BAB
1
FONDASI
PENELITIAN KUALITATIF
A. KONSEP
DASAR PENELITIAN KUALITATIF
Istilah
penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miller (1986:9) pada mulanya bersumber
pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan pada pengamatan kuantitatif.
Untuk menemukan sesuatu dalam pengamatan, pengamatan harus menegetahui apa yang
menjadi ciri sesuatu itu. Pengamatan mulai mencatat atau menghitung dari satu,
dua, tiga,dan seterusnya. Dimana penelitian kuantitatif melibatkan diri pada
perhitungan atau angka atau kuantitas. Istilah yang digunakan untuk penelitian
kualitatif, yaitu penelitian atau inkuiri naturalistik atau alamiah, etnigrafi
interaksionis simbolik, perspektif kedalam, etnometodologi, the Chicago school,
fenomenologis, studi kasus, iterpretatif, ekologis, dan deskriptif (Bogdan dan
biklen, 1982:3). Beberapa defenisi penelitian kualitatif sebagai prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau
lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kuantitatif
dari defenisi lainnya dapat diamati bahwa hal itu merupakan penelitian yang
dimanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan,
perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang.
B. FUNGSI
DAN PEMANFAATAN PENELITIAN
Beberapa manfaat penelitian kualitatif :
a) Pada
penelitian awal dimana subjek penelitian tidak didefenisikansecara baik dan
kurang dipahami.
b) Pada
upaya pemahaman penelitian perilaku dan penelitian motivasional
c) Untuk
penelitian konsultatif
d) Memahami
isu-isu rumit sesuatu prosese. Untuk keperluanevaluasi
C. KARAKTERISTIK
PENELITIAN KUALITATIF
Penelitian
kualitatif memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan penelitian jenis
lainnya, yaitu :
Ciri
ke-1 : latar alamiah
Ciri
ke-2 : manusia sebagai alat (instrument)
Ciri
ke-3 : metode kualitatif
Ciri
ke-4 : analisis data secara induktif
Ciri
ke-5 : teori dari dasar
Ciri
ke-6 : deskriptif
Ciri
ke-7 : lebih mementingkan proses daripada hasil
Ciri
ke-8 : adanya batas yang ditentukan oleh focus
Ciri
ke-9 : adanya criteria khusus untuk keabsahan data
Ciri
ke-10 : desain yang bersifat sementara
Ciri
ke-11 : hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama
D. LANDASAN
TEORETIS PENELITIAN KUALITATIF
Seorang
peneliti yang mengadakan penelitian kualitatif biasanya berorientasi pada teori
yang sudah ada. Peneliti yang baik menyadari dasar orientasi teoritis data.
Teori membantu menghubungkannya dengan data. Data yang menunjang pendekatan
kualitatif namun yang menjadi landasan pokoknya adalah fenomenologi.
E. PERBEDAAN
PENELITIAN KUALITATIF DENGAN PENELITIAN KUANTITATIF
Penelitian
kualitatif berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia
sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, mangadakan analisis
data secara induktif, mengarahkan sasaran penelitiannya pada usaha menemukan
teori dari data bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses dari pada hasil,
membatasi studi dengan fokus, memiliki seperangkat kritreria untuk memeriksa
keabsahan data, rancangan penelitiannya bersifat sementara, dan hasil
penelitiannya disepakati oleh kedua belah pihak (peneliti dan subjek
penelitian). Dasar teoritis penelitian kualitatif bertumpuk pada pendekatan
fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan dan etnometodologi. Pendekatan
fenomenologis berusaha memahami subjek dari segi pandangan mereka sendiri
interaksi simbolik mendasarkan diri dari pengalaman manusia yang ditengahi oleh
penafsiran, segala sesuatu tidak memiliki pengertian sendiri-sendiri, sedangkan
pengertian itu dikenakan padanya oleh seseorang sehinggga dalam hal ini
penafsiran menjadi esensial. Etimedologi merupakan studi bagaimana tentang
individu menciptakan dan mencapai kehidupan sehari-hari. Dimana penelitian
kualitatif adalah penelitian alamiah dan penelitian kuantitaif adalah sebagai
penelitian ilmiah. Juga dapat dibedakan dari segi paradigma dan segi
metodologi.
BAB
2
PARADIGMA
PENELITIAN KUALITATIF
A. PARADIGMA
PENELITIAN KUALITATIF
Penelitian
pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk
lebih membennarkan kebenaran. Paradigma menurut Bogdan dan Biklen (1982:32),
adalah kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang di pegang bersama, konsep
atau proposisi ynag mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Paradigma
merupakan pola atau modal tentang bagaimana sesuatu distriktur (bagian dan
hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku yang di dalamnya
ada konteks khusus atau dimensi waktu).
B. BEBERAPA
SEGI SUATU TEORI
1)
Pengertian dan Fungsi Teori
Snelbecker
(1974: 31) mendefenisikan teori sebagai seperangkat proposisi yang berinteraksi
secara sintaksi (yaitu yang mengikuti aturan tertentu yang dapat dihubungkan
secara logis dengan lainnya dengan data atas dasar yang dapat diamati) dan
berfungsi sebagai wahana untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang di
amati.
2)
Bentuk formulasi teori
Menurut
Glaser dan Straus (1980;31), untuk keperluan penelitian kualitatif yang di
kenal dengan teori dari dasar, penyajian suatu teori dapat dilaksanakandalam 2
bantuk, yaitu (a) penyajian dalam bentuk seperangkat proposisi atau secara
proposional dan (b) dalam bentuk diskusi teoritas yang memanfaatkan kategori
konseptual dan kawasannya.
3)
Teori Substantif dan Teori Formal
Teori
substantif adalah teori yang dikembangkan untuk keperluan substantif atau
empiris dalam inkuiri suatu ilmu pengetahuan. Teori formal adalah teori untuk
keperluan atau yang disusun secara konseptual dalam bidang inkuiri suatu ilmu
pengetahuan.
4)
Unsur-unsur Teori
Unsur-unsur
teori yang dibentuk melalui analisis perbandingan meliputi (a) kategori
konseptual dan kawasan konseptualnya dan (b) hipotesis kerja atau hubungan
generalisasi diantara katergori dan kawasannya serta (c) integrasi.
C. Penyusunan
Teori (Theory Building)
1)
Penyusunan Teori Formal dan Kegunaannya
2)
Verifikasi Teori
D. Penyusunan
Teori-Dari-Bawah (grounded theory)
Penyusunan
Teori Dari Bawah (TDB) menurut Pandit, yang terlebih dahulu perlu memahami tiga
unsur dasar TDB yaitu konsep, kategori, dan porposisi.
E. Beberapa
Perseolan yang Berkaitan dengan Teori
Bagian
ini menyajikan empat persoalan yang langsung maupun tidak langsung dengan
penyusunan teori.
BAB
III
PERUMUSAN
MASALAH DALAM PENELITIAN KUALITATIF
A.
Pembatasan
Masalah Studi Melalui Fokus
Pada
dasarnya penelitian kualitatif tidak dimulai dari sesuatu yang kosong, tetapi
dilakukan berdasarkan persepsi seseorang terhadap adanya masalah. Ada dua
maksud tertentu yang ingin peneliti capai dalam merumuskan masalah penelitian
dengan jalan memanfaatkan fokus. Pertama, penetapan fokus dapat membatasi studi.
Jadi dalam hal ini fokus akan membatasi bidang inkuiri. Kedua, penetapan fokus
itu berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusi-eksklusi atau kriteria masuk
keluar ( inclusion-exlusion criteria ) suatu informasi yang baru diperoleh di
lapangan. Penetapan fokus atau masalah dalam penelitian kualitatif bagaimanapun
akhirnya akan dipastikan sewaktu peneliti sudah berada di arena atau lapangan
penelitian.
B.
Model
Perumusan Masalah
Pertama,
perumusan masalah penelitian melalui fokus. Masalah penelitian itu dirumuskan
dalam bentuk fokus yang penelitian membatasi studi itu sendiri disamping
diperlukan sebagai kriteria inklusi-eksklusi; sifat perumusan masalah sebelum
penelitian akhirnya tentatif, yang berarti masih dapa berkembang sekaligus
disempurnakan sewaktu peneliti sudah berada dilapangan. Kedua, model perumusan
masalah yang dicatat dari dua belas contoh memberikan gambaran lengkap bahwa
terdapat berbagai cara dan gaya dalam merumuskan masalah penelitian. Dengan
berpatokan pada sejumlah kriteria tertentu, maka bagian ketiga mencoba
menganalisis kedua belas contoh yang disajikan. Hal analisis perumsan masalah
penelitian tersebut dituangkan kedalam prinip-prinsip perumusan masalah yang
dapat dijadikan pegangan oleh para pembaca sewaktu merumuskan masalah
penelitiannya sendiri.
C.
Analisis
Perumusan Masalah
Jika
model-model rumusan masalah diatas dikaji, tentu saja pengkajian itu perlu
didasarkan atas sejumlah patokan tertentu. Pengkajian model-model itu dalam hal
ini didasarkan atas enam patokan. a. Kriteria Analisis b. Kajian dan Temuan
D.
Prinsip-Prinsip
Perumusan Masalah
Pengajuan
prinsip-prinsip perumusan masalah berikut ini pada dasarnyadiuraikan secara
berturut-turut sebagai berikut :
1) Prinsip
yang Berkaitan dengan Teori Dari Dasar
2) Prinsip
yang Berkaitan dengan Maksud Perumusan Masalah
3) Prinsip
Hubungan Faktor
4) Fokus
Sebagai Wahana Untuk Membatasi Studi
5) Prinsip
yang Berkaitan dengan Kriteria Inklusi-Eksklusi
6) Prinsip
yang Berkaitan dengan Bentuk dan Cara Perumusan Masalah
7) Prinsip
Sehubungan dengan Posisi Perumusan Masalah
8) Prinsip
yang Berkaitan dengan Hasil Penelaahan Kepustakaan
9) Prinsip
yang Berkaitan dengan Penggunaan Bahasa
E.
Langkah-Langkah
Perumusan Masalah
Berikut
ini dikemukakan tentang langkah-langkah perumusan masalah penelitian. Adapun
langkah-langkah perumusan masalah adalah seperti berikut ini. Langkah 1:
Tentukan fokus penelitian. Langkah 2: Cari berbagai kemungkingan faktor yang
ada kaitannyan dengan fokus tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus. Langkah
3: Dari antara faktor-faktor yang terkait adakan pengkajian mana yang sangat
menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan nama yang dipilih. Langkah 4: Kaitkan
secara logis faktor-faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian.
BAB
4
TAHAP-TAHAP
PENELITIAN
A.
Tahap
Penelitian Secara Umum
1.
Tahap Pra-lapangan
Dalam
tahap pra-lapangan terdapat enam tahap kegiatan yang harus dilakukan oleh
peneliti ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu sebagai
berikut:
a. Menyusun
Rancangan Penelitian
b. Memilih
Lapangan
c. Mengurus
Perizinan
d. Menjajaki
dan Menilai Lapangan
e. Memilih
dan Memanfaatkan Informasi Penelitian
f. Menyiapkan
Perlengkapan Penelitian
g. Persoalan
Etika Penelitian
2.
Tahap Pekerjaan Lapangan
Uraian
tentang tahap pekerjaan lapangan dibagi atas tiga bagian, yaitu:
a)
Memahami Latar Penelitian dan Persiapan
Diri.
b)
Dalam hal ini seorang peneliti perlu
memahami latar penelitian terlebih dahulu, hendak menyesuaikan penampilannya
dengan subjek yang diteliti, menjalin hubungan akrab antara subjek dan peneliti
dan menentukan waktu penelitian.
c)
Memasuki Lapangan.
d) Dalam
hal ini peneliti menjalin keakraban terhadap subjek, mempelajari bahasa dan
ikut berperanserta.
e)
Berperan-serta Sambil Mengumpulkan Data.
f)
Dalam hal ini peneliti mampu mengarahkan
jadwal penelitian, menggunakan catatan lapangan, menggunakan alat bantu
mengingat data, ingat istirahat bila itu perlu, bersikap netral, dan melakukan
analisis dilapangan.
3.
Tahap Analisis Data ( akan dibahap pada
bab selanjutnya)
B.
Tahap
Penelitian Secara Siklikal
Jika seorang peneliti mengikuti model
penelitian menurut Spradley, yaitu proses penelitian yang mengikuti suatu
lingkaran atau proses penelitian siklikal, maka berturut-turut ia akan
melaksanakan pengamatan deskriptif, analisis domain, pengamatan terfokus,
analisis taksonomi, pengamatan terpilih, analisis komponen, dan analisis tema. Pada
bagian ini dikemukakan dua hal yang berhubungan dari segi analisis data yaitu:
1.
Analisis Data
Di
mana penelitian yang menggunakan langkah-langkah yang telah dikemukakan oleh
Spradley, analisis data dilaksanakan langsung bersama-sama dengan pengumpulan
data. Di dalam analisis data ini ada empat tahap dan diselingi dengan
pengumpulan data, yaitu: Analisis Domain, yaitu analisis data yang dilakukan terhadap
datayang di peroleh dari pengamatan berperanserta/wawancara.
2.
Analisis Taksonomi, yaitu analisis fokus
melalui pengajuan sejumlah pertanyaan kontraks untuk memperdalam data yang
telah ditemukan.
3.
Analisis Komponen, yaitu analisis yang
dilakukan setelah analisis taksonomi yang dilakukan dalam bentuk wawancara
untuk memperdalam data yang telah ditemukan dari hasil analisis fokus..
4.
Analisis Tema, yaitu seperangkat
prosedur untuk memahami secara holistik pemandangan yang sedang diteliti.
Interpretasi Data Interpretasi data merupakan upaya untuk memperoleh arti dan makna
yang lebih mendalam dan luas terhadap hasil penelitian yang sedang dilakukan
dengan cara meninjau hasil penelitian secara kritis.
BAB
5
TEKNIK
PENELITIAN
A.
Sumber
dan Jenis Data
Sumber
data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan,
selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lainnya.
1) Kata-kata
dan tindakan
2) Sumber
tertulis
3) Foto
4) Data
statistik
B.
Peranan
manusia sebagai instrument penelitian
1. Pengamatan
berperansertaMenceritakan kepada peneliti apa yang dilakukan oleh
orang-orangdalam situasi peneliti memperoleh kesempatan mengadakan pengamatan.
2. Manusia
sebagai instrument penelitian Ada 3 hal yang dibahas disini yaitu mencakup ciri-ciri
umum, kualitas yang diharapkan, dan kemungkinan peningkatan manusia sebagai instrument.
C.
Pengamatan
1) Alasan
pemanfaatan pengamatan
2) Macam-macam
pengamatan dan derajat peranan pengamat
3) Apa
yang di amati
4) Pengamatan
dan pencatatan data
5) Pengamat
yang diamati
6) Beberapa
kelemahan pengamatan
D.
Wawancara
1. Pengertian
dan macam-macam wawancara
2. Bentuk-bentuk
pertanyaan
3. Penata-urutan
pertanyaan
4. Perencanaan
wawancara
5. Pelaksanaan
dan kegiatan sesudah wawancara
E.
Catatan
Lapangan
1) Pengertian
dan kegunaan
2) Bentuk
3) Isi
catatan lapangan
4) Proses
penulisan catatan lapangan
F.
Penggunaan
Dokumen
1. Pengertian
dan kegunaan
2. Dokumen
pribadi
a. Buku
harian b. Surat pribadi c. Otobiografi
3. Dokumen
resmi
4. Teknik
mempelajari dokumen melalui analisis konten
a. definisi
b. prosedur analisis konten kualitatif
G.
Sampling
dan Satuan Kajian (unit of analysis)
satuan kajian biasanya ditetapkan juga dalam
rancangan penelitian. Keputusan tentang penentuan sampel, besarnya dan strategi
sampling, pada dasarnya bergantung pada penetapan satuan kajian.
H.
Beberapa
Teknik Penelitian Lainnya
1. Wawancara
kelompok fokus dalam penelitian kualitatif
b. Asal
mula kelompok fokus dan wawancara kelompok
c. Definisi
1)
Wawancara kelompok
2)
Kelompok fokus
3)
Kelompok fokus dalam penelitian
kualitatif
BAB
6
ANALISIS
DAN INTERPRETASI DATA
A.
Analisis
Data dan Penulisan Teori
Konsep analisis Data Analisis data
kualitatif ( Bodgan & Biklen,1982) : upaya yang dilakukan dengan jalan
bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan
yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan
apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan
kepada orang lain.
Komponen-komponen yang perlu ada dalam sesuatu
analisis data :
a. Pemrosesan
Satuan
1. Tipologi
Satuan. Satuan : Satuan suatu latar social. Dua jenis satuan menurut Patton yaitu
(1) Tipe asli dan (2) tipe hasil konstruksi analisis.
2. Penyusunan
satuan Ada 2 karakteristik satuan menurut Lincoln dan Kuba: (1) heuristic dan
(2) merupakan sepoting informasi yang dapat berdiri sendiri. Langkah pemrosesan
satuan atau penyusunannya: analisis, identifikasi satuan, dan memasukkannya
dalam kartu indeks
b. Kategorisasi
1. Fungsi
dan Prinsip Kategorisasi
Kategorisasi
berarti penyusunan kategori. Tugas pokok kategorisasi : (1) mengelompokkan
kartu secara jelas (2) merumuskan aturan dan sebagai dasar pemeriksaan
keabsahan data (3) menjaga agar setiap kategori mengikuti prinsip taat asas.
2. Langkah
– langkah Kategorisasi
Metode
yang digunakan dalam kategorisasi berdasarkan atas metode analisis komparatif.
c. Penafsiran
Data
Penafsiran
data dijabarkan ke dalam (1) tujuan, (2) prosedur, (3) peranan hubungan kunci, (4)
peranan iterigasi data, (5) langkah-langkah penafsiran data dengan menggunakan
metode analisis komparatif.
B.
Modus
Analisis Data
Ada 3 pendekatan modus
analisis data yaitu:
1)
Hermeneutik : landasan filsofi dan juga
merupakan modus analisis data yang bekaitan dengan pengertian dan tekstual
2)
Semiotik : berkaitan dengan makna dari
tanda dan symbol dalam bahasa, dan merupakan analisis konten.
3)
Narasi dan Metafora : sejak lama telah
menjadi istilah kunci dalam diskusi bahasa dan analisisnya
C.
Tahap
Analisis Data Secara Umum
Ada
3 hal pokok yang diuraikan dalam analisis data:
1)
konsep dasar,
2)
menemukan tema dan merumuskan hipotesis
kerja,
3)
bekerja denganhipotesis kerja
D.
Tiga
Model Analisis Data
Ada
3 model dalam analisis data yaitu:
1. Metode
Perbandingan Tetap, dinamakan demikian karena dalam analisis data, secara tetap
membandingkan satu datum dengan datum yang lain dan kemudian secara tetap
membandingkan kategori dan kategori lainnya,
2. Metode
Analisis Data menurut Spradley yang tak terlepas dari keseluruhan proses
penelitiandan dinyatakan dengana teknik pengumpulan data,
3. Metode
Analisis Data menurut Miles dan Huberman, didasarkan pada pandangan paradigma yang
positivisme. Analisis data dilakukan dengan mendasarkan diri pada penelitian
lapangan dan menggunakan matriks.
E.
Analisis
Data Kualitatif dengan Komputer
Analisis data dengan komputer
menggunakan banyak model namun yang relative dan banyak digunakan dan cukup
popular adalah yang dinamakan NUD*IST (Non Numerical Unstructures Data Indexing
Searching and Theory Building). Proyek ini memiliki 2 sistem yaitu, Sistem
Dokumendan Sistem Indeks. QSR NUD*IST adalah system software yang fungsional yang berfungsi jamak untuk
pengenbangan; menunjang dan manajemen proyek analisis dan kualitatif. Denagan
menggunakan NUD*IST dapat mengelola, mencari dokumen, mengkode & mencari
teks.
BAB
7
KRITERIA
DAN TEKNIK PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
A.
Alasan
dan Acuan
Yang
dimaksud dengan keabsahan data adalah bahwa setiap keadaan harus memenuhi :
a. Mendemonstrasikan
nilai yang benar
b. Menyediakan
dasar agar hal itu dapat diterapkan
c. Memperbolehkan
keputusan luar yang dapat dibuat tentang konsistensi dan prosedurnya dan
kenetralan dari temuan dan keputusannya itu dasar dari hubungan keabsahan data
pada dasarnya adalah sederhana. Bagaimana peneliti membujuk agar pesertanya
termasuk dirinya bahwa temuan-temuan peneliti dapat dipercaya atau dapat
dipertimbangkan. Berikut ini dikemukakan perbandingan antara penelitian
kuantitatif dan penelitian kualitatif dari segi konstruknya: Konstruk Kuantitatif
Kualitatif Nilai benar Aplikabilitas Konsistensi
Netralitas Validitas internal Validitas eksternal Reliabilitas Objektivitas Kredibilitas
Transfer abilitas Dependabilitas konfirmabilitas
B.
Kriteria
dan Keabsahaan Data
Untuk menetapkan keabsahan data
diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas
sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan antara lain:
a. Kriteria
derajat keterpercayaan pada dasarnya menggantikan konsep validitas internal
dari nonkualitatif. Kriteria ini berfungsi. Melaksanakan inkuiri sedemikian
rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat di capai. Mempertunjukan
derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti
pada kenyataan ganda yang sedang ditetliti
b. Kriteria
keterlihatan. Konsep ini menyatakan bahwa generalisasi suatu penemuan dapat
berlaku atau diterapkan pada semua konteks dalam populasi yang sama atas dasar penemuan
yang diperoleh dalam sampel yang secara repsentatif mewakili populasi
c. Kritera
ketergantungan merupakan subsitusi istilah reliabilitas dalam penelitian yang
nonkualitatif. Pada cara nonkualitaitf, realibilitas ditunjukan dengan jalan
mengadakan replikasi studi.
d. Kriteria
kepastian. Kriteria kepastian berasal dari konsep objektivitas menurut
nonkualitatif. Nonkualitatif menetapkan objektivitas dari segi kesepakatan
antara subjek.
C.
Teknik
pemeriksaan keabsahaan data
Kriteria derajat kepercayaan pemeriksaan
datanya dilakukan dengan teknik
perpanjangan keikut sertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi,
pengecekan anggota, kriteria ketergantungan dan kepastian pemeriksaan dilakukan
dengan teknik auditing. Lebih lengkapnya dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:
Kritetria Teknik pemeriksaan Kredibilitas.
1)
Perpanjangan keikutsertaan
2)
Ketekunan pengamatan
3)
Triagulasi
4)
Pengejekan sejawat
5)
Kecukupan referensial
6)
Kajian kasus negatif
7)
Pengecekan anggota Kepastian
8)
Uraian rinciKebergantungan
9)
Audit kebergantungan kepastian
10) Audit
kepastian
BAB
8
TEKNIK
PENULISAN LAPORAN PENELITIAN
A.
Fungsi
Laporan Hasil Penelitian
Setiap selesai mengadakan penelitian
biasanya peneliti membuat hasil penelitian. Laporan hasil penelitian itu
dimanfaatkan untuk studi akademis. Penulisan laporan penelitian dimanfaatkan
juga untuk keperluan perkembangan ilmu pengetahuan. Ada pula penelitian yang
dilakukan karena keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintahan, atau
lembaga bisnis tertentu. Dan penulisan hasil penelitian dapat pula dimanfaatkan
untuk keperluan publikasi ilmiah.
B.
Kerangka
dan Isi Laporan
Kerangka
laporan penelitian
I.
Tujuan penelitian
A. Konteks
penelitian
B. Fokus
Penelitian
II.
Keputusan-keputusan tentang metode
A. Ketetapan
metode
B. Keputusan-keputusan
desain dan sampling apakah yang telah dibuat, apa alasannya dan apa
konsekuensinya?
III.
Presentasi data
A. Deskripsi
tentang informasi tentang program
B. Deskripsi
penemuan yang diorganisasi disekitar pertanyaan-pertanyaan penelitian dan
pemakai informasi
C. Analisis
data
D. Penafsiran
dan penjelasan
IV.
Validasi dan verifikasi penemuan
A. Rincian
tentang pelaksanaan metode dan pelaporan pada setiap tingkatan awal dari
prosedur yang diharapkan.
B. Derajat
kepercayaan penemuan
V.
Kesimpulan dan rekomendasi
C.
Teknik
dan Strategi Penulisan Laporan
1. Langkah-langkah
penulisan laporan Lincoln dan Cuba
membagi langkah-langkah penulisan itu ke dalam dua tahap besar, yaitu tahap
awal dan tahap penulisan yang sebenarnya. Pertama, adalah menyusun materi data
sehingga bahan-bahan itu dapat secepatnya tersedia apabila diperlukan. Kedua,
penyusunan kerangka laporan Ketiga, mengadakan uji silang antara indeks bahan
data dengan kerangka yang baru disusun. Setelah pekerjaan tersebut selesai
barulah penulis siap menghadapi penulisan sebenarnya. Tahap penulisan ini perlu
disertai penjajakan audit. Hal itu memungkinkan penulis untuk melaporkan fakta
yang benar-benar fakta atas dasar sumber yang dapat ditunjukkan dan, dengan
demikian, peneliti benar-benar yakin untuk membuat pertanyaan yang senantiasa
didukung oleh data.
2. Teknik
penulisan laporan
Dalam
hal ini mencangkup tiga hal, yaitu cara penulisan, gaya penulisan, dan diakhiri
dengan petunjuk umum penulisan.
3. Petunjuk
penulisan laporan
Ada 6 macam petunjuk petunjuk penulisan
yang diberikan oleh Lincoln dan Cuba:
1)
Penulisan hendaknya dilakukan secara
informal
2)
Penelitian hendaknya tidak bersifat
penafsiran atau evaluatif kecuali bagian yang mempersoalkan hal itu
3)
Penulis hendaknya menyadari jangan
sampai terlalu banyak data yang dimasukkan
4)
Penulis hendaknya tetap menghormati
janji tidak menuliskan nama dan menjaga kerahasiaan
5)
Penulis hendaknya tetap melaksanakan
penjajakan audit
6)
Penulis hendaknya menetapkan batas waktu
penyelesaian laporannya dan bertekad untuk menyelesaikannya.
D.
Penelaahan
Hasil Penulisan
Suatu
penelahaan dapat dilakukan oleh siapapun tetapi penelaahan itu didasarkan pada
patokan atau kriteria tertentu. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan, pertama,
penelaahan perlu dilakukan oleh anggota-anggota tim penelitian itu sendiri.
Kedua, penelaahan pada tahap ini hendaknya tidak hanya dilakukan oleh mereka
yang mempunyai latar belakang tentang yang diteliti, tetapi juga oleh yang
berasal dari luar lingkaran penelitian. Ketiga, penelaahan dilakukan oleh dua kelompok
itu secara bersam-sama.
E.
Penulisan
Karya Tulis Ilmiah
Pendahuluan,
tulisan ini akan mempersoalkan : apa. Mengapa, dan bagaimana penulisan karya
tulis ilmiah. Maksud dan tujuan, hal ini menjadi dasar para penulis atau para
ilmuan tertarik untuk berkarya dalam bidang ilmu pengetahuan dengan jalan
menulis karya tulis ilmiah. Kriteria karya tulis ilmiah :
1. Kriteria
konseptual, terdiri dari fakta, teori dan postulat.
2. Kriteria
prosedural, susunan format untuk untuk makalah ilmiahsecara berurutan.
3. Kriteria
teknikal, singkat, akurat dan tidak menggunakan bahasa berbung-bunga, harus
mudah dipahami dan isinya memperbolehkan pembaca untuk dapat mereprodukrsi apa
yang ditulis.
Panduan penulisan karya
tulis ilmiah, pada komunitas ilmiah sudah ada konvensi untuk mengikuti suatu
format tertentu :
1. Judul
2. Abstrak
3. Pendahuluan
4. Materi
dan Metode
5. Hasil/temuan
6. Pembahasan
7. Kepustakaan
BAB
9
PROPOSAL
ATAU RANCANGAN PENELITIAN
Pendahuluan seorang peneliti yang akan melaksanakan
penelitian jelas harus mengadakan persiapan, baik persiapan fisik,
administratif, maupun persiapan secara teoritis. Peneliti harus membuat
keputusan-keputusan tentang persiapan- persiapan yang diadakan tersebut.
A.
Pengertian
Proposal Penelitian
“Proposal
atau rancangan penelitian” populer dengan istilah research design Kata design ialah
rencana, yang apabila dikaji lebih lanjut, dapat berarti pola, potongan,
bentuk, model, tujuan, dan maksud (Echols & Hasan Shadily). Pengertian research
design juga diartikan sebagai tahap perlakuan sebelum dan sesudah eksperimen
(Campbell & Stanley), juga dipandang sebagai tahap-tahap pelaksanaan
pengumpulan data (Nancy Chism). Maka dari itu, proposal atau rancangan
penelitian dibagi ke dalam tahap orientation, personal development history, dan
perspective.
B.
Komponen-komponen
Proposal Peneltian
Proposal
peenelitian berarti persiapan kemungkinan dan perlengkapan. Hal tersebut
merupakan sebagai komponen-komponen penelitian. Lincoln dan Guba mengemukanan
sepuluh kemungkinan dan perlengkapan, yaitu :
1. Penentuan fokus penelitian.
2.
Penentuan kesesuaian paradigma dengan
fokus.
3.
Penentuan Kesesuaian Paradigma dengan
Teori Substantif yangMembimbing Studi.
4.
Penentuan dari Mana dan Dari Siapa Data Dikumpulkan
5.
Penentuan Tahap-tahap Penelitian.
6.
Penentuan Teknik Penelitian.
7.
Perencanaan Pengumpulan dan Pencatatan
Data.
8.
Perencanaan Prosedur dan Pelaksanaan
Analisis Data
9.
Perencanaan Perlengkapan Penelitian. a. Pertimbangan
Logistik Secara Keseluruhan Sebelum Penyelenggaraan Penelitian. b. Pengadaan
Perlengkapan Sebelum Terjun ke Lapangan. c. Perencanaan Perlengkapan Sewaktu
Berada di Lapangan. d. Penyiapan Logistik Sesudah Kegiatan Lapangan e. Perencanaan
Logistik Mengakhiri dan Menutup.
10. Perencanaan
untuk Pemeriksaan Keabsahan Data.
C.
Proposal
Penelitian Alamiah dan Kedudukan Paradigma
Paradigma
ilmiah munculnya baru pada tahun 80-an. Sebelumnya sudah ada usaha-usaha untuk
mengubah paradigma ilmiah tetapi masih terbentur pada bangunan asumsi,
kepercayaan, dan aksioma yang belum mantap sehingga banyak peneliti yang terlihat seperti akan ke luar
dari paradigma ilmiah tetapi masihterperangkap pada aksioma, kepercayaan, dan
asumsi tersebut.
D.
Kerangka
Rancangan Penelitian
Kerangka
rancangan penelitian kualitatif yang dapat dimanfaatkan ketika membuat usulan
penelitian, tesis, disertasi, ataupun usulan suatu proyek.
Bab
I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang.
B. Fokus
Penelitian dan Perumusan Masalah.
C. Tujuan
Penelitian .
D. Paradigma.
E. Manfaat
Penelitian.
Bab
II. ACUAN TEORI
A. Berkaitan
dengan Fokus Penelitian.
B. Sub
Fokus 1.
C. Sub
Fokus 2.
D. Sub
Fokus 3, dst.
Bab
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Deskripsi
Latar, Sumber Data, Satuan Kajian, dan Entri.
B. Metode/Teknik
Penelitian.
C. Data
dan Sumber Data.
D. Prosedur
Pengumpulan Data.
E. Analisis
Data.
F. Pemeriksahan
Keabsahan Data.
Bab
IV. PAPARAN DATA DANTEMUAN HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi
Data.
B. Temuan
Hasil Penelitian.
C. Pembahasan
Temuan Hasil Penelitian.
BAB
V. KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN-SARAN
A. Kesimpulan.
B. Implikasi.
C. Saran-saran.
No comments:
Post a Comment