




KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT atas
taufik dan hidayah-Nya yang telah melimpahkan kepada penulis sehingga modul ini
dapat diselesaikan dengan baik. Modul ini disusun dengan tujuan untuk membantu
siswa dalam proses pembelajaran agar peserta memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang lebih baik berkenaan materi pembelajaran. Penulisan modul ini
dapat terlaksana dengan baik berkat kerja keras penulis sehingga sesuai dengan
waktu yang telah ditetapkan dapat menyelesaikan tugas penyiapan modul ini.
Pembahasan dalam modul ini tentang
Interaksi
manusia dengan lingkungan. Dimana dalam pengkajian modul ini
mengajarkan tentang bagaimana cara berinteraksi manusia dengan lingkungannya
agar tercipta suasana yang hamonis. Diharapkan dengan pemahaman tentang interaksi
manusia dengan lingungan tersebut akan
mendorong siswa untuk tetap bersyukur kepada Tuhan dan senantiasa menjaga
lingkungannya. kemudian akan tecapai tujuan pendidikan dengan menciptakan
peserta didik yang nasionalis. Sesuai dengan konsep Kurikulum 2013, Modul ini
disusun mengacu pada pembelajaran terpadu IPS yang secara
utuh dapat dipergunakan untuk meningkatkan
kompetensi siswa dalam ketiga ranah tersebut. Tiap pengetahuan yang diajarkan,
pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam
menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara konkret dan abstrak.
Apabila
di dalam modul ini masih banyak kekurangan dan kesalahan penulis mohon maaf.
Oleh karena itu, saran dan kritikan demi perbaikan modul ini sangat penulis
harapkan. Akhirnya, semoga modul ini memberikan manfaat pada kita, khusus bagi
para siswa dalam upaya meningkatkan kompetensi mereka. Amin ya Rabbal Alamin,
Terima kasih.
Semarang,
Desember 2014
Achmad Zurohman
(0301514014)
DAFTAR
ISI
Halaman
Halaman Judul
Kata Pengantar.................................................................................... i
Daftar isi............................................................................................... ii
Latar Belakang ....................................................................................... 1
Tujuan .................................................................................................... 1
Ruang
Lingkup ...................................................................................... 1
Interaksi Manusia dengan Lingkungan .................................................. 2
Hubungan Manusia dengan Alam .......................................................... 3
Ciri-ciri
makhluk hidup .......................................................................... 5
Permasalahan-permasalahan yang Timbul antara Manusia dan Alam .... 6
Akibat dan dampak dari kerusakan hutan ............................................. 8
Tugas
Individu....................................................................................... 11
Daftar
Pustaka ...................................................................................... 12
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan
salah satu mata pelajaran yang diberikan
mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa,
fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang
SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan
Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat
menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta
warga dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi
tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan
setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan
pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial
masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif,
dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam
kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik
akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang
berkaitan.
B. Tujuan
Mata pelajaran IPS bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan
kehidupan masyarakat dan lingkungannya
2. Memiliki kemampuan
dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan
dalam kehidupan sosial
3. Memiliki
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
4. Memiliki
kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang
majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai
berikut.
1. Manusia, Tempat,
dan Lingkungan
2. Waktu,
Keberlanjutan, dan Perubahan
3. Sistem Sosial dan
Budaya
4. Perilaku Ekonomi
dan Kesejahteraan.
![]() |
A.
Interaksi Manusia dengan Lingkungan
Manusia adalah makhluk
yang paling canggih, paling sempurna, karena memiliki kelebihan dibanding
makhluk-makhluk hidup lainnya. Manusia memiliki bentuk fisik, fungsi tubuh
serta karakteristik pertumbuhan tubuh yang berbeda dengan mahluk lainnya.
Dengan kualitas kelebihannya inilah manusia dapat tumbuh dan berkembang
menguasai alam. Pada manusia dikenal dengan kata pertumbuhan dan perkembangan.
Keduanya ini memiliki perbedaan. Istilah pertumbuhan digunakan untuk
menunjukkan perubahan pada fisik biologis. Manusia sebelum terbentuk menjadi
individu baru akan mengalami tahap-tahap pertumbuhan yang dimulai pada bulan
pertama hingga bulan ke sembilan kehamilan. Sementara istilah perkembangan
digunakan untuk menunjukkan adanya perubahan pada aspek psikologis. Secara
psikologis manusia mengalami perkembangan seperti berikut : Fase bayi
dan kanak-kanak, Fase anak-anak, Fase remaja, Fase dewasa, Fase setengah baya,
dan Fase usia tua.
![]() |
Mengamati Lingkungan
Lingkungan adalah
segala sesuatu yang ada di sekitar manusia baik berupa benda hidup, benda mati,
benda nyata ataupun abstrak, termasuk manusia lainnya, serta suasana yang
terbentuk karena terjadinya interaksi di antara elemen-elemen di alam tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan hidup diantaranya yaitu komponen
biotik dan abiotik. Komponen biotik yaitu zat-zat yang tidak memiliki
sifat-sifat kehidupan tetapi diperlukan oleh lingkungan makhluk hidup, seperti
: air, tanah, dsb. Sementara komponen abiotik yaitu zat-zat yang memiliki
sifat-sifat kehidupan. Sumber alam biotik mempunyai kemampuan memperbanyak diri
atau bertambah. Misalkan : tumbuhan dapat berkembang biak dengan biji atau
spora, dan hewan-hewan menghasilkan keturunannya dengan telur atau melahirkan.
B.
Hubungan
Manusia dengan Alam
Berkenaan dengan
hubungan manusia dengan alam, paling tidak ada empat paham, yaitu :
1.
Paham Determinisme
Paham ini berpandangan bahwa populasi manusia
dengan perkembangan kebudayaannya ditentukan oleh kondisi alam. Meskipun
manusia dipandang sebagai makhluk yang dinamis, mobilitasnya tetap dibatasi dan
ditentukan oleh kondisi alam di permukaan bumi.
2.
Paham Posibilisme
Paham ini berpendapat bahwa alam lingkungan sebagai
faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tidak lagi dipandang
sebagai faktor yang menentukan. Manusia dengan kemampuan budayanya dapt memilih
kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh
alam lingkungannya, telah dipandang aktif sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya. Dalam paham posibilisme, manusia mempunyai peranan penting dalam
mengontrol kehidupannya dan berhak menentukan proses produksi yang dipilihnya.
3.
Paham Optimisme Teknologi
Kemajuan dan penerapan teknologi telah membawa
kemajuan pemanfaatan sumber daya alam bagi kepentingan pembangunan yang menjadi
penopang kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu, teknologi sebagai
perantara dalam pengolahan sumber daya alam dan memenuhi kebutuhan manusia.
Teknologi dengan penerapannya bukan lagi sebagai alternatif, melainkan telah
menjadi keyakinan yang menjamin hidup dalam kehidupan manusia. Selanjutnya
mereka mengarah kepada ketergantungan teknologi sehingga mereka tidak percaya
terhadap adanya Tuhan.
4.
Paham Keyakinan Ketuhanan
Paham ini mengembangkan IPTEK dengan disertai
oleh iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Karena manusia menyadari yang
berkuasa di alam semesta ini adalah Tuhan dan kewajiban manusia adalah untuk
memelihara dan mengembangkannya.
Namun
jumlah manusia dan kebutuhannya terus bertambah sehingga mereka terus-menerus
mengambil sumber daya yang ada di alam. Kenyataannya, tidak hanya jumlahnya
yang bertambah, tetapi gaya hidupnya juga berubah. Makin maju kehidupan manusia
makin banyak kebutuhannya. Kebutuhan itu tidak lagi hanya sekadar terpenuhinya
kebutuhan primer berupa sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (tempat
tinggal), tetapi juga kebutuhan sekunder berupa kendaraan, pakaian bermerk, dan
lain-lain. Manusia menciptakan berbagai benda penunjang untuk memenuhi
kebutuhannya. Benda-benda
tersebut kemudian menjadi bagian dari lingkungan secara keseluruhan. Bahkan, di daerah perkotaan, lingkungannya didominasi oleh komponen-komponen kehidupan perkotaan seperti jalan, jembatan, permukiman, perkantoran, hotel, dan lain-lain. Lingkungan alam telah diganti atau diubah secara besar-besaran oleh lingkungan buatan atau binaan.
tersebut kemudian menjadi bagian dari lingkungan secara keseluruhan. Bahkan, di daerah perkotaan, lingkungannya didominasi oleh komponen-komponen kehidupan perkotaan seperti jalan, jembatan, permukiman, perkantoran, hotel, dan lain-lain. Lingkungan alam telah diganti atau diubah secara besar-besaran oleh lingkungan buatan atau binaan.
![]() |
Agar manusia dapat
hidup seimbang dengan lingkungannya maka harus menjaga keseimbangan ekosistem.
Ekosistem dapat diartikan sebagai sistem ekologi suatu tempat tertentu yang
merupakan jalinan hidup antara komponen-komponennya (hidup, tak hidup,
lingkungan) dalam satu kesatuan yang dipadukan oleh adanya arus materi dan
energi. Ekosistem secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu
: ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Dalam pembahasan ekosistem selain
ditinjau dari pengertiannya ada pula komponen ekosistem, proses ekosistem,
rantai makanan, siklus karbondioksida dan oksigen, dan alur energi yang
dijelaskan secara singkat dan ditinjau secara umum. Dan diakhir pembahasan
tentang ekosistem dibahas mengenai evolusi ekosistem. Intinya evolusi ekosistem
pasti selalu terjadi menyesuaikan perkembangan jaman.
C.
Ciri-ciri makhluk hidup
Makhluk hidup adalah
semua organisme yaitu manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Adapun ciri-ciri
makhluk hidup adalah sebagai berikut :
1.
Mempunyai kemampuan untuk mengadakan respirasi atau pernafasan
untuk mengoksidasikan atau membakar bahan makanan.
2.
Dapat tumbuh dan berkembang menjadi besar atau dewasa.
3.
Memerlukan makanan untuk membangun tubuh dan mengganti
bagian-bagian yang rusak serta sebagai sumber energi.
4.
Dapat berkembang biak untuk mempertahankan keturunan agar tidak
punah.
5.
Dapat mengadakan pergerakan.
6.
Mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Dalam suatu ekosistem
terdapat suatu keseimbangan yang dinamakan dengan homeostatis, yaitu
kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan dalam sistem secara
keseluruhan. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik
secara positif ataupun secara negatif. Berpengaruh positif bagi manusia karena
manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut, dan berpengaruh tidak
baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong
kehidupannya.
Sumber alam sebagai
bagian dari pembahasan tentang lingkungan hidup. Sumber alam sudah selayaknya
dapat kita manfaatkan untuk kehidupan kita sehari-hari. Dalam penggunaannya
salah satu sumber alam yang dapat dimanfaatkan diantaranya ada pertanian dan
tanah, hutan, air, dan bahan tambang. Sumber alam dapat digolongkan ke dalam
dua bagian, yakni :
a.
Sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable
resourches) atau disebut pula sumber-sumber alam biotik. Yang tergolong
ke dalam sumber alam ini adalah semua makhluk hidup, hutan, hewan-hewan, dan
tumbuh-tumbuhan.
b.
Sumber alam yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable
resourches) atau disebut pula sebagai golongan sumber alam abiotik. Yang
tergolong ke dalam sumber alam abiotik adalah tanah, air, bahan-bahan galian,
mineral, dan bahan-bahan tambang lainnya.
D.
Permasalahan-permasalahan
yang Timbul antara Manusia dan Alam
Masalah-masalah akan timbul apabila manusia
tidak dapat menjaga keseimbangan alam, antara lain:
Masalah Erosi dan Banjir. Erosi merupakan
gejala alamiah dan seringkali pula disebut sebagai erosi geoglogi. Peristiwa
erosi terjadi secara perlahan-lahan terutama terjadi dengan bantuan media air
di sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. Peristiwa erosi ini juga
dipercepat dengan adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia
sehingga merugikan lingkungan.
Pencemaran Lingkungan (Polusi)
1. Pencemaran Tanah
Sampah-sampah
industri pertanian yang mempergunakan pupuk buatan telah menyebabkan pencemaran
tanah. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul
dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan melalui tanah dimana
pepohonan tumbuh dan berkembang. Bagi hewan dan manusia jumlah nitrat yang
berlebihan merupakan racun. Hal tersebut bisa mengakibatkan cyanosis pada
anak-anak, yaitu timbulnya kesulitan pernafasan karena terganggunya peranan
hemoglobin dalam pengikatan oksigen. Selain itu DDT merupakan indikasi
pencemaran yang berbahaya pada tanah karena bahan tersebut tidak dapat
diuraikan dan dapat meresap masuk ke dalam pepohonan ataupun buah hasil
penanaman kita dan hal tersebut mengakibatkan kemandulan pada burung.
2. Pencemaran Air
Bahan-bahan
pencemar dapat tercampur dengan air dalam banyak cara secara langsung dan tidak
langsung.
Misalkan melalui pembuangan limbah pabrik, terkena
pestisida, herbisida, dan insektisida yang dipergunakan manusia dalam
pertanian, dsb.
3. Pencemaran Udara
Pencemaran udara terjadi saat
komponen udara berada dalam jumlah di atas ambang normal dan membahayakan
lingkungan, hal tersebut bisa diperoleh dari beragam aktifitas manusia baik
sehari-hari ataupun dalam produksi dan penggunaan kendaraan bermotor.
4. Pencemaran Suara
Kebisingan
yang terjadi di kota-kota besar sebagian akibat dari berbagai jenis suara yang
dikeluarkan mesin-mesin atau kendaraan-kendaraan yang jumlahnya semakin
meningkat secara tidak terkontrol. Hal tersebut dalam tingkat tertentu sangat
berbahaya bagi manusia karena bisa mengakibatkan ketulian, kebutaan, dan
depresi.
Kerusakan Hutan
Hutan merupakan kekayaan Indonesia
yang tidak ternilai harganya. Sepanjang daerah khatulistiwa, hutan di Indonesia
membentang antara satu pulau ke pulau lainnya. Itulah, mengapa Indonesia sering
disebut Zamrud Khatulistiwa. Hutan di Indonesia berfungsi sebagai paru-paru
dunia, karena menyerap karbondioksida. Fungsi hutan yang lain sebagaoi pengatur
tata air, iklim, pencegah erosi, penyubur tanah, tempat hidup
binatang-binatang, dan sebagai tempat menyimpan kekayaan alam yang berupa
hasil-hasil hutan.
E.
Akibat
dan dampak dari kerusakan hutan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Terganggunya sistem hidro-orologis
Banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau
merupakan salah satu contoh dari tidak berfungsinya hutan untuk menjaga tata air.
Air hujan yang jatuh tidak dapat diserap dengan baik oleh tanah, laju aliran
permukaan atau runoff begitu besar. Air Hujan yang jatuh langsung mengalir ke
laut membawa berbagai sedimen dan partikel hasil dari erosi permukaan.
Terjadinya banjir bandang dimana-mana yang menimbulkan kerugian harta maupun
nyawa. Masyarakat yang terkena dampaknya kehilangan harta benda dan rumah
tempat mereka berteduh akibat terbawa banjir bandang, bahkan ditambah kerugian
jiwa yang tak ternilai harganya.
2. Hilangnya Biodiversitas.
Hutan Indonesia memiliki beranekaragam spesies flora dan
fauna, penebangan dan pengrusakan hutan menyebabkan spesies-spesies langka akan
punah. Bahkan spesies yang belum diketahui nama dan manfaatnya hilang dari
permukaan bumi. Hutan Indonesia yang termasuk hutan hujan tropis memiliki 3000
jenis tumbuhan di dalam satu hektar ditambah lagi jenis satwa yang ada di
dalamnya. Jika laju deforestasi yang mencapai 1-2 juta hektar per tahun tidak
dapat dicegah maka hutan-hutan tropis ini akan hilang.
3. Kemiskinan dan Kerugian secara
ekonomis.
Masyarakat Indonesia akan bertambah miskin jika kita tidak
mempunyai hutan, itulah yang dikatakan Presiden Bambang Yudhoyono. Departemen
Kehutanan mengemukakan bahwa kerugian negara per hari mencapai Rp. 83 milyar,
itu hanya dari kerusakan hutan akibat penebangan liar. Berapakah kerugian jika
semua faktor dan penyebabkan kerugian kita hitung?
4. Perubahan Iklim dan Pemanasan
Global.
Hutan sebagai paru-paru dunia penghasil oksigen bagi semua
mahluk di bumi tidak bisa menjalankan fungsinya mendaur ulang karbondioksida.
Karbondioksida di udara semakin tinggi menyebabkan efek gas rumah kaca.
5. Kerusakan Ekosistem Darat maupun
Laut
Pengertian dan definisi hutan sebagai suatu kesatuan
ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi
jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya, yang satu dengan lain
tidak dapat dipisahkan. Jika salah satu komponen hutan di rusak, akan
berpengaruh terhadap komponen ekosistem yang lain. Hubungan keterkaitan antara struktur
dan fungsi di dalam ekosistem berjalan dalam keseimbangan yang harmonis, tetapi
bila struktur hutan menjadi rusak, akibat dan dampaknya akan mempengaruhi
fungsi hutan itu sendiri. Kerusakan tidak hanya terjadi pada ekosistem hutan di
darat, namun berdampak pada kerusakan ekosistem di laut juga. Akibat kerusakan
hutan terjadi erosi dan banjir membawa sedimen ke laut yang merusakan ekosistem
laut. Ikan dan Terumbu karang sebagai mahluk hidup diperairan mendapat akibat
dari aktivitas pengrusakan di darat. Kerusakan seperti ini sangat dirasakan
oleh pulau-pulau kecil di Indonesia, dengan ciri daerah das yang pendek dan
topografi yang curam sangat cepat pengaruhnya terhadap lingkungan laut.
6. Abrasi Pantai
Bila pohon-pohon di pesisir pantai ditebang maka tidak ada
lagi perlindungan bagi kawasan pantai. Salah satu fungsi hutan mangrove maupun
hutan pantai adalah menjaga daerah pantai dari hempasan ombak laut. Ombak laut
yang menerjang pesisir pantai, dapat menyebabkan abrasi pantai.
7. Intrusi dari Laut
Air laut dapat meresap sampai ke darat jika hutan-hutan
pesisir seperti hutan mangrove dan hutan pantai dirusakan. Ditambah
“penambangan” air sebagai kebutuhan hidup rumah tangga yang menyedot terus
persediaan air tanah tanpa adanya keseimbangan infiltrasi dari air hujan yang
jatuh.
8. Hilangnya budaya masyarakat
Dirasakan sangat nyata bahwa hutan menjadi sumber
penghidupan dan inspirasi dari kehidupan masyarakat. Berbagai ragam budaya yang
terkait dengan hutan seperti simbol-simbol dan maskot yang diambil dari hutan,
misalnya Harimau sebagai maskot dari Reog, pencak silat sebagai seni bela diri
Indonesia, Bekantan sebagai maskot dari Kalimantan, dan sebagainya. Jika semua
ini punah maka hilanglah sumber inspirasi dan kebanggaan dari masyarakat
setempat.
Kesehatan lingkungan sangat
berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Begitu pula kesehatan lingkungan
banyak dipengaruhi oleh taraf sosial ekonomi. Untuk mengelola kualitas
kesehatan lingkungan ataupun kesehatan masyarakat menjadi bahasan tersendiri
dalam ekologi manusia. Karena selain kita memanfaatkan lingkungan, menjaga
lingkungan, dsb kita harus juga memperhatikan kesehatan lingkungan kita. Agar
kita terbebas dari berbagai penyakit. Sebenarnya antara menjaga atau merawat
lingkungan dengan kesehatan lingkungan sangat berkaitan. Bila lingkungan kita
ingin sehat tentu kita harus menjaga dan merawat lingkungan kita dengan rapi
dan bersih.
Merawat Lingkungan Melalui Menanam Pohon
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||

DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia. 2014. Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII SMP/MTs
Edisi Revisi. Jakarta: Kemdikbud.
Soemirat, Juli (2000). Kesehatan
Lingkungan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
____.
AKIBAT KERUSAKAN HUTAN . [online] diakses 06 September 2014. Tersedia:
http://pengertian-definisi.blogspot.com/2012/04/akibat-kerusakan-hutan.html
Wijaya Yoga Permana. Dampak
Interaksi Manusia dan Alam Lingkungan Hidup Ekosistem Sumber Alam.
(online) diakses 30 Desember 2014. Tersedia http://yogapermanawijaya.wordpress.com/2014/09/06/dampak-interaksi-manusia-dan-alam-lingkungan-hidup-ekosistem-sumber-alam.html
Tentang Penulis
Achmad Zurohman lahir di
Batang, tanggal 03 November 1992. Riwayat pendidikannya, ia mulai dari MII Brayo
tahun 1997 sampai 2003, kemudian MTS A.Yani Wonotunggal tahun 2003 sampai 2006,
dan dilanjutkan ke MA Darul Amanah Ngadiwarno, Sukorejo Kendal tahun 2006
sampai 2009. Setamat bangku aliyah penulis melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu
Pengetahuan Sosial di IKIP PGRI Semarang
jurusan PPKn tahun 2009 sampai 2013. Dan sejak tahun 2014, penulis
melanjutkan pendidikannya di program pascasarjana di UNNES Semarang dengan
mengambil kosentrasi pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Penulis saat ini
tinggal di Brayo, Wonotunggal Kab.
Batang RT 02, RW 03.


