cinta INDONESIA http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/tail2.gif

Berbincang-bincang tentang kehidupan dari manusia hingga tuhan

Wednesday, January 14, 2015

MODUL Ilmu Pengetahuan Sosial





Text Box: Penulis
Achmad Zurohman (0301514014)
)
                                                                                                                                                          
 









Text Box: UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 
Fakultas ilmu pendidikan sosial 
Pascasarjana 2014


                                                                                                                        
  
















KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT atas taufik dan hidayah-Nya yang telah melimpahkan kepada penulis sehingga modul ini dapat diselesaikan dengan baik. Modul ini disusun dengan tujuan untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran agar peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik berkenaan materi pembelajaran. Penulisan modul ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerja keras penulis sehingga sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dapat menyelesaikan tugas penyiapan modul ini.
            Pembahasan dalam modul ini tentang Interaksi manusia dengan lingkungan. Dimana dalam pengkajian modul ini mengajarkan tentang bagaimana cara berinteraksi manusia dengan lingkungannya agar tercipta suasana yang hamonis. Diharapkan dengan pemahaman tentang interaksi manusia dengan lingungan  tersebut akan mendorong siswa untuk tetap bersyukur kepada Tuhan dan senantiasa menjaga lingkungannya. kemudian akan tecapai tujuan pendidikan dengan menciptakan peserta didik yang nasionalis. Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, Modul ini disusun mengacu pada pembelajaran terpadu IPS yang secara utuh dapat dipergunakan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam ketiga ranah tersebut. Tiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak.
            Apabila di dalam modul ini masih banyak kekurangan dan kesalahan penulis mohon maaf. Oleh karena itu, saran dan kritikan demi perbaikan modul ini sangat penulis harapkan. Akhirnya, semoga modul ini memberikan manfaat pada kita, khusus bagi para siswa dalam upaya meningkatkan kompetensi mereka. Amin ya Rabbal Alamin, Terima kasih.
Semarang,       Desember 2014
Achmad Zurohman
 (0301514014)
DAFTAR ISI
                                                                                                                                                           Halaman

Halaman Judul
Kata Pengantar....................................................................................         i
Daftar isi...............................................................................................       ii
Latar Belakang .......................................................................................        1 
Tujuan ....................................................................................................        1
Ruang Lingkup ......................................................................................        1
Interaksi Manusia dengan Lingkungan ..................................................        2
Hubungan Manusia dengan Alam ..........................................................        3
Ciri-ciri makhluk hidup ..........................................................................        5
Permasalahan-permasalahan yang Timbul antara Manusia dan Alam ....        6
Akibat dan dampak dari kerusakan hutan .............................................        8
Tugas Individu.......................................................................................        11
Daftar Pustaka ......................................................................................        12


 


PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
B.     Tujuan
Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.   Mengenal  konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan  masyarakat dan lingkungannya
2.   Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,  inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3.   Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
4.   Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.
C.    Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.   Manusia, Tempat, dan Lingkungan   
2.   Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
3.   Sistem Sosial dan Budaya
4.   Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.


Curved Down Ribbon: Interaksi manusia dengan lingkungan
 


A.       Interaksi Manusia dengan Lingkungan
Manusia adalah makhluk yang paling canggih, paling sempurna, karena memiliki kelebihan dibanding makhluk-makhluk hidup lainnya. Manusia memiliki bentuk fisik, fungsi tubuh serta karakteristik pertumbuhan tubuh yang berbeda dengan mahluk lainnya. Dengan kualitas kelebihannya inilah manusia dapat tumbuh dan berkembang menguasai alam. Pada manusia dikenal dengan kata pertumbuhan dan perkembangan. Keduanya ini memiliki perbedaan. Istilah pertumbuhan digunakan untuk menunjukkan perubahan pada fisik biologis. Manusia sebelum terbentuk menjadi individu baru akan mengalami tahap-tahap pertumbuhan yang dimulai pada bulan pertama hingga bulan ke sembilan kehamilan. Sementara istilah perkembangan digunakan untuk menunjukkan adanya perubahan pada aspek psikologis. Secara psikologis manusia mengalami perkembangan seperti berikut : Fase bayi dan kanak-kanak, Fase anak-anak, Fase remaja, Fase dewasa, Fase setengah baya, dan Fase usia tua.


 








         Mengamati Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia baik berupa benda hidup, benda mati, benda nyata ataupun abstrak, termasuk manusia lainnya, serta suasana yang terbentuk karena terjadinya interaksi di antara elemen-elemen di alam tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan hidup diantaranya yaitu komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik yaitu zat-zat yang tidak memiliki sifat-sifat kehidupan tetapi diperlukan oleh lingkungan makhluk hidup, seperti : air, tanah, dsb. Sementara komponen abiotik yaitu zat-zat yang memiliki sifat-sifat kehidupan. Sumber alam biotik mempunyai kemampuan memperbanyak diri atau bertambah. Misalkan : tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau spora, dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan.
B.        Hubungan Manusia dengan Alam
Berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam, paling tidak ada empat paham, yaitu :
1.      Paham Determinisme
Paham ini berpandangan bahwa populasi manusia dengan perkembangan kebudayaannya ditentukan oleh kondisi alam. Meskipun manusia dipandang sebagai makhluk yang dinamis, mobilitasnya tetap dibatasi dan ditentukan oleh kondisi alam di permukaan bumi.
2.      Paham Posibilisme
Paham ini berpendapat bahwa alam lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tidak lagi dipandang sebagai faktor yang menentukan. Manusia dengan kemampuan budayanya dapt memilih kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam lingkungannya, telah dipandang aktif sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dalam paham posibilisme, manusia mempunyai peranan penting dalam mengontrol kehidupannya dan berhak menentukan proses produksi yang dipilihnya.
3.       Paham Optimisme Teknologi
Kemajuan dan penerapan teknologi telah membawa kemajuan pemanfaatan sumber daya alam bagi kepentingan pembangunan yang menjadi penopang kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu, teknologi sebagai perantara dalam pengolahan sumber daya alam dan memenuhi kebutuhan manusia. Teknologi dengan penerapannya bukan lagi sebagai alternatif, melainkan telah menjadi keyakinan yang menjamin hidup dalam kehidupan manusia. Selanjutnya mereka mengarah kepada ketergantungan teknologi sehingga mereka tidak percaya terhadap adanya Tuhan.
4.       Paham Keyakinan Ketuhanan
Paham ini mengembangkan IPTEK dengan disertai oleh iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Karena manusia menyadari yang berkuasa di alam semesta ini adalah Tuhan dan kewajiban manusia adalah untuk memelihara dan mengembangkannya.
Namun jumlah manusia dan kebutuhannya terus bertambah sehingga mereka terus-menerus mengambil sumber daya yang ada di alam. Kenyataannya, tidak hanya jumlahnya yang bertambah, tetapi gaya hidupnya juga berubah. Makin maju kehidupan manusia makin banyak kebutuhannya. Kebutuhan itu tidak lagi hanya sekadar terpenuhinya kebutuhan primer berupa sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (tempat tinggal), tetapi juga kebutuhan sekunder berupa kendaraan, pakaian bermerk, dan lain-lain. Manusia menciptakan berbagai benda penunjang untuk memenuhi kebutuhannya. Benda-benda
tersebut kemudian menjadi bagian dari lingkungan secara keseluruhan. Bahkan, di daerah perkotaan, lingkungannya didominasi oleh komponen-komponen kehidupan perkotaan seperti jalan, jembatan, permukiman, perkantoran, hotel, dan lain-lain. Lingkungan alam telah diganti atau diubah secara besar-besaran oleh lingkungan buatan atau binaan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig81pERVi8XfUnbwRfR-G5O59Y-rAZ4DN2DQtdOgDyzk9yxQbxQAzR_9-D1iGynCXsrsaJ6ULh22a56XKauiAfb56qyCWTTj9_5J-aK1g2vKZ6_JsMjxYI784Wp0nAUKRHA23aguflvNU/s1600/30-11-2014+7-36-23.png
 








Agar manusia dapat hidup seimbang dengan lingkungannya maka harus menjaga keseimbangan ekosistem. Ekosistem dapat diartikan sebagai sistem ekologi suatu tempat tertentu yang merupakan jalinan hidup antara komponen-komponennya (hidup, tak hidup, lingkungan) dalam satu kesatuan yang dipadukan oleh adanya arus materi dan energi. Ekosistem secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu : ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Dalam pembahasan ekosistem selain ditinjau dari pengertiannya ada pula komponen ekosistem, proses ekosistem, rantai makanan, siklus karbondioksida dan oksigen, dan alur energi yang dijelaskan secara singkat dan ditinjau secara umum. Dan diakhir pembahasan tentang ekosistem dibahas mengenai evolusi ekosistem. Intinya evolusi ekosistem pasti selalu terjadi menyesuaikan perkembangan jaman.
C.       Ciri-ciri makhluk hidup
Makhluk hidup adalah semua organisme yaitu manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Adapun ciri-ciri makhluk hidup adalah sebagai berikut :
1.    Mempunyai kemampuan untuk mengadakan respirasi atau pernafasan untuk mengoksidasikan atau membakar bahan makanan.
2.    Dapat tumbuh dan berkembang menjadi besar atau dewasa.
3.    Memerlukan makanan untuk membangun tubuh dan mengganti bagian-bagian yang rusak serta sebagai sumber energi.
4.    Dapat berkembang biak untuk mempertahankan keturunan agar tidak punah.
5.    Dapat mengadakan pergerakan.
6.    Mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang dinamakan dengan homeostatis, yaitu kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun secara negatif. Berpengaruh positif bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut, dan berpengaruh tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.
Sumber alam sebagai bagian dari pembahasan tentang lingkungan hidup. Sumber alam sudah selayaknya dapat kita manfaatkan untuk kehidupan kita sehari-hari. Dalam penggunaannya salah satu sumber alam yang dapat dimanfaatkan diantaranya ada pertanian dan tanah, hutan, air, dan bahan tambang. Sumber alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian, yakni :
a.    Sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable resourches) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. Yang tergolong ke dalam sumber alam ini adalah semua makhluk hidup, hutan, hewan-hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
b.    Sumber alam yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable resourches) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam abiotik. Yang tergolong ke dalam sumber alam abiotik adalah tanah, air, bahan-bahan galian, mineral, dan bahan-bahan tambang lainnya.


D.       Permasalahan-permasalahan yang Timbul antara Manusia dan Alam
Masalah-masalah akan timbul apabila manusia tidak dapat menjaga keseimbangan alam, antara lain:
Masalah Erosi dan Banjir. Erosi merupakan gejala alamiah dan seringkali pula disebut sebagai erosi geoglogi. Peristiwa erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air di sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. Peristiwa erosi ini juga dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia sehingga merugikan lingkungan.
Pencemaran Lingkungan (Polusi)
1.   Pencemaran Tanah
Text Box: Pencemaran Tanahhttp://www.bangazul.com/wp-content/uploads/2013/11/pembakaran-sampah-620x330.jpgSampah-sampah industri pertanian yang mempergunakan pupuk buatan telah menyebabkan pencemaran tanah. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan melalui tanah dimana pepohonan tumbuh dan berkembang. Bagi hewan dan manusia jumlah nitrat yang berlebihan merupakan racun. Hal tersebut bisa mengakibatkan cyanosis pada anak-anak, yaitu timbulnya kesulitan pernafasan karena terganggunya peranan hemoglobin dalam pengikatan oksigen. Selain itu DDT merupakan indikasi pencemaran yang berbahaya pada tanah karena bahan tersebut tidak dapat diuraikan dan dapat meresap masuk ke dalam pepohonan ataupun buah hasil penanaman kita dan hal tersebut mengakibatkan kemandulan pada burung.





2.   Pencemaran Air
Text Box: Tumpukan Sampah di Sungaihttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNnOpRQ3SpsbtpA6V5cPOZS16mZuWfUk1Ow0ZmkGceg3wxNKgNOpt2NEz7VBhA6hZ-BjV4ypIjtclHYmtRIHd0A8lkfEDSJzVVzX1VVl5JstO_WvHoUnZvYuaXVMIkkHGxEctWPHx8rDw/s1600/limbah+rumah+tangga+img+from+detik+com+2+jogjaicon+2011.jpgBahan-bahan pencemar dapat tercampur dengan air dalam banyak cara secara langsung dan tidak langsung.
Misalkan melalui pembuangan limbah pabrik, terkena pestisida, herbisida, dan insektisida yang dipergunakan manusia dalam pertanian, dsb.
3.   Pencemaran Udara
Text Box: Polusi Udara akibat Transportasihttp://alamendah.files.wordpress.com/2009/09/pencemaran-udara.jpgPencemaran udara terjadi saat komponen udara berada dalam jumlah di atas ambang normal dan membahayakan lingkungan, hal tersebut bisa diperoleh dari beragam aktifitas manusia baik sehari-hari ataupun dalam produksi dan penggunaan kendaraan bermotor.
4.   Pencemaran Suara
Text Box: Dampak Radiasi Suarahttp://mygeografi.files.wordpress.com/2012/05/noise-pollution.jpg?w=300&h=231Kebisingan yang terjadi di kota-kota besar sebagian akibat dari berbagai jenis suara yang dikeluarkan mesin-mesin atau kendaraan-kendaraan yang jumlahnya semakin meningkat secara tidak terkontrol. Hal tersebut dalam tingkat tertentu sangat berbahaya bagi manusia karena bisa mengakibatkan ketulian, kebutaan, dan depresi.
                                                           




Kerusakan Hutan
Hutan merupakan kekayaan Indonesia yang tidak ternilai harganya. Sepanjang daerah khatulistiwa, hutan di Indonesia membentang antara satu pulau ke pulau lainnya. Itulah, mengapa Indonesia sering disebut Zamrud Khatulistiwa. Hutan di Indonesia berfungsi sebagai paru-paru dunia, karena menyerap karbondioksida. Fungsi hutan yang lain sebagaoi pengatur tata air, iklim, pencegah erosi, penyubur tanah, tempat hidup binatang-binatang, dan sebagai tempat menyimpan kekayaan alam yang berupa hasil-hasil hutan.
E.        Akibat dan dampak dari kerusakan hutan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.   Terganggunya sistem hidro-orologis
Banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau merupakan salah satu contoh dari tidak berfungsinya hutan untuk menjaga tata air. Air hujan yang jatuh tidak dapat diserap dengan baik oleh tanah, laju aliran permukaan atau runoff begitu besar. Air Hujan yang jatuh langsung mengalir ke laut membawa berbagai sedimen dan partikel hasil dari erosi permukaan. Terjadinya banjir bandang dimana-mana yang menimbulkan kerugian harta maupun nyawa. Masyarakat yang terkena dampaknya kehilangan harta benda dan rumah tempat mereka berteduh akibat terbawa banjir bandang, bahkan ditambah kerugian jiwa yang tak ternilai harganya.
2.   Hilangnya Biodiversitas.
Hutan Indonesia memiliki beranekaragam spesies flora dan fauna, penebangan dan pengrusakan hutan menyebabkan spesies-spesies langka akan punah. Bahkan spesies yang belum diketahui nama dan manfaatnya hilang dari permukaan bumi. Hutan Indonesia yang termasuk hutan hujan tropis memiliki 3000 jenis tumbuhan di dalam satu hektar ditambah lagi jenis satwa yang ada di dalamnya. Jika laju deforestasi yang mencapai 1-2 juta hektar per tahun tidak dapat dicegah maka hutan-hutan tropis ini akan hilang.
3.   Kemiskinan dan Kerugian secara ekonomis.
Masyarakat Indonesia akan bertambah miskin jika kita tidak mempunyai hutan, itulah yang dikatakan Presiden Bambang Yudhoyono. Departemen Kehutanan mengemukakan bahwa kerugian negara per hari mencapai Rp. 83 milyar, itu hanya dari kerusakan hutan akibat penebangan liar. Berapakah kerugian jika semua faktor dan penyebabkan kerugian kita hitung?
4.   Perubahan Iklim dan Pemanasan Global.
Hutan sebagai paru-paru dunia penghasil oksigen bagi semua mahluk di bumi tidak bisa menjalankan fungsinya mendaur ulang karbondioksida. Karbondioksida di udara semakin tinggi menyebabkan efek gas rumah kaca.
5.   Kerusakan Ekosistem Darat maupun Laut
Pengertian dan definisi hutan sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya, yang satu dengan lain tidak dapat dipisahkan. Jika salah satu komponen hutan di rusak, akan berpengaruh terhadap komponen ekosistem yang lain. Hubungan keterkaitan antara struktur dan fungsi di dalam ekosistem berjalan dalam keseimbangan yang harmonis, tetapi bila struktur hutan menjadi rusak, akibat dan dampaknya akan mempengaruhi fungsi hutan itu sendiri. Kerusakan tidak hanya terjadi pada ekosistem hutan di darat, namun berdampak pada kerusakan ekosistem di laut juga. Akibat kerusakan hutan terjadi erosi dan banjir membawa sedimen ke laut yang merusakan ekosistem laut. Ikan dan Terumbu karang sebagai mahluk hidup diperairan mendapat akibat dari aktivitas pengrusakan di darat. Kerusakan seperti ini sangat dirasakan oleh pulau-pulau kecil di Indonesia, dengan ciri daerah das yang pendek dan topografi yang curam sangat cepat pengaruhnya terhadap lingkungan laut.
6.   Abrasi Pantai
Bila pohon-pohon di pesisir pantai ditebang maka tidak ada lagi perlindungan bagi kawasan pantai. Salah satu fungsi hutan mangrove maupun hutan pantai adalah menjaga daerah pantai dari hempasan ombak laut. Ombak laut yang menerjang pesisir pantai, dapat menyebabkan abrasi pantai.
7.   Intrusi dari Laut
Air laut dapat meresap sampai ke darat jika hutan-hutan pesisir seperti hutan mangrove dan hutan pantai dirusakan. Ditambah “penambangan” air sebagai kebutuhan hidup rumah tangga yang menyedot terus persediaan air tanah tanpa adanya keseimbangan infiltrasi dari air hujan yang jatuh.
8.   Hilangnya budaya masyarakat
Dirasakan sangat nyata bahwa hutan menjadi sumber penghidupan dan inspirasi dari kehidupan masyarakat. Berbagai ragam budaya yang terkait dengan hutan seperti simbol-simbol dan maskot yang diambil dari hutan, misalnya Harimau sebagai maskot dari Reog, pencak silat sebagai seni bela diri Indonesia, Bekantan sebagai maskot dari Kalimantan, dan sebagainya. Jika semua ini punah maka hilanglah sumber inspirasi dan kebanggaan dari masyarakat setempat.
Kesehatan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Begitu pula kesehatan lingkungan banyak dipengaruhi oleh taraf sosial ekonomi. Untuk mengelola kualitas kesehatan lingkungan ataupun kesehatan masyarakat menjadi bahasan tersendiri dalam ekologi manusia. Karena selain kita memanfaatkan lingkungan, menjaga lingkungan, dsb kita harus juga memperhatikan kesehatan lingkungan kita. Agar kita terbebas dari berbagai penyakit. Sebenarnya antara menjaga atau merawat lingkungan dengan kesehatan lingkungan sangat berkaitan. Bila lingkungan kita ingin sehat tentu kita harus menjaga dan merawat lingkungan kita dengan rapi dan bersih.
 








    Merawat Lingkungan Melalui Menanam Pohon














Horizontal Scroll: Kesimpulan



Rounded Rectangle: Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia, baik langsung maupun tidak langsung. Komponen lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan abiotik, biotik, sosial, dan budaya.
Interaksi manusia dan lingkungannya berlangsung melalui dua cara. Pertama,manusia dipengaruhi oleh lingkungan . Kedua, manusia memiliki kemampuan untuk mengubah lingkungan. Karakteristik interaksi tersebut berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya atau satu masyarakat dan masyarakat lainnya.
 



























DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2014. Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi. Jakarta: Kemdikbud.
Soemirat, Juli (2000). Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
  ____. AKIBAT KERUSAKAN HUTAN . [online] diakses 06 September 2014. Tersedia: http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/04/akibat-kerusakan-hutan.html
Wijaya Yoga Permana. Dampak Interaksi Manusia dan Alam Lingkungan Hidup Ekosistem Sumber Alam. (online) diakses 30 Desember 2014. Tersedia http://yogapermanawijaya.wordpress.com/2014/09/06/dampak-interaksi-manusia-dan-alam-lingkungan-hidup-ekosistem-sumber-alam.html










Tentang Penulis
Achmad  Zurohman lahir di Batang, tanggal 03 November 1992.  Riwayat pendidikannya, ia mulai dari MII Brayo tahun 1997 sampai 2003, kemudian MTS A.Yani Wonotunggal tahun 2003 sampai 2006, dan dilanjutkan ke MA Darul Amanah Ngadiwarno, Sukorejo Kendal tahun 2006 sampai 2009. Setamat bangku aliyah penulis melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial di IKIP PGRI Semarang  jurusan PPKn tahun 2009 sampai 2013. Dan sejak tahun 2014, penulis melanjutkan pendidikannya di program pascasarjana di UNNES Semarang dengan mengambil kosentrasi pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Penulis saat ini tinggal di Brayo, Wonotunggal Kab. Batang RT 02, RW 03.

Tuesday, October 28, 2014

SEJARAH TOKOH LOKAL

SEJARAH
DUKUH UJUNG BIRU DESA BRAYO KECAMATAN WONOTUNGGAL BATANG
A.  Sejarah Kecamatan Wonotunggal
Dukuh Ujung Biru merupakan salah satu Dukuh di kecamatan Wonotunggal yang terdapat di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu kecamatan yang menyokong setiap perkembangan Kabupaten Batang disetiap aspek kehidupan. Dukuh Ujung Biru menjadi salah satu Dukuh di kecamatan yang mendukung Kabupten Batang dalam bidang pertanian. Namun dibalik peran Dukuh Ujung Biru di Kecamatan Wonotunggal sebagai salah satu Penyokong Kabupaten Batang dalam bidang pertanian, terdapat kisah atau cerita mengesankan yang dilalui oleh tokoh-tokoh penting, diantaranya:
1.    Kyai Nampobaya (Singasari)
2.    Kyai Singoaranu Nolojoyo
3.    Kyai Randa Kasihan (Nyai Pandan Sari)
4.    Kyai Embo (Koro Jonggol), Jamadi
5.    Sarinten
Sedangkan orang-orang yang selalu setia mengikuti dan menjadi pembantu beliau diantaranya:
1.    Kyai Sentana
2.    Kyai Suto
3.    Kyai Jegut
4.    Suto Bambang
5.    Kyai Belabelu
6.    Kyai Bromo Sari (anak angkat Kyai Singosari)
Diceritakan bahwa orang-orang tersebut berasal dari Pesantenan (sekarang kota Pati). Pada waktu itu terjadi sebuah peperangan antara Pragolo Adipati Pesantenan dengan Mataram. Adapun kelima pelaku sejarah tersebut diatas adalah putra-putri dari Adipati Pragolo. Mereka menghindari peperangan dan pergi ke arah barat dengan diikuti oleh lima orang pengikut setianya.
Perjalanan yang sangat jauh itu akhirnya sampai di daerah Batang, tepatnya sekarang di desa Karangdawa yang kemudian pindah ke daerah Warungasem tepatnya sekarang desa Masin. Dari Masin pindah lagi ke arah tenggara melewati daerah Gunung Tugel dan tinggal di desa Brokoh. Ketika di Brokoh ada pengejaran tiba-tiba dari prajurit Mataram dan rombongan yang berusaha menghindari terjadinya peperangan akhirnya meninggalkan desa Brokoh menuju ke arah tenggara, namun sebagian prajurit Mataram mengejar rombongan Kyai Nompoboyo dan sebagian masih di Brokoh untuk menghadapi perlawanan dengan Bromosari, namun Bromosari kalah dan akhirnya meninggal dunia.
Sebagian romobongan Nompoboyo terhindar dari pengejaran, karena perjalanan mereka membelok ke kanan, kecuali Kyai Sarinten yang langsung mendapat pengejaran dari prajurit Mataram. Tetapi Kyai Sarinten dapat terhindar karena berusaha membelok kiri dan berlindung di sebuah mata air yang sangat rimbun tetapi apadaya nasib tidak dapat dihindari, kyai Sarinten masih dapat diketahui oleh prajurit musuh dan dilempari dengan batu yang kemudian pada sumber air itu diberi nama Belak Sigrudug. Kyai Sarinten sangat marah, dan sementara prajurit ada yang menghindari dari serangan balik Kyai Sarinten, yang dengan serangan ajaib yaitu dengan melepaskan burung-burung perkutut yang sudah diberi mantra bisa gatal. Kyai Sarinten menyerang terus kemudian musuh lari tunggang langgang terkena gatal-gatal.
Kyai Sarinten dengan dibantu Kyai Suto Jaya bekerja menggarap sawah dengan dialiri dari saluran, sedangkan setiap hari Kyai Singoranu sering meninjau (clungup), akhirnya saluran tersebut diberinama saluran Clungup dan petak sawah itu diberi nama Blok Karang. Semakin bertambahnya area persawahan Kyai Embo dan masih membangun persawahan untuk yang kedua kali. Sebelum memulai pekerjaannya Kyai Embo bertapa beberapa hari, selama bertapa setiap hari mendapat pengawasan dari Kyai Singoranu, dan diketahui siang maupun malam tidak pernah berbaring, maka oleh Kyai Singoranu memberi julukan Kyai Korojonggol. Selesai bertapa kemudian mulailah mengerjakan saluran dari sebelah bawah. Dan setelah hampir selesai terjadilah sengketa dengan orang-orang dari utara (sekarang desa Kreyo), karena berebut tempat untuk mengambil air dari kali Lojahan dalam satu tempat. Kyai Singoranu datang dan dapat mendamaikan serta dapat terjalin kerjasama dalam membuat saluran yang ke tiga untuk kepentingan bersama. Karena persengketaan diatas terjadi di daerah kerja Kyai Sarinten, yang akhir nya dapat bersatu manunggal menjalin kerja sama, maka oleh Kyai Singoranu diberi nama “Desa Wonotunggal”. Selain itu terjalin pula kerjasama dengan wilayah Kyai Embo sehingga saluran itu di beri nama saluran Brayo, kata Brayan (Bareng-bareng).
B.  Sejarah dukuh Ujung Biru
Ujung Biru merupakan salah satu Dukuh yang berada di Kecamatan Wonotunggal dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani dan pengrajin batu bata. Hal tersebut menjadikan Ujung Biru sebagai salah satu Dukuh yang mendukung bidang pangan dan material di Kecamatan Wonotunggal. Ujung Biru semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Akan tetapi, dibalik nama Ujung Biru terdapat torehan sejarah yang menjadikan Ujung Biru kokoh dan berkembang, namun masih mempertahankan nilai-nilai kebudayaan yang telah ada seperti budaya Nyadran (sedekah bumi) hingga saat ini.
Berdasarkan cerita sesepuh Dukuh Ujung Biru mengenai perihal pemberian nama Ujung Biru adalah seorang tokoh sakti dan lima mata air yang mengalir deras. Konon pada saat itu akan terjadi banjir bandang yang disebabkan adanya 5 titik sumber air yang sangat besar yaitu Ujung Biru, Sitotok, Siwatu, Kijingan, dan Rawa Cacing. Apabila sumber air atau mata air tersebut tidak ditutup maka air tersebut akan menutupi daratan sehingga wilayah tersebut menjadi lautan.
Dalam keadaan genting tersebut, datanglah seseorang yang sangat sakti ke wilayah tersebut dan melakukan pertapaan disumber air yang pertama yaitu ujung biru yang sekarang berada di wilayah Dukuh Ujung Biru. Setelah melakukan pertapaan diatas batu yang sangat besar (di Ujung Biru) kemudian orang sakti tersebut mengangkat batu tersebut dan dibawalah batu-batu tersebut ketempat 5 sumber air tersebut guna menutupinya. Namun sangat disayangkan bahwa belum terdapat referensi yang jelas mengenai orang sakti yang menutupi sumber mata air dengan batu tersebut.
Hal tesebut merupakan torehan sejarah yang menjadi kepercayaan masyarakat setempat hingga saat ini. Sedangkan nama Ujung Biru diambil oleh masyarakat dari kata “ujung” dan “biru”. Ujung diartikan masyarakat sebagai tempat yang tinggi dan biru merupakan simbol warna air laut yang akan menggenangi wilayah tersebut.
C.  Mbah martoed bin marko
Mbah marto’ed bin marko merupakan salah satu ulama yang berdakwah di dukuh ujung biru, dia mempunyai istri bernama siti taijah dan memiliki 4 anak yaitu siti ayah, umi saroh, nurriyah dan utiyanah.
Karena krisis agama maka dari itu para sesepuh atau tokoh masyarakat diantaranya :
Mbah carum, mbah samsudin, mbah tambel mbah darsan dll.
Bermusyawarah untuk mendatangkan seorang ulama yang bernama mbah marto’ed.
Kejadian ini berlangsung sebelum Indonesia merdeka atau masih dalam terjajah oleh belanda sekitar tahun 1920an. Mbah marto’ed berasal dari dukuh sejiret desa kauman kecamatan batang kabupaten batang. Pada tahun 1940an kemudian dia beradakwah di ujung biru dan semua kehidupanya dicuupi oleh masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat. Dan santrinyapun cukup banyak dari berbagai desa diantaranya dari desa kijingan, siwatu,sitotok dan kreyo.
Beliau wafat pada tahun 1960 Di mushola atau langgar (dalam bahasa jawa) setelah sholat dhuha dalam keadaan sujud. Setelah meninggalnya beliau imam atau penyebaran dakwah agama islam dilanjutkan oleh menantunya yang bernama mbah rajad dari kijingan yang merupakan suami ibu siti ayah.

Sumber :          H. Warmad (79 Tahun)

Bpk. Sanusi (70 Tahun)

UTS : Landasan Kependidikan

1.        a). Hukum sebagai landasan kependidikan. Khususnya pendidikan sejarah, antara era orde lama dan orde baru dalam hal sejarah penggali pancasila, berbeda persepsi antara keduanya. Bagaimana komentar anda dalam hal ini, jelaskan.
Jawab:
Pendidikan sejarah disekolah bertujuan untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan kepada peserta didik yang berkaitan dengan hal-hal atau kejadian yang  terjadi pada masa lampau. Dalam konteks ini pemahaman terhadap pancasila sebagai sumber dari pendidikan sejarah di era orde lama dan orde baru memang mempunyai perbedaan persepsi sehingga terjadinya sebuah kontradiksi, hal tersebut disebabkan karena kepentingan-kepentingan politik pada masa pemeintahan yang berbeda. Pancasila merupakan buah hasil dari pemikiran Soekarno yang diusulkan pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945, pada masa orde lama dengan situasi politik yang masih labil karena pada masa itu memang awal-awal kemerdekaan, masih banyak upaya-upaya yang dilakukan beberapa golongan untuk mengganti ideologi tersebut. Soekarno sendiri sebagai penggagas pancasila mempunyai sikap berbeda terhadap pancasila, pada waktu itu soekarno mempunyai banyak konsep-konsep tentang ideologi yaitu dengan munculnya gagasan NASAKOM, dengan gejolak politik seperti itu mengakibatkan pancasila masih belum bisa dipandang sebagai ideologi yang kedudukanya benar-benar kuat dan belum bisa sejalan dengan dimensi realitas, idealitas, dan fleksibelitas. Hal tersebut sangat berpengaruh besar terhadap pendidikan sejarah khususnya dalam hal pemahaman tentang Pancasila.
kemudian pada masa orde baru mempunyai persepsi yang berbeda terhadap pancasila, karena pemerintah orde baru beranggapan bahwa negara Indonesia harus memperkuat posisi pancasila sebagai Ideologi bangsa dan negara. Hal tersebut dapat dilihat dari gencarnya pemerintahan pada masa itu melaksanakan P4 (Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), hal tersebut dilakukan karena pemerintah ingin mempertahankan karakterisitik dari Indonesia dan juga menangkal pengaruh-pengaruh dari luar yang dianggap tidak sesuai dengan bangsa Indonesia. Kesimpulanya adalah keadaan dan kondisi yang berbeda mengakibatkan cara pandang terhadap ideologi Negarapun berbeda salah satunya antara pemerintahan orde lama dan orde baru menimbulkan praktek pengajaran yang berbeda pula dalam proses pendidikan sejarah Pancasila.
b). Budaya sebagi landasan kependidikan. Budaya daerah di Indonesia bersifat multicultural, dengan demikian bisa jadi menghasilkan out-put peserta didik yang berbeda-beda karakternya. Hal ini tidak sejalan dengan pembangunan karakter bangsa yang sedang di galakkan. Bagaimana komentar anda dalam hal ini, jelaskan.
Jawab:
Budaya daerah di Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur bangsa perlu dipertahankan dan ditumbuhkan pada peserta didik, namun dalam hal ini membutuhkan metode tambahan agar anak menghayati indahnya nilai-nilai luhur tersebut, sehingga anak tergugah hatinya untuk melaksanakan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Pendidikan yang terlepas dari kebudayaan akan menyebabkan aliansi dari subjek yang di didik dan seterusnya, kemungkinan matinya kebudayaan itu sendiri. Oleh karena itu, kebudayaan umum harus diajarkan pada semua sekolah.Sedangkan, kebudayaan daerah dapat dikaitkan dengan kurikulum muatan lokal dan kebudayaan populer diajarkan dengan proporsi yang kecil. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. Pendidikan adalah suatu proses membuat orang kemasukan budaya, membuat orang berperilaku mengikuti budaya yang memasuki dirinya. Sekolah sebagai salah satu dari tempat enkulturasi suatu budaya sesungguhnya merupakan bahan masukan bagi anak dalam mengembangkan dirinya. Maka dari itu pembangunan karakter bangsa yang sedang digalakkan haruslah berlandaskan pancasila karena dalam diri pancasila tersebut bersifat universal yaitu merangkum semua budaya daerah di Indonesia.
2.      a). Teori filsafat piramida yang diajarkan aristoteles tidak sejalan dengan landasan pendidikan informal dan non formal. Bagaimana komentar anda dalam hal ini, jelaskan.
Jawab:
Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa Jalur pendidikan di Indonesia meliputi jalur pendidikan formal, nonformal dan informal.  Ketiganya memiliki perbedaan yang saling mengisi dan melengkapi. Bahwa jalur pendidikan tersebut adalah wahana yang harus dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Karena pada dasarnya bentuk-bentuk pendidikan tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia, baik cerdas intelektual, cerdas moral, cerdas social, dan juga cerdas religius. Secara garis besar sebenarnya pada jalur pendidikan nonformal dan informal  juga harus menggunakan teori piramida dari aristoteles, teori tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan pendidikan yang diselenggarakan, meskipun memang agak sulit karena kondisinya yang berbeda dengan sekolah formal. Akan tetapi hal tersebut bisa diwujudkan dengan dedikasi dan kesungguhan dari para penggerak dan pelaksana atau orang-orang yang berada dalam pendidikan nonformal dan informal tersebut.
b). Politik sebagai landasan kependidikan dalam aktualisasinya cenderung berorientasi pada penalaran deduktif logik. Hal demikian ini hasil out-putnya akan jauh dari kualitas yang diinginkan. Bagaimana komentar anda dalam hal ini, jelaskan.
Jawab:
Penalaran deduktif logik merupakan penarikan kesimpulan yang diperoleh dari kasus yang sifatnya umum menjadi sebuah kesimpulan yang ruang lingkupnya lebih bersifat khusus. Politik sebagai landasan kependidikan sangatlah penting untuk melatih jiwa masyarakat, berbangsa dan bertanah air dan juga dapat dimaknai sebagai suatu studi untuk mengkritisi suatu system pemerintahan dan pemerintah yang bila memungkinkan melakukan penyimpangan amanat.
Budaya politik seseorang atau masyarakat sebenarnya berbanding lurus dengan tingkat pendidikan seseorang atau masyarakat. Hal itu bisa dipahami mengingat semakin tinggi kesempatan seseorang atau masyarakat mengenyam pendidikan, semakin tinggi pula seseorang atau masyarakat memiliki kesempatan membaca, membandingkan, mengevaluasi, sekaligus mengkritisi ruang idealitas dan realitas politik. Maka, kunci pendidikan politik masyarakat sebenarnya terletak pada politik pendidikan masyarakat.
Politik pendidikan yang dimaksud termanifestasikan dalam kebijakan-kebijakan strategis pemerintah dalam bidang pendidikan. Politik pendidikan yang diharapkan tentunya politik pendidikan yang berpihak pada rakyat kecil atau miskin. Bagaimanapun, hingga hari ini masih banyak orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai tingkat SD sekalipun. Masih banyak sekolah yang kekurangan fasilitas atau bahkan tidak memiliki gedung yang representatif atau tak memiliki ruang belajar sama sekali. Masih banyak sekolah yang sangat kekurangan guru pengajar. Masih banyak pula guru (honorer) yang dibayar sangat rendah yang menyebabkan motivasi mengajarnya sangat rendah.
Dengan kondisi tersebut, bagaimana mungkin bangsa ini bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM)-nya sudah lebih maju. Dalam konteks politik khususnya, dengan kondisi pendidikan seperti itu, bagaimana mungkin agenda pendidikan politik bisa dilakukan dengan mulus dan menghasilkan kualitas budaya politik yang diharapkan. Maka, sangat jelas, agenda pendidikan politik mensyaratkan agenda politik pendidikan yang memberikan seluas-luasnya kepada seluruh rakyat untuk belajar atau mengenyam pendidikan, tanpa ada celah diskriminatif sekecil apa pun, karena pada hakikatnya pendidikan dilaksanakan berdasakan kepentingan bangsa dan negara yang selaras, baik, dan seimbang sebagaimana pesan Undang-Undang Dasar 1945.
3.      a). Hakikat pendidikan adalah mentransfer ilmu dari pendidik kepada anak didik. Jelaskan hal tersebut dalam konteks hukum kausalitas sebagaimana diajarkan oleh aristoteles.
Jawab:
Hukum kausalitas yang diajarkan oleh Aristoteles adalah bahwa Segala sesuatu yang bergerak pasti digerakan oleh sesuatu, sesuatu benda tidak mungkin menjadi penggerak (mover) sekaligus digerakan (moved). Kebenaran sederhana ini membawa konsekuensi bahwa penggerak pertama bergerak tidak disebabkan oleh apapun, jika tidak, maka akan teradi lingkaran yang tidak berujung pangkal. Inti dari hukum ini adalah bahwa dalam sebuah kejadian ada yang dinamakan dengan penyebab (antecedent events) dan akibat (consequencing events). Berkaitan dengan hakikat pendidikan  yaitu mentransfer ilmu dari pendidik kepada anak didik, guru sebagai pihak pentransfer ilmu harus bisa memikirkan tentang hal-hal apa yang dibutuhkan dalam menuju kesuksesan pembelajaran. agar ilmu yang disampaiakan bisa sampai kepada anak didik. Maka dari itu guru harus bias menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, tidak membosankan, di tunjang dengan sarana prasarana yang memadai, menggunakan metode serta pendekatan yang baik kepada siswa sehingga tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai dengan baik yaitu anak didik dapat menerima ilmu dari gurunya.
b). Geografi sebagai landasan kependididkan. Jepang geografi negaranya lebih kecil dari pada Indonesia, tetapi warga jepang relative lebih cerdas dari Indonesia. Mengapa hal ini bisa terjadi, jelaskan pendapat anda.
Jawab:
Geografi merupakan cabang ilmu yang sangat penting adanya didunia pendidikan hal ini dikarenakan geografi mempelajari tentang segala macam objek yang ada dibumi, baik dalam segi formal maupun material. Dalam kajian geografi sangat perlu adanya strategi strategi pembelajaran yang sesuai untuk menciptakan sebuah suasana yang kondusif serta menarik minat para pelajar dalam mempelajari kajian ilmu geografi. Sehingga dari berbagai masalah yang muncul dapat dipelajari dan diambil kesimpulan yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk mencegah, menanggulangi dan mengatasi masalah masalah yang ada. Salah satu contoh mengapa warga jepang  relative lebih cerdas dari Indonesia yaitu karena luas wilayah Negara jepang yang relative lebih kecil mengakibatkan pemerintah jepang lebih mudah untuk menanggulangi masalah-masalah yang terdapat dijepang dibandingkan di Indonesia yang wilayahnya lebih luas sehingga pemerintah susah menjangkaunaya. Dari segi suhu dan cuaca pun dijepang lebih menunjang untuk pembelajaran karena cuca di jepang lebih dingin dari pada di Indonesia yang cuacanya panas sehingga warga Indonesia lebih malas berfikir karena cuaca yang cukup panas dibanding di Negara Jepang.
a). P4 yang sekarang dibubarkan itu, apakah bisa dijadikan sebagai landasan kependidikan, jelaskan pendapat anda?
Jawab:
Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4)/Eka Prasetya Pancakarsa adalah sebuah panduan tentang pengamalan Pancasila dalam kehidupan bernegara semasa Orde Baru. . Soeharto, sebagai pemimpin orde baru, menghendaki bangsa Indonesia senantiasa bersendikan pada nilai-nilai Pancasila dan ingin menjadikan warga negara Indonesia menjadi manusia Pancasila melalui penataran P-4 (Pedoman Penghayatandan Pengamalan Pancasila). Secara filosofis penataran ini sejalan dengan kehendak pendiri negara, yaitu ingin menjadikan rakyat Indonesia sebagai manusia Pancasila, namun secara praksis penataran ini dilakukan dengan metodologi yang tidak tepat karena menggunakan cara-cara indoktrinasi dan tanpa keteladanan yang baik daripara penyelenggara negara sebagai prasyarat keberhasilan penataran P-4. Sehingga bisa dipahami jika pada akhirnya penataran P-4 ini mengalami kegagalan, meskipun telah diubah pendekatannya dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Jadi, P4 yang sekarang dibubarkan itu seharusnya bias bias dijadikan sebagai landasan kependidikan asalkan asalkan harus ada konektivitas antara kontekstual dan prakteknya harus sejajar tidak seperti di era orde baru tidak relevan antara kontekstual dan praktiknya.
b). Hakikat kodrat manusia adalah: monopluralis ”yang mengedepankan keseimbangan keselarasan, keserasian jiwa-raga, individu-sosial, makhluk mandiri-makhluk tuhan. Apakah hal itu bisa dijadikan landasan pendidikan, jelaskan pendapat anda.
Jawab:
Manusia sebagai makhluk yang memliki potensi-potensi (intelektual, rasa. karsa, karya dan religi) dalam dirinya untuk bisa tumbuh dan berekembang baik fisik maupun non fisik sangat membutuhkan pendidikan agar potensi-potensi tersebut dapat terealisasi. Pendidkan pada intinya untuk membantu manusia menjadi ‘dewasa’ dan matang secara pribadi sehingga mereka betul-tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang unggul secara individu yang secara akumulatif akan membentuk formasi kehidupan sosial bermasyarakat yang unggul pula berbasis pada tata susila secara baik.

Jadi antara manusia dan pendidikan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan untuk saling menyempurnakan. Belajar hakikat manusia untuk menyempurnakan proses pendidikan dan belajar hakikat pendidikan untuk menyempurnakan manusia maka dari itu hakikat kodrat manusia dapat dijadikan sebagai landasan kependidikan.