cinta INDONESIA: Take Home Examination LANDASAN KEPENDIDIKAN http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/tail2.gif

Berbincang-bincang tentang kehidupan dari manusia hingga tuhan

Wednesday, January 14, 2015

Take Home Examination LANDASAN KEPENDIDIKAN




 




Mata Kuliah                            :  Landasan Pendidikan
Program Studi                         :  S2 IPS
Semester                                  :  Gasal  2014/2015
Jumlah SKS                            :  2 SKS
Dosen Pembina                                   :  Prof. Dr. Suyahmo, M.Si
   Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd
Hari dan Tanggal                    : Take Home Examination

Petunjuk Pengerjaan :

1.      Soal ini merupakan ujian akhir semester, yang dikerjakan secara mandiri di rumah, dalam waktu 3 hari.
2.      Jawaban dikirim via email masrukhiunnes@gmail.com, paling lambat hari rabu, tanggal 14  Januari 2015 jam 15.00 WIB.
3.      Jawaban terlambat pengirimannya dinyatakan gugur.

Naskah Soal:

1.      Praksis pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari regulasi yang mendasarinya, kendatipun di sana sini terdapat  improvisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya.
a.    Bagaimana menurut pendapat saudara mengenai kebijakan  pemerintah berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan ? (peningkatan kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi).
Jawab
Menurut saya, kebijakan pemerintah berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan yaitu mengenai peningkatan kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi diharapkan dapat memberikan dampak bagi perwujudan eksistensi manusia dan interaksinya sehingga dapat hidup bersama dalam keragaman sosial dan budaya. Selain itu, upaya peningkatan  kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta daya saing bangsa. Kualitas pendidikan juga dilihat dari meningkatnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai humanisme yang meliputi keteguhan iman dan takwa serta berakhlak mulia, etika, wawasan kebangsaan, kepribadian tangguh, ekspresi estetika, dan kualitas jasmani. Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan diukur dari pencapaian kecakapan akademik dan nonakademik yang lebih tinggi yang memungkinkan lulusan dapat proaktif terhadap perubahan masyarakat dalam berbagai bidang baik di tingkat lokal, nasional maupun global. Kebijakan peningkatan kualitas pendidikan diarahkan pada pencapaian mutu pendidikan yang semakin meningkat yang mengacu pada standar nasional pendidikan (SNP). SNP meliputi berbagai komponen yang terkait dengan mutu pendidikan mencakup standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Pemerintah mendorong dan membimbing satuan-satuan dan program (studi) pendidikan untuk mencapai standar yang diamanatkan oleh SNP. Standar-standar tersebut digunakan juga sebagai dasar untuk melakukan penilaian terhadap kinerja satuan dan program pendidikan, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah (Dikmen), PNF , sampai dengan pendidikan tinggi (Dikti). Peningkatan mutu pendidikan semakin diarahkan pada perluasan inovasi pembelajaran baik pada pendidikan formal maupun nonformal dalam rangka mewujudkan proses yang efisien, menyenangkan dan mencerdaskan sesuai tingkat usia, kematangan, serta tingkat perkembangan peserta didik.
b.    Mungkinkan dalam praksis pendidikan di Indonesia diterapkan community based education secara utuh ?
Jawab
Menurut saya, dalam praksis pendidikan di Indonesia dapat diterapkan community based education secara utuh apabila dilaksanakan sesuai konsep community based education yaitu dimana Pendidikan Berbasis Masyarakat merupakan trilogy peran serta masyarakat, yaitu dari Masyarakat, oleh Masyarakat dan untuk Masyarakat. Pendidikan dalam kebutuhan dasar masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya insani yang dapat memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kehidupan. Pendidikan dari masyarakat diaktualisasikan dalam bentuk perencanaan pendidikan yang matang dan disalurkan dalam wadah komite sekolah dengan dukungan unsur sekolah sehingga adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan. Diperlukan kerjasama yang sangat kompak antara pemerintah dan masyarakat dalam bentuk jobdeskription antara keduanya yang diindikasikan dalam bentuk manajemen pendidikan yang berbasis masyarakat. Kemudian pengurangan malproses dan malproduk pendidikan diantaranya adalah ketidakseimbangan antara proses yang dilakukan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat yang sangat diharapkan, maka ketidaksesuaian ini harus segera diperbaiki dengan sama-sama duduk dan duduk bersama dalam memikirkan konsep pendidikan ke depan. Dengan begitu diharapkan pendidikan kita yang selama ini masih belum membentuk seorang manusia yang multi talenta menjadi sesuatu yang bermakna dengan meningkatkan pola pendidikan yang berbasis masyarakat.

2.      Kualitas pendidikan akan selalu  berkenaan dengan  pemenuhan harapan stakeholders, bersifat dinamis,  serta mengutamakan proses dan produk.
a.    Berikan analisis  saudara mengenai kualitas pendidikan di Indonesia, berikan contoh secara kongkritnya!
Jawab
Menurut saya, mengenai kualitas pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan kualitas pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan. Contohnya keterbatasan akses pendidikan di daerah menjadi pangkal derasnya arus urbanisasi. Salah satunya di Jakarta jumlahnya sudah melebihi kapasitas, Secara tidak langsung, masyarakat Indonesia didorong untuk melakukan urbanisasi karena keterbatasan fasilitas di daerah. Maka dari itu akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat dengan penyediaan fasilitas yang mendukung program tersebut.
b.    Berikan pula analisis saudara mengenai bagaimana sebaiknya upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia!
Jawab
Menurut saya, upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia secara garis besar ada dua upaya yang harus dilakukan yaitu: Pertama, upaya sistemik, yakni dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme, yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan. Kedua, upaya teknis, yakni yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. Maka, upaya untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi peningkatan kesejahteraan, juga membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.

3.      Tujuan pendidikan nasional seperti yang  tercantum di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, merupakan acuan konstitusional praksis pendidikan.
a.    Berikan analisis tujuan pendidikan nasional ditinjau dari filsafat pendidikan (progressivisme, kostruksionisme, dan humanisme)!
Jawab
Terdapat tiga filsafat pendidikan yang menjadi tujuan dasar pendidikan Indonesia, yaitu filsafat progersivisme yaitu merupakan aliran pendidikan yang menginginkan kemajuan. Aliran ini berpendapat bahwa pendidikan tidak bengantung pada masa lalu, tetapi pada alam dan seluruh pengelaman hidup manusia. Kemudian filsafat kontruksionisme merupakan aliran yang berpendapat bahwa pendidikan hendaknya melakukan pembaruan kembali agar menjadi lebih baik dan lebih demokratis. Filsafat pendidikan humanisme adalah pendidikan yang berpusat pada siswa yang guru hanya sebagai pendamping atau fasiltator. Tujuan pendidikan nasional seperti yang  tercantum di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yaitu berdasarkan pasal 3 bahwa “bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Dari tujuan pendidikan nasional tersebut Apabila di analisis berdasarkan filsafat pendidikan (progressivisme, kostruksionisme, dan humanism). bahwa tujuan pendidikan nasional menggabungkan ketiga filsafat pendidikan tersebut. Dimana dalam proses mendidik, pendidik atau guru diwajibkan dapat mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
b.    Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, menurut  saudara filsafat pendidikan yang mana yang ditonjolkan, berikan  alasan!
Jawab
Sebagai dasar tujuan pendidikan nasional, Indonesia lebih cenderung menonjolkan filsafat pendidikan humanisme. Dalam teori belajar humanisme, belajar dianggap berhasil jika siswa memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Hal ini sejalan dengan UU sisdiknas Nomer 20 tahun 2003 pasal 3, jelas sekali bahwa filsafat pendidikan humanisme lebih cenderung lebih menonjol dibandingkan dengan filsafat pendidikan yang lain. Mengingat kembali bahwa tujuan dari pendidikan manapun adalah berfokus pada peserta didik sebagai generasi muda yang dibanggakan.
4.      Isu lingkungan menjadi perhatian global dalam praksis pendidikan abad 21.
a.    Bagaimana saudara menyikapi isu lingkungan dalam konteks pendidikan?
Hadirnya isu lingkungan dalam konteks pendidikan dapat menimbulkan parsitipasi serta peran peserta didik terhadap lingkungan. Setiap persoalan lingkungan merupakan persoalan yang bersifat sistemik, kompleks, serta memiliki cakupan yang luas sehingga materi atau isu yang diangat dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan sangat beagam. Hal tersebut mengharuskan setiap komponen pendidikan menelaah setiap isu-isu lingungan yang ada sehingga dapat disesuaikan dengan kapasitas peserta didik dan mata pelajaran yang diampu. Namun pemilihan isu harus berdasarkan sisi positif karena isu yang beragam dapat berupa isu negative dan menimbulkan kesalahpahaman peserta didik.
Dengan demikian sikap pertama dalam menyikapi setiap isu lingkungan dalam konteks pendidikan adalah dengan menyadari permasalahan yang ada sehingga mampu melihat peluang dalam melakuan tindakan sehingga tidak muncul kebingungan dalam menghadapi isu tersebut sikap kedua adalah analisis masalah untuk mengidentifikasi akar penyebab munculnya masalah. Dengan identifiasi tersebut, maka akan ditemukan solusi untuk menyikapi keadaan. Sikap ketiga adalah mengembangkan strategi untuk mengoreksi masalah yang ada sehingga dapat mencegah terjadinya permasalahan yang sama di masa yang akan datang.
b.    Bagaimana implementasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran?
Implementasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran dilakukan untuk pengembangan ranah afektif, kognitif, dan psikomotor peserta didik. Isu tersebut dapat diimplementasikan di setiap proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan materi pembelajaran dan metode yang tepat. Isu tersebut dijadikan materi pokok yang harus dibahas oleh peserta didik. Dengan demikian peserta didik dapat menyadari permasalahan, menganalisis masalah dan mengembangkan strategi atau sikap agar permasalahan tersebut tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang. Kegiatan tersebut akan mendorong peserta didik untuk memiliki kesadaran atau kepekaan terhadap lingkungan dan masalahnya, memberi pengetahuan yang membantu setiap individu untuk memperoleh berbagai pengalaman dan pemahaman dasar tentang lingkungan dan masalahnya, peserta didik dapat bersikap untuk memperoleh seperangkat nilai dan kemampuan mendapatkan pilihan yang tepat, keterampilan untuk memperoleh keterampilan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah lingkungan, partisipasi peserta didik agar dapat memberikan motivasi kepada setiap individu untuk berperan serta secara aktif dalam pemecahan masalah lingkungan, serta evaluasi agar dapat mendorong setiap individu untuk memiliki kemampuan mengevaluasi pengetahuan lingkungan ditinjau dari segi ekologi, sosial, ekonomi, politik, dan faktor-faktor pendidikan.
++++++++++++

No comments:

Post a Comment