Di musim penghujan guyuran air tiap waktu membasahi alam,
menggantikan kesibukan bapak yang tak kuduga sangat berat terasa demi bahagia orang tuaku ku abdikan segalanya baik jiwa dan raga,
ku gantiakan waktunya dalam dua hari untuk liburan bapak serta ibu,
ternyata begini yah rasa menjadi orang tua "termenung ditengah guyuran hujan disore hari"
kami tak mau dianggap miskin, dan memanglah kami bukan dari keluarga yang kaya akan harta benda,,..
awali sore itu ku mencari makan untuk semua peliharaan bapak ( yah,,, sekitar 18n ekor kambing)
berjalan menyusuri sawah-sawah ku tumpukkan segenggam rumput dan dedadunan untuk memenuhi gerobak, baru setengah gerobah tuhan memanglah maha adil ku diberi kemudahan dengan tumpukan dedaunan yang amat banyak,, yah hanya ucapku sebagai hamba biasa (alhamdulillah... dapat tumpukan daun yang banyak) mungkin hari itu menjadi coba atau apa ya,,, baru setengah gerobak aku ambil cuacapun berubah menjadi gelap, petir dari barat menyambar-nyambar, angin kencang dengan air turun dari langit-Nya... bergegaslah ku pulang dengan sedapatnya untuk makan para kambing tersebut...
yang aneh lagi seakan ada rasa kasian si kambing denganku.... huft,,huft,, helaan nafas dengan lafadz subhanalah maha dasyat ini cipta sang kholiq,,,hehheh
singkat cerita banyak makna ternyata orang tua itu cintanya untuk kebahagian sang anak tiada tanding walau sakit dan duka ia rasakan tiap hari,,,
aku sebagai anak minta maaf yang sebesar-besarnya yah bapak dan ibu memanglah saat ini aku belum bisa membuat kalian bangga,,
aku akan berusaha.....!!!!!!!!!!
No comments:
Post a Comment