kita mulai melangkah pada tanggal 31 september 2013 yaitu via jalur Bambangan kami berangkat dari semarang pada hari jum'at yang beranggotakan: Ulil, zur, Amri, Idos, Zebta, Pakde Agus, budi, dan Gharonk. kemudian menuju kerumah Farid yg bertempat di weleri dan kami sampai dirumah Mr. Pa'i pada malam sabtu kita istirahat semalam disana setelah itu mulailah awal petualangan kita dan ditambah 1 personil yg bernama ghanjest.
berawal dibescam bambangan kami melangkah setelah hujan reda kami berdo'a kepada sang kuasa agar kami di beri keselamatan diperjalanan.
peristiwa yang paling menesankan ketika kita muter-muter dipuncak sampai 2 kali dengan bekal air cuma 1 liter untuk 11 orang dan waktu itu pukul 11.00 wib dimana keadaan bahaya akan melanda ketika masih dipuncak karena itu sebuah larangan bahaya belerang yang dapat mematikan.
keadaan yang paling mengesankan ketika turun tanpa arah, tanpa bekal, dan yang utama tanpa air. hanya rumputlah dan pohon yang dapat menhilangkan dahaka di tenggorokan.
yang paling mengesankan kita selamat sampai didesa jurangagung kab.pemalang dengan hati riang dan gembira...hahahhaheeh
Sobat !
Seberapa tinggi gunung yang telah kita daki
Seberapa banyak kita mendaki
Atau seberapa cepat kita mendaki
Itu tidaklah penting !!!
Yang lebih penting adalah apa yang kita dapat ketika mendaki
Dan yang paling penting adalah bagaimana kita memanfaatkanya untuk kehidupan
Jika ada atau tidaknya kita tidak merubah apapun di dunia, kita telah gagal dalam hidup.
Seberapa banyak kita mendaki
Atau seberapa cepat kita mendaki
Itu tidaklah penting !!!
Yang lebih penting adalah apa yang kita dapat ketika mendaki
Dan yang paling penting adalah bagaimana kita memanfaatkanya untuk kehidupan
Jika ada atau tidaknya kita tidak merubah apapun di dunia, kita telah gagal dalam hidup.
i love you so much
ReplyDeletethanks for love
Delete