat secara
langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Yakin Murid
melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Justru mereka lebih
yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
d.
Kemahiran sosial : Kemahiran sosial
diperolehi apabila berinteraksi dengan rakan dan guru dalam membina pengetahuan
baru.
e.
Seronok : Oleh kerana mereka terlibat secara
terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sihat, maka mereka
akan berasa seronok belajar dalam membina pengetahuan baru.
Kelemahan teori konstruktivistik
yaitu:
Dalam
bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses
belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik sepertinya kurang begitu
mendukung.
Subscribe to:
Comments (Atom)