cinta INDONESIA: January 2015 http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/tail2.gif

Berbincang-bincang tentang kehidupan dari manusia hingga tuhan

Wednesday, January 14, 2015

Take Home Examination LANDASAN KEPENDIDIKAN




 




Mata Kuliah                            :  Landasan Pendidikan
Program Studi                         :  S2 IPS
Semester                                  :  Gasal  2014/2015
Jumlah SKS                            :  2 SKS
Dosen Pembina                                   :  Prof. Dr. Suyahmo, M.Si
   Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd
Hari dan Tanggal                    : Take Home Examination

Petunjuk Pengerjaan :

1.      Soal ini merupakan ujian akhir semester, yang dikerjakan secara mandiri di rumah, dalam waktu 3 hari.
2.      Jawaban dikirim via email masrukhiunnes@gmail.com, paling lambat hari rabu, tanggal 14  Januari 2015 jam 15.00 WIB.
3.      Jawaban terlambat pengirimannya dinyatakan gugur.

Naskah Soal:

1.      Praksis pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari regulasi yang mendasarinya, kendatipun di sana sini terdapat  improvisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya.
a.    Bagaimana menurut pendapat saudara mengenai kebijakan  pemerintah berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan ? (peningkatan kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi).
Jawab
Menurut saya, kebijakan pemerintah berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan yaitu mengenai peningkatan kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi diharapkan dapat memberikan dampak bagi perwujudan eksistensi manusia dan interaksinya sehingga dapat hidup bersama dalam keragaman sosial dan budaya. Selain itu, upaya peningkatan  kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta daya saing bangsa. Kualitas pendidikan juga dilihat dari meningkatnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai humanisme yang meliputi keteguhan iman dan takwa serta berakhlak mulia, etika, wawasan kebangsaan, kepribadian tangguh, ekspresi estetika, dan kualitas jasmani. Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan diukur dari pencapaian kecakapan akademik dan nonakademik yang lebih tinggi yang memungkinkan lulusan dapat proaktif terhadap perubahan masyarakat dalam berbagai bidang baik di tingkat lokal, nasional maupun global. Kebijakan peningkatan kualitas pendidikan diarahkan pada pencapaian mutu pendidikan yang semakin meningkat yang mengacu pada standar nasional pendidikan (SNP). SNP meliputi berbagai komponen yang terkait dengan mutu pendidikan mencakup standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Pemerintah mendorong dan membimbing satuan-satuan dan program (studi) pendidikan untuk mencapai standar yang diamanatkan oleh SNP. Standar-standar tersebut digunakan juga sebagai dasar untuk melakukan penilaian terhadap kinerja satuan dan program pendidikan, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah (Dikmen), PNF , sampai dengan pendidikan tinggi (Dikti). Peningkatan mutu pendidikan semakin diarahkan pada perluasan inovasi pembelajaran baik pada pendidikan formal maupun nonformal dalam rangka mewujudkan proses yang efisien, menyenangkan dan mencerdaskan sesuai tingkat usia, kematangan, serta tingkat perkembangan peserta didik.
b.    Mungkinkan dalam praksis pendidikan di Indonesia diterapkan community based education secara utuh ?
Jawab
Menurut saya, dalam praksis pendidikan di Indonesia dapat diterapkan community based education secara utuh apabila dilaksanakan sesuai konsep community based education yaitu dimana Pendidikan Berbasis Masyarakat merupakan trilogy peran serta masyarakat, yaitu dari Masyarakat, oleh Masyarakat dan untuk Masyarakat. Pendidikan dalam kebutuhan dasar masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya insani yang dapat memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kehidupan. Pendidikan dari masyarakat diaktualisasikan dalam bentuk perencanaan pendidikan yang matang dan disalurkan dalam wadah komite sekolah dengan dukungan unsur sekolah sehingga adanya kesesuaian antara harapan dan kenyataan. Diperlukan kerjasama yang sangat kompak antara pemerintah dan masyarakat dalam bentuk jobdeskription antara keduanya yang diindikasikan dalam bentuk manajemen pendidikan yang berbasis masyarakat. Kemudian pengurangan malproses dan malproduk pendidikan diantaranya adalah ketidakseimbangan antara proses yang dilakukan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat yang sangat diharapkan, maka ketidaksesuaian ini harus segera diperbaiki dengan sama-sama duduk dan duduk bersama dalam memikirkan konsep pendidikan ke depan. Dengan begitu diharapkan pendidikan kita yang selama ini masih belum membentuk seorang manusia yang multi talenta menjadi sesuatu yang bermakna dengan meningkatkan pola pendidikan yang berbasis masyarakat.

2.      Kualitas pendidikan akan selalu  berkenaan dengan  pemenuhan harapan stakeholders, bersifat dinamis,  serta mengutamakan proses dan produk.
a.    Berikan analisis  saudara mengenai kualitas pendidikan di Indonesia, berikan contoh secara kongkritnya!
Jawab
Menurut saya, mengenai kualitas pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan kualitas pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan. Contohnya keterbatasan akses pendidikan di daerah menjadi pangkal derasnya arus urbanisasi. Salah satunya di Jakarta jumlahnya sudah melebihi kapasitas, Secara tidak langsung, masyarakat Indonesia didorong untuk melakukan urbanisasi karena keterbatasan fasilitas di daerah. Maka dari itu akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat dengan penyediaan fasilitas yang mendukung program tersebut.
b.    Berikan pula analisis saudara mengenai bagaimana sebaiknya upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia!
Jawab
Menurut saya, upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia secara garis besar ada dua upaya yang harus dilakukan yaitu: Pertama, upaya sistemik, yakni dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme, yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan. Kedua, upaya teknis, yakni yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. Maka, upaya untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi peningkatan kesejahteraan, juga membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.

3.      Tujuan pendidikan nasional seperti yang  tercantum di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, merupakan acuan konstitusional praksis pendidikan.
a.    Berikan analisis tujuan pendidikan nasional ditinjau dari filsafat pendidikan (progressivisme, kostruksionisme, dan humanisme)!
Jawab
Terdapat tiga filsafat pendidikan yang menjadi tujuan dasar pendidikan Indonesia, yaitu filsafat progersivisme yaitu merupakan aliran pendidikan yang menginginkan kemajuan. Aliran ini berpendapat bahwa pendidikan tidak bengantung pada masa lalu, tetapi pada alam dan seluruh pengelaman hidup manusia. Kemudian filsafat kontruksionisme merupakan aliran yang berpendapat bahwa pendidikan hendaknya melakukan pembaruan kembali agar menjadi lebih baik dan lebih demokratis. Filsafat pendidikan humanisme adalah pendidikan yang berpusat pada siswa yang guru hanya sebagai pendamping atau fasiltator. Tujuan pendidikan nasional seperti yang  tercantum di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yaitu berdasarkan pasal 3 bahwa “bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Dari tujuan pendidikan nasional tersebut Apabila di analisis berdasarkan filsafat pendidikan (progressivisme, kostruksionisme, dan humanism). bahwa tujuan pendidikan nasional menggabungkan ketiga filsafat pendidikan tersebut. Dimana dalam proses mendidik, pendidik atau guru diwajibkan dapat mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
b.    Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, menurut  saudara filsafat pendidikan yang mana yang ditonjolkan, berikan  alasan!
Jawab
Sebagai dasar tujuan pendidikan nasional, Indonesia lebih cenderung menonjolkan filsafat pendidikan humanisme. Dalam teori belajar humanisme, belajar dianggap berhasil jika siswa memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Hal ini sejalan dengan UU sisdiknas Nomer 20 tahun 2003 pasal 3, jelas sekali bahwa filsafat pendidikan humanisme lebih cenderung lebih menonjol dibandingkan dengan filsafat pendidikan yang lain. Mengingat kembali bahwa tujuan dari pendidikan manapun adalah berfokus pada peserta didik sebagai generasi muda yang dibanggakan.
4.      Isu lingkungan menjadi perhatian global dalam praksis pendidikan abad 21.
a.    Bagaimana saudara menyikapi isu lingkungan dalam konteks pendidikan?
Hadirnya isu lingkungan dalam konteks pendidikan dapat menimbulkan parsitipasi serta peran peserta didik terhadap lingkungan. Setiap persoalan lingkungan merupakan persoalan yang bersifat sistemik, kompleks, serta memiliki cakupan yang luas sehingga materi atau isu yang diangat dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan sangat beagam. Hal tersebut mengharuskan setiap komponen pendidikan menelaah setiap isu-isu lingungan yang ada sehingga dapat disesuaikan dengan kapasitas peserta didik dan mata pelajaran yang diampu. Namun pemilihan isu harus berdasarkan sisi positif karena isu yang beragam dapat berupa isu negative dan menimbulkan kesalahpahaman peserta didik.
Dengan demikian sikap pertama dalam menyikapi setiap isu lingkungan dalam konteks pendidikan adalah dengan menyadari permasalahan yang ada sehingga mampu melihat peluang dalam melakuan tindakan sehingga tidak muncul kebingungan dalam menghadapi isu tersebut sikap kedua adalah analisis masalah untuk mengidentifikasi akar penyebab munculnya masalah. Dengan identifiasi tersebut, maka akan ditemukan solusi untuk menyikapi keadaan. Sikap ketiga adalah mengembangkan strategi untuk mengoreksi masalah yang ada sehingga dapat mencegah terjadinya permasalahan yang sama di masa yang akan datang.
b.    Bagaimana implementasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran?
Implementasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran dilakukan untuk pengembangan ranah afektif, kognitif, dan psikomotor peserta didik. Isu tersebut dapat diimplementasikan di setiap proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan materi pembelajaran dan metode yang tepat. Isu tersebut dijadikan materi pokok yang harus dibahas oleh peserta didik. Dengan demikian peserta didik dapat menyadari permasalahan, menganalisis masalah dan mengembangkan strategi atau sikap agar permasalahan tersebut tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang. Kegiatan tersebut akan mendorong peserta didik untuk memiliki kesadaran atau kepekaan terhadap lingkungan dan masalahnya, memberi pengetahuan yang membantu setiap individu untuk memperoleh berbagai pengalaman dan pemahaman dasar tentang lingkungan dan masalahnya, peserta didik dapat bersikap untuk memperoleh seperangkat nilai dan kemampuan mendapatkan pilihan yang tepat, keterampilan untuk memperoleh keterampilan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah lingkungan, partisipasi peserta didik agar dapat memberikan motivasi kepada setiap individu untuk berperan serta secara aktif dalam pemecahan masalah lingkungan, serta evaluasi agar dapat mendorong setiap individu untuk memiliki kemampuan mengevaluasi pengetahuan lingkungan ditinjau dari segi ekologi, sosial, ekonomi, politik, dan faktor-faktor pendidikan.
++++++++++++

tugas mata kuliah Landasan Kependidikan



1.      Apa  Prinsip Dasar Pembelajaran Konstruktivisme?
            Belajar merupakan proses konstruksi pengetahuan melalui keterlibatan fisik dan mental peserta didik secar aktif, dan juga merupakan proses asimilasi dan menghubungkan bahan yang dipelajari dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki seseorang sehingga pengetahuannya mengenai objek tertentu menjadi lebih kokoh. Semua peserta didik  benar-benar mengkonstruksikan pengetahuan untuk dirinya sendiri, dan bukan pengetahuan yang datang dari pendidik  “diserap” oleh murid.
2.      Sebutkan ciri-ciri konstruktivisme dalam pembelajaran menurut Jean Piaget?
ciri-ciri konstruktivisme dalam pembelajaran yaitu
a)      Siswa aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
b)      Siswa membina sendiri pengetahuan
c)      Proses pembinaan pengetahuan pada siswa melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran yang terdahulu dengan pembelajaran yang terbaru
d)     Membandingkan informasi baru dengan pemahaman yang sudah ada
e)      Ketidak-seimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama
f)       Bahan pengajaran dikaitkan dengan pengalaman siswa untuk menarik minat belajarnya.
3.      Bagaimana Penerapan pendidikan dengan pola konstruktivisme diwujudkan dengan mengajak siswa secara aktif dalam membangun konsep-konsep kognitif?
Penerapan pendidikan dengan pola konstruktivisme diwujudkan dengan mengajak siswa secara aktif membangun konsep-konsep kognitif. Guru tidak sekedar memberi, namun siswa mencari secara aktif, dan mengembangkannya. Satu contoh misalnya dalam pembelajaran sain. Siswa terlebih dahulu diajak untuk mengamati fenomena-fenomena alam yang ada seperti pelangi, banjir, merebaknya hama tanaman tertentu. Melalui fenomena yang ada, guru mengarahkan siswa untuk mencari penyebabnya. Siswa menemukan sendiri penyebab terjadinya pelangi, banjir ataukah hama. Pengetahuan tidak berhenti sampai di sini, pengetahuan siswa tentang penyebab terjadinya banjir, digunakan siswa untuk mencari solusi pencegahan banjir yang banyak terjadi. Penerapan solusi pencegahan banjir, memerlukan pengetahuan-pengetahuan yang baru, disinilah terlihat dinamikan pengetahuan. Pengetahuan semakin berkembang pada diri siswa, dan dicari sendiri secara aktif oleh siswa. Pengetahuan baru ini juga menciptakan perbaikan, banjir berkurang. Dan pengetahuan baru jelas merupakan tindakan bermakna, sebab memberikan manfaat pada perbaikan lingkungan.
4.      Apa pengaruh konstruktivisme terhadap peserta didik?
Kegiatan belajar adalah kegiatan aktif peserta didik untuk menemukan sesuatu dan membangun sendiri pengetahuannya, bukan proses mekanik untuk mengumpulkan fakta. Peserta didik bertanggungjawab atas hasil belajarnya. Ia membuat penalaran atas apa yang telah dipelajarinya dengan cara mencari makna, membandingkannya dengan apa yang telah diketahuinya, serta menyelesaikan ketidaksamaan antara yang telah diketahui dengan apa yang diperlukan dalam pengalaman baru. Belajar merupakan pengembangan pemikiran dengan membuat kerangka  pengertian yang berbeda. Belajar yang bermakna terjadi melalui refleksi, pemecahan konflik, dialog, penelitian, pengujian hipotesis, pengambilan keputusan, dll., dan dalam prosesnya tingkat pemikiran selalu diperbaharui sehingga menjadi semakin lengkap.
5.      Bagaimana pengaruh konstruktivisme terhadap strategi pembelajaran?
Tugas pendidik ialah membantu peserta didik agar mampu mengkonstruksi pengetahuannya sesuai dengan situasinya yang konkret. Selain penguasaan yang luas dan mendalam, seorang pendidik dituntut untuk menguasai beragam strategi pembelajaran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi peserta didik. Hal ini disebabkan karena tidak ada satu strategi pembelajaran yang cocok untuk semua situasi, waktu, dan tempat. Strategi yang disusun pendidik  hanyalah suatu alternatif, bukan menu yang sudah jadi. Pembelajaran adalah suatu seni yang menuntut bukan hanya penguasaan teknik, melainkan juga intuisi dari setiap pendidik.
6.      Apa yang dimaksud dengan Humanisme? Jelaskan!
Humanisme adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar umum dalam masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Humanisme telah menjadi sejenis doktrin beretika yang cakupannya diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas manusia, berlawanan dengan sistem-sistem beretika tradisonal yang hanya berlaku bagi kelompok-kelompok etnis tertentu.
7.      Bagaimana kedudukan menusia dalam filsafat humanistik  dan ilmu-ilmu sosial  humanistik?
Humanistik ditinjau dari segi historinya ialah berasal dari suatu gerakan intelektual dan kesusastraan yang pertama kali muncul di Italia pada paruh kedua abad ke-14 masehi. Pergerakan ini merupakan motor penggerak kebudayaan modern, khususnya di Eropa. Sedangkan jika ditinjau dari segi filsafat, humanistik adalah faham atau aliran yang menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia, sehingga manusia menduduki posisi yang sangat sentral dan penting, baik dalam perenungan teoritis-filsafati maupun dalam praktis hidup sehari-hari. Maka dalam faham filsafat ini mengatakan bahwa segala sesuatu ukuran penilaian dan referensi akhir dari semua kejadian manusiawi dikembalikan kepada manusia itu sendiri, bukan pada kekuatan-kekuatan diluar manusia (misalnya, kekuatan Tuhan atau alam). Humanisme sebagai suatu gerakan intelektual dan kesusastraan pada prinsipnya merupakan aspek dasar dari gerakan Renaisanse (abad ke 14-16 M.) tujuan gerakan humanisme adalah melepaskan diri dari belenggu kekuasaan Gereja dan membebaskan akal budi dari kungkungannya yang mengikat. Maka dalam batasan-batasan tertentu, segala bentuk kekuatan dari luar yang membelenggu kebebasan manusia harus segera dipatahkan. Kebebasan merupakan tema terpenting dari humanisme, tetapi bukan kebebasan yang absolut, atau kebebasan yang hanya sebagai antitesis dari diterminisme abad pertengahan yang dilakukan oleh orang-orang Gereja pada waktu itu, tapi bukan berarti Humanisme pada waktu itu menentang tentang adanya kekuasaan Tuhan. Namun, mereka percaya bahwa di balik kekuasaan Tuhan, masih banyak peluang bagi manusia untuk menentukan jalan hidupnya, mengembangkan potensi dan memilih masa depannya sendiri, tanpa terbelenggu oleh kodrat atau ketakutan terhadap murka Tuhan. Mereka berpedoman bahwa, kebebasan manusia itu ada, dan perlu dipertahankan dan di expresikan.
8.      Bagaimana aplikasi teori humanisme dalam kegiatan pembelajaran?
Aplikasi teori humanisme lebih menonjolkan kebebasan setiap individu siswa/i memahami materi pembelajaran untuk memperoleh informasi/pengetahuan baru dengan caranya sendiri, selama proses pembelajaran.dalam teori ini peserta didik berperan sebagai subjek didik, peran guru dalam pembelajaran humanisme adalah fasilitator.
Peserta Didik Dalam pembelajaran yang humanis ditempatkan sebagai pusat (central) dalam aktifitas belajar. Peserta didik menjadi pelaku dalam memaknai pengalaman belajarnya sendiri. Dengan demikian , peserta didik diharapkan mampu menemukan potensinya dan mengembangkan potensi tersebut secara memaksimal. Peserta didik bebas berekspresi cara-cara belajarnya sendiri. Peserta didik menjadi aktif dan tidak sekedar menerima informasi yang disampaikan oleh guru.
9.      Bagaimana Peran guru dalam pembelajaran humanism?
Peran guru dalam pembelajaran humanisme adalah menjadi fasilitator bagi para peserta didiknya dengan cara memberikan motivasi dan memfasilitasi pengalaman belajar, dengan , menerapkan strategi pembelajaran yang membuat peserta didik aktif, serta menyampaikan materinya pembelajaran yang sistematis
10.  Apa yang dimaksud dengan filsafat pendidikan progresivisme?
Progresivisme merupakan aliran filsafat yang lahir di Amerika Serikat pada tahun 1918. John S. Brubaeher mengatakan bahwa filsafat progresivisme bermuara pada aliran filsafat pragmatisme yang diperkenalkan oleh William James dan John Dewey.
Progresivisme secara bahasa dapat diartikan sebagai aliran yang menginginkan kemajuan-kemajuan secara cepat. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Aliran ini juga beranggapan bahwa kemampuan intelegensi manusia sebagai alat untuk hidup, kesejahteraan, dan mengembangkan kepribadian manusia.
11.  Sebutkan ciri-ciri filsafat progresivisme?
ciri-ciri filsafat progresivisme adalah:
a.       Progresivisme berakar pada pragmatisme. Artinya filasafat progresivisme dipengaruhi ole hide-ide dasar filsafat pragmatisme dimana telah memberikan konsep dasar dengan azas yang utama, yaitu manusia untuk terus mempertahankan hidupnya terhadap semua tantangan, dan pragmatis memandang sesuatu dari segi manfaatnya.
b.      Sarana pendidikan adalah untuk meningkatkan kecerdasan praktis (kompetensi) dalam rangka efektivitas pemecahan masalah yang disajikan melalui pengalaman.
c.       Nilai bersifat relatif, terutama nilai duniawi, menjelajah aktif, evolusioner, dan konsekuensi perilaku.
12.  Sebutkan apa saja peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran humanism?
Peran guru sebagai fasilitator yaitu sebagai berikut:
a)      Memberi perhatian pada penciptaan suasana awal pembelajaran,
b)      Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan sehingga meningkatkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan cara menerapakan metode pembalajaran yang bervariasi,
c)      Mengatur peserta didik agar bisa berkomunikasi secara langsung secara aktif dengan antar teman selama proses pembelajaran,
d)     Mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang palin luas dan mudah dimanfaatkan para peserta didik untuk membantu mencapai tujuan mereka,
e)      Menempatkan diri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan peserta didik baik secara individu maupun kelompok (guru dijadikan tempat untuk bertanya peserta didik tanpa peserta didik merasa takut),
f)       Menanggapi dengan baik ungkapan-ungkapan didalam kelompok kelas dan menerima baik isi yang bersifat intelektual (tidak penuh dengan kritikan sehingga memotifasi peserta didik untuk mengekspresikan diri),
g)      Bersikap hangat dan berusaha memahami perasaan peserta didik ( berempati) dan meluruskan dianggap kurang relevan dengan cara yang santun,
h)      Dalam pembelajaran secara kelompok , dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok dan mencoba mengungkapkan perasaan serta pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh peserta didik,
i)        Sebagai seorang manusia yang tidak selalu sempurna , guru mau mengenali, mengakui dan menerima keterbatasan-keterbatasan diri dengan cara mau dan senang hati menerima pandangan yang lebih baik dari peserta didik.
13.  Bagaimana penerapan filsafat progresivisme dalam pendidikan?
filsafat progresivisme merupakan aliran filsafat yang menuntut untuk selalu maju, aktif, inovatif, dan dinamis. Dengan pengalamannya, siswa akan mampu menghadapi dunia. Kaum progresif menekankan pada “bagaimana berpikir”, bukan “apa yang dipikirkan”. Tujuan pendidikannya adalah memberikan keterampilan dan cara untuk memecahkan masalah (problem solving) yang bermanfaat untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berada dalam proses perubahan secara terus-menerus. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif. Aliran ini menganggap pendidikan harus terpusat pada anak didik, bukannya pada guru. Disini anak diberi kebebasan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang ada dalam dirinya, sehingga anak memiliki kualitas dan terus maju sebagai generasi yang siap menghadapi masa depan. Filsafat progresivisme tidak menyetujui pendidikan yang mengekang anak didik, yaitu pendidikan yang memaksa siswa menerima apapun yang dikatakan oleh gurunya, tanpa diberi kebebasan sama sekali untuk bersikap dan berbuat. Pendidikan seperti itu hanya membuat daya kreasi anak didik tidak berkembang.
14.  Menurut aliran progresivisme kurikulum merupakan salah satu penunjang dalam pendidikan. Jadi kurikulum seperti apakah yang di ajukan oleh progresivisme?
Kurikulum yang digunakan adalah sejenis kurikulum yang program pengajarannya dapat mempengaruhi anak belajar secara edukatif baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan luar sekolah. Aliran progresivisme juga menghendaki kurikulum yang fleksibel dan terbuka. Jadi kurikulum itu bisa diubah dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Kurikulum dipusatkan pada pengalaman. Disini anak didik dituntut untuk dapat memfungsikan akal dan kecerdasannya dengan dihadapkan pada materi-materi pelajaran yang menantang siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Siswa juga dituntut untuk dapat berpikir ilmiah seperti menganalisa, membuat hipotesa, dan menyimpulkannya. Penekanannya terletak pada kemampuan intelektualnya.
15.  Sebutkan, apa kelebihan dan  Kekurangan filsafat pendidikan progresivisme?
Kelebihan filsafat pendidikan progresivisme
a.       Siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya.
b.      Siswa diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya.
c.       Siswa belajar untuk mencari tahu sendiri jawaban dari masalah atau pertanyaan yang timbul di awal pembelajaran. Dengan mendapatkan sendiri jawaban itu, siswa pasti akan lebih mengingat materi yang sedang dipelajari.
d.      Membentuk output yang dihasilkan dari pendidikan di sekolah memilki keahlian dan kecakapan yang langsung dapat diterapkan di masyarakat luas.
Kekurangan Filsafat Pendidikan Progresivisme
a.       Mengabaikan kurikulum yang telah ditentukan, yang menjadi tradisi sekolah.
b.      Mengurangi bimbingan dan pengaruh guru. Siswa memilih aktivitas sendiri.
c.       Siswa menjadi orang yang mementingkan diri sendiri, ia menjadi manusia yang tidak memiliki self discipline, dan tidak mau berkorban demi kepentingan umum.
16.  Apa konsep dasar teori belajar kognitif?
pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas.
Menuru teori belajar kognitif pada dasarnya setiap orang dalam bertingkah laku dan mengerjakan segala sesuatu senantiasa dipengaruhi oleh tingkat-tingkat perkembangan dan pemahamannya atas dirinya sendiri. Setiap orang memiliki kepercayaan, ide-ide dan prinsip yang dipilih untuk kepentingan dirinya.
17.  Bagaimana  ciri khas dari belajar kognitif? Jelaskan!
Belajar kognitif ciri khasnya terletak dalam belajar memperoleh dan mempergunakan bentuk-bentuk reppresentatif yang mewakili obyek-obyek itu di representasikan atau di hadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang, yang semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental, misalnya seseorang menceritakan pengalamannya selama mengadakan perjalanan keluar negeri, setelah kembali kenegerinya sendiri. Tampat-tempat yang dikunjuginya selama berada di lain negara tidak dapat diabawa pulang, orangnya sendiri juga tidak hadir di tempat-tempat itu. Pada waktu itu sedang bercerita, tetapi semulanya tanggapan-tanggapan, gagasan dan tanggapan itu di tuangkan dalam kata-kata yang disampaikan kepada orang yang mendengarkan ceritanya.
18.  Menurut teori belajar kognitif, belajar merupakan proses-proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung. Jadi apa tujuan teori belajar kognitif? Sebutkan!
Tujuan belajar kognitif  adalah:
a.       Membentuk hubungan yang teruji, teramalkan dari tingkah laku orang-orang pada ruang kehidupan mereka sendiri secara spesifik sesuai dengan situasi psikologisnya.
b.      Membantu guru untuk memahami orang lain, terutama muridnya, dan membantu dirinya sendiri
c.       Mengkonstruksi prinsip-prinsip ilmiah yang dapat diterapkan dalam kelas dan untuk menghasilkan prosedur yang memungkinkan belajar menjadi produktif.
d.      Teori belajar kognitif menjelaskan bagaimana seseorang mencapai pemahaman atas diri dan lingkungannya lalu menafsirkan bahwa diri dan lingkungannya merupakan faktor yang saling berkaitan.
19.  Apa Prinsip-prinsip dasar teori belajar kognitif? Sebutkan!
Prinsip-prinsip dasar teori belajar kognitif dapat dirumuskan sebagai berikut:
a.       Belajar merupakan peristiwa mental yang berhubungan dengan berpikir, perhatian, persepsi, pemecahan masalah, dan kesadaran
b.      Sehubungan dengan pembelajaran, teori belajar perilaku dan kognitif pada akhirnya sepakat bahwa guru harus memperhatikan perilaku siswa yang tampak, seperti penyelesaian tugas rumah, hasil tes, disamping itu juga harus memperhatikan faktor manusia dan lingkungan psikologisnya.
c.       Ahli kognitif percaya bahwa kemampuan berpikir setiap orang tidak sama dan tidak tetap dari waktu ke waktu.
20.  Bagaimana pandangan teori kognitivisme terhadap belajar mengajar dan pembelajaran?
Pandangan teori kognitivisme terhadap belajar mengajar dan pembelajaran yaitu bahwa Teori kognitif adalah teori yang umumnya dikaitkan dengan proses belajar. Kognisi adalah kemampuan psikis atau mental manusia yang berupa mengamati, melihat, menyangka, memperhatikan,menduga dan menilai. Dengan kata lain, kognisi menunjuk pada konsep tentang pengenalan. Teori kognitif menyatakan bahwa proses belajar terjadi karena ada variabel penghalang pada aspek-aspek kognisi seseorang. Teori belajar kognitiv lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar itu sendiri. Belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, lebih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. Perubahan persepsi dan pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati. Untuk menyesuaikan teori belajar kognitif ini dengan kompleksitas proses dan sistem pembelajaran sekarang maka harus benar-benar diperhatikan antara karakter masing-masing teori dan kemudian disesuakan dengan tingkatan pendidikan maupun karakteristik peserta didiknya.
21.  Apa konsep dasar dari teori belajar behaviorisme? jelaskan!
Behaviorisme adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang diinginkan. Pendidikan behaviorisme merupakan kunci dalam mengembangkan keterampilan dasar dan dasar-dasar pemahaman dalam semua bidang subjek dan manajemen kelas. Ada ahli yang menyebutkan bahwa teori belajar behavioristik adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.
Ciri dari teori behavioristik adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar.
23.  Sebutkan prinsip-prinsip dalam pendekatan behaviorisme?
Adapun beberapa prinsip dalam pendekatan behaviorisme, yakni sebagai berikut:
a.       Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan;
Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien.
b.      Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan;
c.       Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terham-batnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan;
d.      Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film, tape recorder, atau contoh nyata langsung);
e.       Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak.
24.  Apa Pengaruh Teori Behaviorisme dalam Pembelajaran?
Pengaruh Teori Behaviorisme dalam Pembelajaran
Pengaruh teori ini dalam pembelajaran, bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai aktivitas yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil, dan evaluasi menuntut satu jawaban benar. Jawaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori behavioristik adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu:
a.       Mementingkan pengaruh lingkungan;
b.      Mementingkan bagian-bagian;
c.       Mementingkan peranan reaksi;
d.      Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon;
e.       Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya;
f.       Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan;
g.      Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan.
25.  Bagaimana Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran?
Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.


26.  Apa yang dimaksud dengan teori belajar humanistik?
Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama para pendidik adalah membantu peserta didik untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Jadi, teori belajar humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang mengedepankan bagaimana memanusiakan manusia serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya.
27.  Ada beberapa  prinsip dari teori belajar humanistik? Sebutkan!
Prinsip- prinsip Teori belajar Humanistik:
a.       Manusia mempunyai belajar alami
b.      Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu
c.       Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya.
d.      Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil
e.       Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman peserta didik dalam memperoleh cara.
f.       Belajar yang bermakna diperolaeh jika peserta didik melakukannya
g.      Belajar lancer jika peserta didik dilibatkan dalam proses belajar
h.      Belajar yang melibatkan peserta didik seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
i.        Kepercayaan pada diri pada peserta didik ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
j.        Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar.
28.  Bagaimana Aplikasi teori humanisme dalam pembelajaran?
Aplikasi teori humanisme dalam pembelajaran, guru lebih mengarahkan siswa untuk berpikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar. Hal ini diterapkan melalui kegiatan diskusi, membahas materi secara berkelompok. Pembelajaran berdasarkan teori humanisme ini cocok untuk diterapkan pada materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap dan analisis terhadap fenomena sosial.
29.  Bagaimana Implikasi Teori Belajar Humanistik
Penerapan teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para peserta didik sedangkan guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan peserta didik. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada peserta didik dan mendampingi peserta didik untuk memperoleh tujuan pembelajaran.
Peserta didik berperan sebagai pelaku utama (stundent center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan peserta didik memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif.
30.  Bagaimana Peran guru dalam proses pembelajaran humanisme?
Peran guru dalam proses pembelajaran humanisme adalah menjadi fasilitor bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Siswa berperan sebagai pelaku utama  ( student center ) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa mampu memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif.
31.  Apa yang dimaksud dengan pembelajaran konstruktivistik?
Pembelajaran konstruktivistik adalah pembelajaran yang lebih menekankan pada proses dan kebebasan dalam menggali pengetahuan serta upaya dalam mengkonstruksi pengalaman. Dalam proses belajarnya pun, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri, untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga siswa menjadi lebih kreatif dan imajinatif serta dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
32.  Bagaimana proses belajar konstruktivistik?
Secara konseptual, proses belajar jika dipandang dari pendekatan kognitif, bukan sebagai perolehan informasi yang berlangsung satu arah dari luar ke dalam diri siswa, melainkan sebagai pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya melalui prosesnya asimilasi dan akomodasi yang bermuara pada pemutahkiran struktur kognitifnya. Kegiatan belajar lebih dipandang dari segi prosesnya dari pada segi perolehan pangetahuan dari fakta-fakta yang terlepas-lepas. Pemberian makna terhadap objek dan pengalaman oleh individu tersebut tidak dilakukan secara sendiri-sendiri oleh siswa, melainkan melalui interaksi dalam jaringan sosial, yang unik yang terbentuk baik dalam budaya kelas maupun di luar kelas. Oleh sebab itu pengelolaan siswa dalam memperolah gagasannya, bukan semata-mata pada pengelolaan siswa dan lingkungan belajarnya bahkan pada unjuk kerja atau prestasi belajarnya yang dikaitkan dengan sistem penghargaan dari luar seperti nilai, ijasah, dan sebagainya.
33.  Bagaimana Peran Siswa saat pembelajaran menurut pandangan teori belajar konstruktivistik?
Menurut pandangan kontruktivistik, belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. Pembentukan ini harus dilakukan oleh si belajar. Ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berpikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari. Guru memang dapat dan harus mengambil prakarsa untuk menata lingkungan yang memberi peluang optimal bagian terjadinya belajar. Namun yang akhirnya paling menentukan terwujudnya gejala belajar adalah niat belajar siswa sendiri. Dengan istilah lain, dapat dikatakan bahwa hakekatnya kendala belajar sepenuhnya ada pada siswa. Paradigma konstruktivistik memandang siswa sebagai pribadi yang sudah memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu. Kemampuan awal tersebut akan menjadi dasar dalam mengkonstruksi pengetahuan yang baru. Oleh karena itu meskipun kemamuan awal tersebut masih sangat sederhana atau tidak sesuai dengan pendapat guru, sebaiknya diterima dan dijadikan dasar pembelajaran dan pembimbingan.
34.  Sebutan Karakteristik perspektif konstruktivistik dalam pembelajaran?
Beberapa karakteristik yang merupakan prinsip dasar prespektif kontruktivistik dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
a.       Mengembangkan strategi alternatif untuk memperoleh dan menganalisis informasi.
b.      Dimungkinkannya prespektif jamak dalam proses belajar.
c.       Peran siswa utama dalam proses belajar, baik dalam mengatur atau mengendalikan proses berfikirnya sendiri maupun ketika berinteraksi dengan lingkungannya.
d.      Peran pendidik atau guru lebih sebagai tutor, fasilitator, dan mentor untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan proses belajar siswa.
e.       Pentingnya kegiatan belajar dan evaluasi belajar yang otentik.
35.  Sebutan kelebihan dan kelemahan teori konstruktivistik?
Kelebihan teori konstruktivistik yaitu:           
a.       Berfikir : Dalam proses membina pengetahuan baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, menjana idea dan membuat keputusan.
b.      Faham : Oleh ksrana murid terlibat secara langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih faham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi.
c.       Ingat : Oleh karana murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Yakin Murid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Justru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
d.      Kemahiran sosial : Kemahiran sosial diperolehi apabila berinteraksi dengan rakan dan guru dalam membina pengetahuan baru.
e.       Seronok : Oleh kerana mereka terlibat secara terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sihat, maka mereka akan berasa seronok belajar dalam membina pengetahuan baru.
Kelemahan teori konstruktivistik yaitu:
Dalam bahasan kekurangan atau kelemahan ini mungkin bisa kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik sepertinya kurang begitu mendukung.