Sejak dahulu orang Jawa telah mempunyai “perhitungan“(
petung Jawa ) tentang pasaran, hari, bulan dan lain sebagainya. Perhitungan itu
meliputi baik buruknya pasaran, hari, bulan dan lain sebagainya. Khusus tentang
hari dan pasaran terdapat di dalam mitologi sebagai berikut :
Batara Surya ( Dewa Matahari ) turun ke bumi menjelma
menjadi Brahmana Raddhi di gunung tasik. Ia menggubah hitungan yang disebut Pancawara
( lima bilangan ) yang sekarang disebut Pasaran yakni : Legi, Paing, Pon, Wage
dan Kliwon nama kunonya : Manis, Pethak ( an ) Abrit ( an ) Jene ( an ) Cemeng
( an ), kasih. ( Ranggowarsito R.NG.I : 228 ). Kemudian Brahmana Raddhi diboyong dijadikan penasehat
Prabu Selacala di Gilingwesi sang Brahmana membuat sesaji, yakni sajian untuk
dewa-dewa selama 7 hari berturut-turut dan tiap kali habis sesaji, hari itu
diberinya nama sebagai berikut
a. Sesaji Emas, yang dipuja Matahari. Hari itu diberinya nama
Radite, nama sekarang : Ahad.
b. Sesaji Perak, yang dipuja bulan. Hari itu diberinya nama
: Soma, nama sekarang : Senen.
c. Sesaji Gangsa ( bahan membuat gamelan, perunggu ) yang
dipuja api, hari itu diberinya nama : Anggara, nama sekarang Selasa.
d. Sesaji Besi, yang dipuja bumi, hari itu diberinya nama :
buda, nama sekarang : Rebo.
e. Sesaji Perunggu, yang dipuja petir. Hari itu diberinya
nama : Respati, nama sekarang : Kemis.
f. Sesaji Tembaga, yang dipuja Air. Hari itu diberinya nama
: Sukra, nama sekarang : Jumat
g. Sesaji Timah, yang dipuja Angin. Hari itu diberinya nama
: Saniscara disebut pula : Tumpak, nama sekarang : Sabtu.
Nama sekarang hari-hari tersebut adalah nama hari-hari dalam
Kalender Sultan Agung, yang berasal dari kata-kata Arab ( Akhad, Isnain,
Tslasa, Arba’a, Khamis, Jum’at, Sabt ) nama-nama sekarang itu dipakai sejak
pergantian Kalender Jawa – Asli yang disebut Saka menjadi kalender Jawa /
Sultan Agung yang nama ilmiahnya Anno Javanico ( AJ ). Pergantian kalender itu
mulai 1 sura tahun Alip 1555 yang jatuh pada 1 Muharam 1042 = Kalender masehi 8
Juli 1633. Itu hasil perpaduan agama Islam dan kebudayaan Jawa.
Angka tahun AJ itu meneruskan angka tahun saka yang waktu
itu sampai tahun 1554, sejak itu tahun saka tidak dipakai lagi di Jawa, tetapi
hingga kini masih digunakan di Bali. Rangkaian kalender saka seperti : Nawawara
( hitungan 9 atau pedewaan ) Paringkelan ( kelemahan makhluk ) Wuku ( 30 macam
a’7 hati, satu siklus 210 hari ) dll.
Dipadukan dengan kalender Sultan Agung ( AJ ) tersebut,
keseluruhan merupakan petungan ( perhitungan ) Jawa yang dicatat dalam Primbon.
Dikalangan suku Jawa, sekalipun di lingkungan kaum terpelajar, tidak sedikit
yang hingga kini masih menggunakannya ( baca : mempercayai ) primbon.
Sadulur Papat Kalima Pancer
Hitungan Pasaran yang berjumlah lima itu menurut kepercayaan
Jawa adalah sejalan dengan ajaran “ Sedulur papat, kalima pancer “ empat
saudara sekelahiran, kelimanya pusat.
Ajaran ini mengandung pengertian bahwa badan manusia yang
berupa raga, wadag, atau jasad lahir bersama empat unsur atau roh yang berasal
dari, tanah, air, api dan udara. Empat unsur itu masing-masing mempunyai tempat
di kiblat empat. Faktor yang kelima bertempat di pusat, yakni di tengah.
Lima tempat itu adalah juga tempat lima pasaran, maka
persamaan tempat pasaran dan empat unsur dan kelimanya pusat itu adalah sebagai
berikut :
1. Pasaran Legi bertempat di timur, satu tempat dengan unsur
udara, memancarkan sinar ( aura ) putih.
2. Pasaran Paing bertempat di selatan, salah satu tempat
dengan unsur Api, memancarkan sinar merah.
3. Pasaran Pon bertempat di barat, satu temapt dengan unsur
air, memancarakan sinar kuning.
4. Pasaran Wage bertempat di utara, satu tempat dengan unsur
tanah, memancarkan sinar hitam
5. Kelima di pusat atau di tengah, adalah tempat Sukma atau
Jiwa, memancarkan sinar manca warna ( bermacam-macam )
Dari ajaran sadulur papat, kalima pancer dapat diketahui
betapa pentingnya Pasaran Kliwon yang tempatnya ditengah atau pusat ( sentrum )
tengah atau pusat itu tempat jiwa atau sukma yang memancarkan daya – perbawa
atau pengaruh kepada “ Sadulu Papat atau Empat Saudara ( unsur ) sekelahiran.
Satu peredaran “ Keblat papat kalima pancer “ itu dimulai
dari timur berjalan sesuai dengan perputaran jam dan berakhir di tengah ( pusat
) Peta dari jalannya dapat digambarkan sebagai berikut :
menep ing rahsa sateleng kalbu
amatek cipta ambasuh sukma
sumunaring raga ambudidaya
Nora iguhing palena pikir
imaningsun anuju dhat luhur
Nembah asaling muasal
oncat hawa lereming asepi
Budaya Djawa
Mari kita mengutip satu tembang Jawa
Tak uwisi gunem iki saya akhiri pembicaraan ini
Niyatku mung aweh wikan saya hanya ingin memberi tahu
Kabatinan akeh lire kabatinan banyak macamnya
Lan gawat ka liwat-liwat dan artinya sangat gawat
Mulo dipun prayitno maka itu berhati-hatilah
Ojo keliru pamilihmu Jangan kamu salah pilih
Lamun mardi kebatinan kalau belajar kebatinan
Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh)
kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. Kiranya perlu
dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu
sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan
antara kawula (manusia) dan Gusti(Pencipta) ( jumbuhing kawula Gusti
)/pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total.
Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang
percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik, bersih dan jujur.
beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang
mantap.Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu
yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya.
Cipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu
hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti – hati suci itu adalah
hubungan yang serasi antara Kawulo dan Gusti, kejawen merupakan aset dari orang
Jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup
yang mengandung nilai-nilai.
Dalam budaya jawa dikenal adanya simbolisme, yaitu suatu
faham yang menggunakan lambang atau simbol untuk membimbing pemikiran manusia
kearah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam.Manusia mempergunakan
simbol sebagai media penghantar komunikasi antar sesama dan segala sesuatu yang
dilakukan manusia merupakan perlambang dari tindakan atau bahkan karakter dari
manusia itu selanjutnya. Ilmu pengetahuan adalah simbol-simbol dari Tuhan, yang
diturunkan kepada manusia, dan oleh manusia simbol-simbol itu ditelaah
dibuktikan dan kemudian diubah menjadi simbol-simbol yang lebih mudah difahami
agar bisa diterima oleh manusia lain yang memiliki daya tangkap yang
berberda-beda.
Biasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai Citanduy dan Cilosari. Bukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. Masyarakat Jawa adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya “saiyeg saekoproyo “ yang berarti sekata satu tujuan.
Biasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai Citanduy dan Cilosari. Bukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. Masyarakat Jawa adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya “saiyeg saekoproyo “ yang berarti sekata satu tujuan.
Kisah suku Jawa diawali dengan kedatangan seorang satriya
pinandita yang bernama Aji Saka, sampai kemudian satriya itu menulis sebuah
sajak yang kemudian sajak tersebut diakui menjadi huruf jawa dan digunakan
sebagai tanda dimulainya penanggalan tarikh Caka.
Kejawen adalah faham orang jawa atau aliran kepercayaan yang
muncul dari masuknya berbagai macam agama ke jawa. Kejawen mengakui adanya
Tuhan Gusti Allah tetapi juga mengakui mistik yang berkebang dari ajaran
tasawuf agama-agama yang ada.
Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis
dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi dan tindakan simbolis dalam seni.
Tindakan simbolis dalam religi, adalah contoh kebiasaan orang Jawa yang percaya
bahwa Tuhan adalah zat
yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya
harus di simbolkan agar dapat di akui keberadaannya misalnya dengan menyebut
Tuhan dengan Gusti Ingkang Murbheng Dumadi, Gusti Ingkang Maha Kuaos, dan
sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi
upacara kematian yaitu medoakan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh
hari, empatpuluh hari, seratus hari, satu tahun, dua tahun ,tiga tahun, dan
seribu harinya setelah seseorang meninggal ( tahlhilan ). Dan tindakan simbolis
dalam seni dicontohkan dengan berbagai macam warna yang terlukis pada wajah
wayang kulit; warna ini menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam
wayang.
Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh
perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa
dalam kehidupan. Maka orang mulai berfikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib
secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa
mengindahkan unsur kesakralan. Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan
unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek exploitasi dan penelitian.
Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah.Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala.
Kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru (tiang penyangga) yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah.Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala.
Neptu Hari
Minggu Pon : 12
Senin Pon : 11
Selasa Pon : 10
Rabu Pon : 14
Kamis Pon : 15
Jum’at Pon : 13
Sabtu Pon : 16
Minggu Kliwon : 13
Senin Kliwon : 12
Selasa Kliwon : 11
Rabu Kliwon : 15
Kamis Kliwon : 16
Jum’at Kliwon : 14
Sabtu Kliwon : 17
Minggu Pahing : 14
Senin Pahing : 13
Selasa Pahing : 12
Rabu Pahing : 16
Kamis Pahing : 17
Jum’at Pahing : 15
Sabtu Pahing : 18
Minggu Wage : 9
Senin Wage : 8
Selasa Wage : 7
Kamis Wage : 12
Jum’at Wage : 10
Sabtu Wage : 13
Minggu Legi : 10
Senin Legi : 9
Selasa Legi : 8
Rabu Legi : 12
Kamis Legi : 13
Jum’at Legi : 11
Sabtu Legi : 14
Senin Pon : 11
Selasa Pon : 10
Rabu Pon : 14
Kamis Pon : 15
Jum’at Pon : 13
Sabtu Pon : 16
Minggu Kliwon : 13
Senin Kliwon : 12
Selasa Kliwon : 11
Rabu Kliwon : 15
Kamis Kliwon : 16
Jum’at Kliwon : 14
Sabtu Kliwon : 17
Minggu Pahing : 14
Senin Pahing : 13
Selasa Pahing : 12
Rabu Pahing : 16
Kamis Pahing : 17
Jum’at Pahing : 15
Sabtu Pahing : 18
Minggu Wage : 9
Senin Wage : 8
Selasa Wage : 7
Kamis Wage : 12
Jum’at Wage : 10
Sabtu Wage : 13
Minggu Legi : 10
Senin Legi : 9
Selasa Legi : 8
Rabu Legi : 12
Kamis Legi : 13
Jum’at Legi : 11
Sabtu Legi : 14
Pembuatan Nama
Neptu hari :
Mingggu : 5
Senin : 4
Selasa : 3
Rabu : 7
Kamis : 8
Jum’at : 6
Sabtu : 9
Neptu Huruf sbb : Ha 1, Na 2, Ca 3, Ra 4, Ka 5, Da 6, Ta 7, Sa 8, Wa 9, La 10, Pa 11, Dha 12, Ja 13, Ya 14, Nya 15, Ma 16, Ga 17, Ba 18, Tha 19, Nga 20
Neptu Pasaran : Pon 7, Wage 4, Kliwon 8, legi 5, Pahing 9
Mingggu : 5
Senin : 4
Selasa : 3
Rabu : 7
Kamis : 8
Jum’at : 6
Sabtu : 9
Neptu Huruf sbb : Ha 1, Na 2, Ca 3, Ra 4, Ka 5, Da 6, Ta 7, Sa 8, Wa 9, La 10, Pa 11, Dha 12, Ja 13, Ya 14, Nya 15, Ma 16, Ga 17, Ba 18, Tha 19, Nga 20
Neptu Pasaran : Pon 7, Wage 4, Kliwon 8, legi 5, Pahing 9
Jumlahkan Neptu Weton ( hari dan pasaran ) dengan Neptu
Huruf nama. Dari penjumlahan dikurangi lima-lima.
Contoh :
1. Kelahiran Jum,at Legi
2. Nama Sutoyo = S 8, T 7, Y 14 = 29
Penjumlahan 11+29 = 40 dikurangi lima-lima habis
Contoh :
1. Kelahiran Jum,at Legi
2. Nama Sutoyo = S 8, T 7, Y 14 = 29
Penjumlahan 11+29 = 40 dikurangi lima-lima habis
Arti Sebuah Nama
1. Sri : Artinya selamat dan banyak rejekinya
2. Lungguh : Berkedudukan baik dan berpangkat
3. Gedhong : Kelak dapat berhasil dan kaya
4. Lara : Selalu menderita dan sakit-sakitan
5. Pati : Kelak akan menderita, tidak berumur panjang
Perjodohan
Neptu huruf :
Ha = 6 Na = 3 Ca = 3 Ra = 3 Ka = 3
Da = 5 Ta = 3 Sa = 3 Wa = 6 La = 5
Pa = 1 Dha = 4 Ja = 3 Ya = 8 Nya = 3
Ma = 5 Ga = 1 Ba =2 Tha = 4 Nga = 2
Caranya dengan menjumlahkan nama calon pengantin pria dan wanita ambil huruf hidupnya saja
Da = 5 Ta = 3 Sa = 3 Wa = 6 La = 5
Pa = 1 Dha = 4 Ja = 3 Ya = 8 Nya = 3
Ma = 5 Ga = 1 Ba =2 Tha = 4 Nga = 2
Caranya dengan menjumlahkan nama calon pengantin pria dan wanita ambil huruf hidupnya saja
Contoh :
Waluyo : W =6 L = 5 Y =8 = 19
Prihatini : P = 1 H = 6 T =3 N =3 = 13
19 + 13 = 32 dikurangi tujuh – tujuh ( 4 )
Waluyo : W =6 L = 5 Y =8 = 19
Prihatini : P = 1 H = 6 T =3 N =3 = 13
19 + 13 = 32 dikurangi tujuh – tujuh ( 4 )
Hitungan Sisa sbb :
1. Tunggak Tan Semi : Sengsara selama menjadi pasangan
2. Pisang Pinugel : Cerai
3. Lumbung Gumulang : Melarat seumur hidup, boros
4. Sanggar Waringin : Menjadi pengoyom dan kaya
5. Pedaringan Kebak : Selalu dalam kecukupan, dan menjadi
pelindung
6. Satria Lelaku : Harus berdagang dan bisa terhormat
6. Satria Lelaku : Harus berdagang dan bisa terhormat
7. Pandhita Mukti : Bahagia, tentram selamanya
Hitungan lain sbb :
1. Pisang Pinunggel : Mati, artinya bila punya anak lelaki,
ayahnya yang meninggal, bila punya anak wanita maka ibunya yang akan meninggal
lebih dulu.
2. Sanggar Waringin : Mendapat keteduhan ( tentram dan
bahagia )
3. Gedhong Rembulan : Cepat Kaya, tetapi sering tertipu
4. Bale Kedhawang : Menakutkan ,selalu gelisah
5. Liman Plasungan : Gajah sering lepas, bila punya anak
sesudah besar akan meninggal
6. Warak Pangrungruman : Pandai mencari simpati, gampang
cari rejeki, tetapi tidak pandai menyimpannya
7. Garangan Macan : Pandai cari uang tapi sering tertipu
Menghitung Hari
Cth : 12 April 1974
1. Tahun diambil dua angka belakang 74
2. Tahun 74 : 4 18
3. Angka Bulan 4
4. Tanggal 12 +
Jumlah 108
6-
Sisa 102 : 7 =4
( Jum’at)
2. Tahun 74 : 4 18
3. Angka Bulan 4
4. Tanggal 12 +
Jumlah 108
6-
Sisa 102 : 7 =4
( Jum’at)
Menghitung Pasaran
1. Tahun 74 : 4 = 18
2. Angka bulan = 4
3. Tanggal = 12+
Jumlah = 34
2-
Sisa 32 : 5 =2 ( legi )
1. Tahun 74 : 4 = 18
2. Angka bulan = 4
3. Tanggal = 12+
Jumlah = 34
2-
Sisa 32 : 5 =2 ( legi )
Hari Pernikahan
Hitungan Neptu hari dan pasaran, ketika acara berlangsung
dan dikurangi tujuh-tujuh, jumlahnya adalah jawaban keadaan pengantin
dikemudian hari. Bila sisanya sbb :
1. Wasesa Segara : Luas pandangan hidupnya, sangat berwibawa
2. Tunggak semi : Banyak anak tetapi sering sakit-sakitan
3. Satria Wibawa : Selalu mendapat keberuntungan dan dapat kaya
3. Satria Wibawa : Selalu mendapat keberuntungan dan dapat kaya
4. Sumur Sinaba : Selalu menjadi pengayoman, menolong orang
5. Satria Wirang : Selalu sengsara, melarat
6. Bumi Kapetak : Selalu tersisih, tetapi dapat simpan harta
7. Lebu Katiup Angin : Selalu kekurangan, selalu
pindahrumah, dan sering pindah kerjaan dan kehidupannya tidak menentu
Hitungan lainnya :
Jumlahkan Neptu hari dan pasaran kedua calon pengantin dan
kurangi empat-empat, kalau sisanya ssb :
1. Gentho : Sulit mendapatkan anak
2. Gembili : Banyak anaknya
3. Sri : Banyak rejekinya
4. Punggel : Salah satu mati muda
Mendirikan Rumah
Jumlah Neptu hari dan pasaran ketika akan mendirikan
rumah/membangun rumah, dari jumlah itu dikurangi lima-lima, bila sisanya :
1. Kerta : Mendapat kejayaan
2. Yasa : Mendapat Kejayaan
3. Candi : Mendapat keberuntungan
4. Rogoh : Sering kemasukan pencuri
5. Sempoyong : Sering pindah rumah
Pindah Rumah
Jumlahkan Neptu hari dan pasaran pada hari saat mau pindah
rumah, jumlahnya dikurangi enam-enam, bila sisanya sbb:
1. Pitutur : Banyak kesulitan
2. Demang Kandhuruwan : Sering menderita sakit
3. Satria Pinayungan : Banyak yang memuji dan terhormat
4. Mantri Sinaroja : Disenangi tetangga dan orang banyak
5. Macan Ketawan : Sering bertengkar dan digugat
6. Nuju Pati : Serig menderita dan selalu sedih
Neptu dan hari pasaran yang dipakai bb :
Jum’at 1, Sabtu 2, Ahad 3, Senin 4, Selasa 5, Rabu 6, Kamis
7.
Kliwon 1, Legi 2, Paing 3, Pon 4, Wage 5
Kliwon 1, Legi 2, Paing 3, Pon 4, Wage 5
Hitungan lain :
Jumlah Neptu hari dan pasaran dikurangi empat-empat, bila sisa
sbb :
1. Kerta, dihormati oleh tetangga
2. Yasa, Tentram dan tenang hidupnya
3. Rogoh, Sering didatangi pencuri
4. Sempoyong, Sering pindah rumah
2. Yasa, Tentram dan tenang hidupnya
3. Rogoh, Sering didatangi pencuri
4. Sempoyong, Sering pindah rumah
Bila jumlah Neptunya sbb :
Jumlah Neptu Weton Menghadap ke
7
Utara
atau Timur
8 Utara atau Timur
9 Selatan atau Timur
10 Selatan atau Barat
11 Barat
12 Utara atau Barat
13 Utara atau Timur
14 Selatan atau Timur
15 Barat
16 Barat
17 Utara atau Barat
18 Utara atau Timur
8 Utara atau Timur
9 Selatan atau Timur
10 Selatan atau Barat
11 Barat
12 Utara atau Barat
13 Utara atau Timur
14 Selatan atau Timur
15 Barat
16 Barat
17 Utara atau Barat
18 Utara atau Timur
Kelemahan Naga
No Hari/ Pasaran Kedudukan
Tidur
Bangun Lengah Naga
1 Minggu Pon
Timur Laut 09.00
00.00 10.00
– 22.00
2 Senin
Wage
Barat Laut
08.00 23.00
09.00 – 22.00
3 Selasa
Kliwon
Timur
12.00
16.00
13.00 – 15.00
4 Rabu
Legi
Timur Laut
08.00
23.00 09.00
– 22.00
5 Kamis Pahing
Timur Laut 08.00
15.00
09.00 – 15.00
6 Jum’at Pon
Barat
Laut
11.00
00.00 12.00
– 23.00
7 Sabtu
Wage
Barat Laut
08.00 00.00
19.00 – 23.00
8 Minggu Kliwon
Barat Laut
09.00
00.00 10.00
– 22.00
9 Senin
Legi
Barat daya
08.00
23.00 09.00 –
22.00
10 Selasa Pahing
Timur Laut 12.00
16.00
13.00 – 16.00
11 Rabu Pon
Barat
Daya
08.00
23.00 09.00 – 22.00
12 Kamis Wage
Timur Laut 08.00
15.00
09.00 – 14.00
13 Jum’at Kliwon Barat
Daya 11.00
00.00
12.00 – 23.00
14 Sabtu
Legi
Barat Daya
08.00
00.00 09.00 – 23.00
15 Minggu Pahing Barat
Daya
09.00
00.00 10.00 – 23.00
16 Senin
Pon
Timur
08.00
23.00 09.00 – 22.00
17 Selasa
Wage Timur
Laut
12.00
16.00 13.00 – 15.00
18 Rabu Kliwon
Tenggara
08.00
23.00 09.00 – 22.00
19 Kamis
Legi
Barat Laut
08.00 16.00
09.00 – 15.00
20 Jum’at Pahing Tenggara
11.00
00.00 12.00
– 23.00
21 Sabtu Pon
Timur
08.00
00.00 09.00 – 23.00
22 Minggu Wage Barat Daya
09.00
00.00 10.00 – 23.00
23 Senin Kliwon
Timur Laut 08.00
23.00
09.00 – 22.00
24 Selasa
Legi
Barat Laut
12.00
16.00 13.00 – 15.00
25 Rabu Pahing
Timur
08.00
23.00 09.00 – 22.00
26 Kamis
Pon
Tenggara
08.00
15.00 09.00 – 14.00
27 Jum’at Wage
Tenggara
11.00
00.00 12.00 – 23.00
28 Sabtu Kliwon
Timur Laut 08.00
00.00
09.00 – 23.00
29 Minggu Legi Tenggara
09.00
00.00 10.00 – 23.00
30 Senin
Pahing Barat
Laut
08.00
23.00 09.00 – 22.00
31 Selasa Pon
Tenggara
12.00
16.00 13.00 – 15.00
32 Rabu Wage
Timur
08.00
23.00 09.00 – 22.00
33 Kamis Kliwon
Timur
08.00 23.00
09.00 – 22.00
34 Jum’at Legi
Timur
11.00
00.00 12.00 – 23.00
35 Sabtu Pahing
Timur
08.00
00.00 09.00 – 23.00
Penjelasan Kedudukan Sang Naga
Apabila dihitung Neptu hari da pasarannya sbb :
- 7,
12, 17 :
Naga berada di Timur Laut
- 8,
13
: Naga berada di Barat Laut
- 9,
14
: Naga berada di Barat Daya
- 10,
15
: Naga berada di Tenggara
- 11,
16, 18 :
Naga berada di Timur
Rotasi Waktu Pancaran Daya
|
Rotasi
|
Jam
|
||||||
|
Malam
|
18.00-20.00
|
20.00-21.00
|
21.00-23.00
|
23.00-01.00
|
01.00-03.00
|
03.00-04.00
|
04.00-06.00
|
|
Siang
|
06.00-08.00
|
08.00-09.00
|
09.00-11.00
|
11.00-13.00
|
13.00-15.00
|
15.00-16.00
|
16.00-18.00
|
|
Hari
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
Minggu
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
Putih
|
Merah
|
|
Senin
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
|
Selasa
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
|
Rabu
|
Putih
|
Merah
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
|
Kamis
|
Merah
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
|
Jum’at
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
|
Sabtu
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
Putih
|
|
Pasaran
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
Pon
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
|
Wage
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
|
Kliwon
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
|
Legi
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
|
Paing
|
Merah
|
Kuning
|
Hitam
|
Hijau
|
Putih
|
Merah
|
Kuning
|
Kuning : Ego, Harga Diri, Kederajatan
Hitam : Lumawah, nafsu, kebendaan, uang
Hijau : Kasih sayang, Mulhimah, nafsu
ingin tahu
Putih : Kesucian, Kepandhitaan,
Spiritual, Diam
Merah : Amarah keserakahan, galak, dan
pemberani
- Membuka
suatu usaha : warnanya
hitam-hitam ( banyak uang )
- Membuka
kantor
: waktunya adalah kuning-kuning ( sukses )
- Membuka
Badan Sosial : Warnanya hijau
putih( kasih dan suci )
- Mendirikan
sesuatu bersifat keamanan : Merah-merah
( wibawa )
Bawana Ageng dan Bawana Alit
1. Warna Kuning berada di Paru-paru,
hari Minggu pasaran Pon
2. Warna Hitam berada di Perut, hari Senin
pasaran Wage
3. Warna Hijau berada di Jantung, hari Selasa
pasaran Kliwon
4. Warna Putih berada di Buah Pinggang,
hari Rabu pasaran Legi
5. Warna Merah berada di Hati/Lever,
hari Kamis pasaran Paing
6. Warna Putih berada di Ginjal, hari Jum’at
pasaran Legi
7. Warna Merah berada di Hati ( perut
bgn kanan ), hari Sabtu pasarannya Paing
Mengetahui Jalannya Hitungan Hari Mingguan
- Bila
hari “Ahad” hitungannya bertemu “lima”, utara tempatnya ,
rupanya kelabu dan Nabinya Nuh
- Bila
hari “ Senin” hitungannya bertemu “empat” penghidupannya
selatan, rupanya kuning, Nabinya Musa
- Bila
hari “Selasa” hitungannya bertemu “tiga” penghidupannya
selatan barat, rupanya merah kuning, Nabinya Isa
- Bila
hari “Rabu” hitungannya bertemu “tujuh” penghidupannya
selatan timur, rupanya hitam putih, Nabinya Ibrahim
- Bila
hari “Kamis” hitungannya bertemu “delapan” penghidupannya di
timur persis, rupanya merah, Dewi Fatimah
- Bila
hari “Jum’at” hitungannya bertemu “enam” penghidupannya di
barat persis, rupanya hitam, Nabinya Muhammad
- Bila
hari “Sabtu” hitungannya bertemu “Sembilan” penghidupannya
utara barat, rupanya putih, Nabinya Yusuf
Mengetahui Jalannya Hitungan Hari Pasaran
- Bila
hari “Legi” hitungannya bertemu “lima”, timur tempatnya,
rupanya putih, kotanya selaka, lautnya santan kelapa, burungnya bangau,
kayunya sekar petak, wayangnya Narada
- Bila
hari “Pahing” hitungannya bertemu “sembilan” selatan
tempatnya, rupanya merah, kotanya tembaga, lautnya darah, burungnya
kuning, kayunya ingas, wayangnya Batara Brahma
- Bila
hari “Pon” hitungannya bertemu “tujuh” , barat tempatnya,
rupanya kuning, kotanya kencana, lautnya madu, burungnya kepodang, kayunya
kemuning wayangnya Batara Kamajaya
- Bila
hari “ Wage” hitungannya bertemu “empat” utara tempatnya,
rupanya hitam, kotanya besi, lautnya nila, burungnya dandang, kayunya
telasih, wayangnya batara Wisnu
- Bila
hari “Kliwon” hitungannya bertemu “delapan” tengah persis
tepatnya, rupanya ada putih ada merah, ada kuning majupat, kotanya selaka,
tembaga, kencana, besi, lautnya majupat timur santan kelapa, selatan
darah, barat madu, utara nila sedangkan burungnya bayan dengan ules
bermacam-macam.
Pertemuan Hari Pasaran
Bila bertemu “Tujuh” maka itu jelasnya Bumi
Bila bertemu “ Delapan “ maka itu jalannya Api
Bila bertemu “Sembilan” maka itu jalannya ‘Arsy empat
Bila bertemu “Sebelas” maka itu jalannya Bunga
Bila bertemu “ Duabelas” maka itu jalannya Syetan
Bila bertemu “ Tigabelas” maka itu jalannya Bintang
Bila bertemu “ Empatbelas” maka itu jalannya Bulan
Bila bertemu “Limabelas” maka itu jalannya Matahari
Bila bertemu “ Enambelas” maka itu jalannya Air
Bila bertemu “Tujuhbelas” maka itu jalannya Bumi
Bila bertemu “Delapanbelas” maka itu jalannya Api
Masalah Hari untuk mencari Sandang Pangan
- Bila
hari Jum’at Kliwon, maka sandang berada di barat , pangan di selatan,
sakit berada di selatan
- Bila
hari Sabtu Legi, maka sandang berada di selatan , pangan dan sakit di
barat, pati berada di Timur
- Bila
hari Ahad Pahing, maka sandang berada di timur , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan timur, pati berada di utara
- Bila
hari Senen Pon, maka sandang berada di utaras , pangan di selatan, sakit
berada di timur dan pati di barat
- Bila
hari Selasa Wage, maka sandang berada di selatan , pangan di utara, sakit
berada di timur, pati berada di barat
- Bila
hari Rabu Kliwon, maka sandang berada di utara , pangan di timur, sakit
berada di barat dan pati di selatan
- Bila
hari Kamis Legi, maka sandang berada di timur , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati di utara
- Bila
hari Jum’at Pahing, maka sandang berada di barat , pangan di barat, sakit
dan pati berada di selatan
- Bila
hari Sabtu Pon, maka sandang berada di selatan , pangan di timur, sakit
berada di barat dan pati di utara
- Bila
hari Ahad Wage, maka sandang berada di timur , pangan di barat, sakit
berada di selatan, dan pati di utara
- Bila
hari Senen Kliwon, maka sandang berada di selatan , pangan di timur, sakit
berada di barat dan pati di utara
- Bila
hari Selasa Legi, maka sandang berada di utara , pangan di selatan, sakit
berada di timur dan pati di utara
- Bila
hari Rabu Pahing, maka sandang berada di utara , pangan di barat, sakit
berada di timur dan pati di selatan
- Bila
hari Kamis Pon, maka sandang berada di timur , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati di utara
- Bila
hari Jum’at Wage, maka sandang berada di barat , pangan di selatan, sakit
berada di utara dan pati di timur
- Bila
hari Sabtu kliwon, maka sandang berada di selatan , pangan di barat, sakit
berada di timur dan pati di utara
- Bila
hari Ahad Legi, maka sandang berada di timur , pangan dan sakit berada di
utara dan pati di selatan
- Bila
hari Senen Pahing, maka sandang berada di selatan , pangan di utara, sakit
berada di timur dan pati di utara
- Bila
hari Selasa Pon, maka sandang berada di timur , pangan di barat, pati
berada di utara
- Bila
hari Rabu Wage, maka sandang berada di utara , pangan di barat, sakit
berada di timur dan pati di barat
- Bila
hari kamis Kliwon, maka sandang berada di timur , pangan di selatan, sakit
berada di barat dan pati di utara
- Bila
hari Jum’at Legi, maka sandang dan pangan di barat, sakit berada di
selatan dan pati di utara
- Bila
hari Sabtu Pahing, maka sandang berada di selatan , pangan di utara, sakit
berada di timur dan pati barat
- Bila
hari Ahad Pon, maka sandang berada di timur , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati utara
- Bila
hari Senen Wage, maka sandang berada di selatan , pangan di utara, sakit
berada di timur dan pati barat
- Bila
hari Selasa Kliwon, maka sandang berada di selatan , pangan di timur, sakit
berada di barat dan pati di utara
- Bila
hari Rabu Legi, maka sandang berada di utara , pangan di selatan, sakit
berada di barat dan pati di timur
- Bila
hari Kamis Pahing, maka sandang berada di timur , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati di utara
- Bila
hari Jum’at Pon, maka sandang berada di barat , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati di utara
- Bila
hari Sabtu Wage, maka sandang berada dan pangan di selatan, sakit berada
di timur dan pati di barat
- Bila
hari Ahad Kliwon, maka sandang berada di timur , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati di utara
- Bila
hari Senen Legi, maka sandang berada di selatan , pangan di utara, sakit
berada di timur dan pati barat
- Bila
hari Selasa Pahing, maka sandang berada di selatan , pangan di
utara, sakit berada di barat dan pati di timur
- Bila
hari Rabu Pon, maka sandang berada di utara , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati di utara
- Bila
hari kamis Wage, maka sandang berada di timur , pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati di utara
Masalah waktu mencari rejeki
Bila hari ahad pagi, rizki besar hingga tengah hari, dari
tengah hari hingga terbenan matahari rizki kecil
Bila hari senin pagi rizki kecil hingga tengah hari, dari
tengah hari hingga terbenan matahari rizki besar
Bila hari selasa pagi, rizki condong ke timur, kala tengah
hari hingga waktu ashar rahayu
Bila hari rabu pagi kala condong ke timur rizki kecil,
tengah hari lingsir ke barat rahayu, ashar rizki besar
Bila hari kamis pagi rahayu, lingsir ke timur rizki besar,
kala tengah hari rizki kecil, dari barat hingga ashar rahayu
Bila hari jum’at pagi kala lingsir ke timur rizki kecil,
dari lingsir kebarat hingga ashar rahayu
Bila hari sabtu pagi lingsir ke timur rizki kecil, kala
lingsir ke barat riski besar
Na’asnya Hari
Dalam 12 bulan, ada tiga bulan sekali terdapat hari na’as
dan 3 bulan sekali yang terdapat hari na’as itu ialah :
Bila bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulqaidah, na’asnya pada
hari jum’at
Bila bulan Dzul Hijjah, Muharam dan Safar, na’asnya jatuh
pada hari sabtu dan ahad
Bila bulan Robi’ul awal, Rajab dan Sya’ban, na’asnya jatuh
pada hari rabu dan kamis
Bila bulan Rabi’ul awal, Rabi’ul akhir dan Jumadil awal,
na’asnya jatuh pada hari Senen dan selasa
Ini dinamakan “ Jati Ngarang” maka berhati-hati dalam
bercocok tanam, bepergian atau mendirikan rumah atau kegiatan lainnya karena
bisa membawa celaka atau terkena cobaan. Untuk membangun rumah yang paling baik
adalah pada bulan Safar, Rabi’ul Akhir dan Sya’ban
Pranata Mangsa
Untuk mengetahui peralihan musim, yang dibagi dalam 12 masa
yang merupakan peristiwa yang perlu diberikan tanda, baik untuk memprediksi
masa depan , kelahiran seseorang, bercocok tanam maupun perjalanan
Kasa (1)
- Berotasi
selama :41 hari (23
juni – 2 agustus )
- Dewanya
: Bathara Antaboga
- Candra
: ratna jatuh dari tatahan
- Tanda-tanda
: musim kemarau,
pohon-pohon tidak berdaun, mulai palawija, belalang bertelur, matahari
digaris utama menuju selatan dana ngin bertiup dari timur laut ke barat
daya
- Watak
kelahiran :
bertabiat suka menolong orang
- Sifat
: sedang, labil
- Batu
: Jamrud, onix, mata kucing
- Warna
: hitam, merah
- bunga
: melati, gardena dan sedap malam
Karo (2)
- Berotasi
selama : 23 hari (3
agustus – 25 agustus)
- Dewanya
: Bathari Sakri
- Candra
: Tanah yang retak
- Tanda-tanda
: Musim kemarau,
tanah terbelah karena kering, tanaman palawija harus dapat air, pohon
kapuk dan mangga keluar daun mudanya. Matahari bergeser dari utara ke
selatan, angina bertiup dari barat laut ke barat daya
- Watak
kelahiran :
bertabiat jorok
- Sifat
: aktif tapi roboh
- Batu
: ruby, topas, berlian dan turmalin
- Warna
: hitam, jambon
- Bunga
: melati, lely dan anggrek
Katiga (3)
1. Berotasi
selama
: 23 hari (26 agustus – 18 september)
2.
Dewanya
: Bathara kamajaya
3.
Candra
: anak menuruti ayah
4.
Tanda-tanda
: musim kemarau, mulai tumbuh ubi, gadung bangsa temu,
bumbu, mulai memetik palawija. Matahari
dari utara masuk garis kathulistiwa, angina bertiup dari utara ke selatan
5. Watak
kelahiran :
bertabiat kikir
6.
Sifat
: disenangi orang lain
7.
Batu
: pink, giok dan akik
8.
Warna
: kuning, hijau
9.
Bunga
: melati, lely dan anggrek
Kapat (4)
1. Berotasi
selama
: 25 hari (19 september -13 oktober)
2.
Dewanya
: Bhatara Asmara
3.
Candra
: pancuran emas berhamburan di
bumi
4.
Tanda-tanda
: musim labuh, memasuki musim hujan, sumur kering, pohon kapukberbuah, burung
manyar membuat sarang,. Matahari di garis khatulistiwa, angina bertiup dari
barat laut ke tenggara
5. Watak
kelahiran :
bertabiat serba baik
6.
Sifat
: rapi, senang menolong
7.
Batu
: Opal, berlian, mirah dan merjan
8.
Warna
: biru, merah anggur
9.
Bunga
: melati, anggrek dan gladiol
Kalima (5)
1. Berotasi
selama
: 27 hari (14 oktober – 9 nopember)
2. Dewanya
: Bhatara Asmara
3.
Candra
: pancuran emas berhamburan di bumi
4.
Tanda-tanda
: musim labuh, memasuki musim hujan, sumur kering, pohon kapuk
berbuah, burung manyar membuat sarang,. Matahari di garis khatulistiwa ke
selatan, angina bertiup dari barat laut ke tenggara
5. Watak
kelahiran :
bertabiat suka mencela
6.
Sifat
: banyak bicara dermawan
7.
Batu
: topaz, kalimaya dan aquamarine
8.
Warna
: merah, putih
9.
Bunga
: melati, anggrek dan gardena
Kanem (6)
1. Berotasi
selama
: 43 hari ( 10 nopember – 22 desember )
2. Dewanya
: Bhatara Guru
3.
Candra
: pancuran emas berhamburan di bumi
4.
Tanda-tanda
: Musim hujan, musim buah mangga, rambutan, dan mulai membajak sawah. Matahari
bergeser lagi ke selatan angina kencang dari abart ke timur
5. Watak
kelahiran :
tajam otaknya/ cerdas
6.
Sifat
: cerdas sombong
7.
Batu
: intan, safir dan nilam
8.
Warna
: hijau, merah jambu
9.
Bunga
: melati suplir, lely dan mawar merah
Kapitu (7)
1. Berotasi
selama
: 43 hari (23 desember – 3 februari
2.
Dewanya
: Bhatara Indra
3.
Candra
: bisa terbang tertiup angin
4.
Tanda-tanda
: musim penyakit, banjir, angina besar, mulai tanam pagi. Matahari berada di
posisi sebelah selatan, angina kencang dari barat, tak tentu arah
5. Watak
kelahiran :
bertabiat sedang,
6.
Sifat
: panjang tangan
7.
Batu
: biduri bulan dan pirus
8.
Warna
: hijau biru
9.
Bunga
: melati sedap malam dan lely
Kawolu (8)
1. Berotasi
selama
: 27 hari (4 februari – 1 maret )
2.
Dewanya
: Bhatara Brahma
3.
Candra
: Tersiar dalam kehendak
4.
Tanda-tanda
: Musim hujan, tanaman padi mulai berbuah, banyak ulat dalam tanah. Matahari
dari selatan bergeser ke utara, angina dari barat laut ke timur tak tentu arah
5. Watak
kelahiran :
bertabiat sedang,
6.
Sifat
: keras tapi dermawan
7.
Batu
: safir biru dan kalimaya
8.
Warna
: biru tua, hijau dan merah muda
9.
Bunga
: gladiol, gardena, aster dan mawar
Kasanga (9)
1. Berotasi
selama
: 25 hari (2 maret – 26 maret )
2.
Dewanya
: Bhatara Bayu
3.
Candra
: Ucapan yang lemah lembut
4.
Tanda-tanda
: Musim hujan, gangsir dan gareng (uir-uir) berbunyi, anjing birahi, tanaman
padi hampir tua, burung kegirangan. Matahari berada pada garis khatulistiwa,
angin dari selatan bertiup kencang
5. Watak
kelahiran :
tidak dapat berbicara dengan lemah lembut
6.
Sifat
: bicara seenaknya kadang seronok
7. Batu
: safir, jamrud, kecubung
8.
Warna
: biru, hijau dan hitam dan abu-abu
9.
Bunga
: melati, mawar, gardena , kentil
Kasadasa (10)
1. Berotasi
selama
: 24 hari ( 27 maret – 19 april )
2.
Dewanya
: Bhatara Bisma
3.
Candra
: Gedong tertutup dalam hati
4.
Tanda-tanda
: Peralihan musim hujan ke musim kemarau, musim binatang mengandung,
burung membuat sarang, padi sudah tua, siap panen, nelayan melaut. Matahari
bergeser ke utara. Angin dari tenggara bertiup cukup kuat
5. Watak
kelahiran :
bertabiat suka sakit hati
6.
Sifat
: berkorban/ mengalah
7.
Batu
: kecubung, badarbesi dan biduri
8.
Warna
: merah, kuning
9.
Bunga
: gladiol, merah, mawar merah
Jestha/ destha (11)
1. Berotasi
selama
: 24 hari ( 20 april – 12 mei )
2.
Dewanya
: Bhatara Yamadipati
3.
Candra
: Intan diasah/ setia akan persaudaraan
4.
Tanda-tanda
: Musim kemarau, telur burung sudah menetas, puncak panen padi, unggas
kekeringan. Matahari bergeser lagi ke utara, angina dari tenggara berhembus ke
timur laut
5. Watak
kelahiran :
bertabiat suka mengambil barang orang
6.
Sifat
: kurang semangat
7.
Batu
: jamrud dan safir
8.
Warna
: merah anggur, jingga
9.
Bunga
: gladiol, mawar dan anyelir
Sadha (12)
1. Berotasi
selama
: 41 hari ( 13 mei – 22 juni )
2. Dewanya
: Bhatara Yamadipati
3.
Candra
: Intan diasah/ setia akan persaudaraan
4.
Tanda-tanda
: hawa dingin, mulai panen buah jeruk, apel, nenas, dll, akhir panen padi musim
tanam palawija. Matahari ke utara lagi, angina sepoi-sepoi dari timur ke barat
6.
Sifat
: dualisme tapi membimbing ilmu/ kepemimpinan
7.
Batu
: jamrud, aquamarine dan akik
8.
Warna
: biru, kuning dan putih
9.
Bunga
: melati, gardena dan anyelir
Alamat Bintang Kemukus
- Timur
: Ada raja-raja berduka cita, para bupati kesusahan, orang desa semua
kesusahan, banyak hujan, beras, padi murah emas dan intan susah dicari
- Tenggara
: Ada raja wafat, orang dbanyak berpindah tempat, jarang hujan,
buah-buahan banyak gugur, banyak penyakit, sedikit beras dan padi, kerbau
dan sapi murah
- Selatan
: Ada raja wafat, para bupati dan bawahannya sam susah, banyak hujan,
padi, buah dan beras berhasil baik, kerbau sapi murah, tetapi orang desa
semua kesusahan, sedih
- Barat
Daya : Ada raja atau pembesar wafat, orang desa dapat
banyak kebaikan, buah-buahan berhasil baik, beras dan padi murah, kerbau
dan sapi banyak yang mati
- Barat
: Ada raja diangkat, orang desa semua senang, banyak hujan, berhasil semua
tanaman, beras dan padi murah
- Barat
Laut : Ada raja merebut kedudukan, para bupati dan
bawahannya berebutan, orang desa semua berduka cita, banyak hujan,
halilintar menyambar, ada gerhana, kerbau dan sapi (ternak) banyak yang
mati, sedikit padi dan beras, emas dan intan murah
- Utara
: Ada raja kesusahan dalam pemerintahannya, para bupati berebutan banyak
yang tewas, orang desa semua kesusahan, jarang hujan, emas, intan murah
- Timur
Laut : Ada raja ditinggal rakyatnya, para bupati dan
bawahannya banyak mati berperang, desa-desa hancur, rakyat menderita duka
cita, jarang ada beras, padi, kerbau, sapi murah, buah semua berhasil baik
Gerhana
- Kasa
: Dunia tentram, banyak orang berpindah tempat, orang mungkin akan senang,
ternak tak kurang makan
- Karo
: Hujan lebat, pohon semua tumbuh, banyak orang memfitnah, banyak hujan
angina
- Katiga
: Banyak hujan tanaman subur, orang desa banyak bertengkar, banyak bahaya
- Kapat
: Jarang hujan, dunia taka man, orang desa bertengkar, memfitnah, dan
kecurian, pala gantung rusak dan panas terik
- Kalima
: Pikiran orang bimbang, banyak orang sakit, banyak orang berbuat tidak
baik, tidak tentram hatinya
- Kanem
: Banyak orang merasa susah, banyak orang sakit, hasil
bumi rusak, di desa-desa banyak pencuri, banyak berpindah tempat
- Kapitu
: Dunia tidak aman, orang bingung, menimbulkan keributan, banyak penyakit,
krisis pangan dan orang susah
- Kaulu
: Rakyat berduka cita, negeri tidak aman, orang desa banyak bertengkar,
dan banyak pindah tempat
- Kasanga
: Banyak orang bertengkar, kesusahan dan orang banyak menentang pemerintah
- Kadasa
: Buah-buahan banyak, dunia tidak aman, banyak orang dikutuk orang tuanya,
orang besar bertentangan, orang banyak lupa orang tuanya, orang banyak mati,
banyak mengungsi ke Negara lain dengan keluarganya
- Destha
: Dunia rusak, dagang susah, ada sesuatu meletus, orang berduka cita,
banyak hujan
- Saddha
: Dunia rebut, tanaman tidak berhasil, jual beli sepi, banyak penyakit,
orang berduka cita, jarang sandang pangan berkurang
Memilih Pekarangan
- Miring
ke timur, bernama manik mulia, lebur segala penyakit, banyak rejeki,
selamat, tentram. Penolaknya tanami cocor bebek diujung barat
- Miring
ke barat, bernama Sri sedana, sering merebut pendapat, bertengkar, banyak
penyakit. Penolaknya ditanami pohon pisang batu di sudut timur
- Miring
ke selatan, bernama Gelagah, hilang kekayaannya, sering mendapat bahaya.
Penolaknya di tanami mawar (geni) ditengah karang
- Miring
ke utara, bernama Indraprasta, segala apa kehendaknya bisa jadi, kalo kaya
bisa sampai ke anak cucu
- Miring
ke timur dan barat (ditengah tinggi) sebagai punggung sapi bernama
Dharmalungit, akan memperoleh kekayaan banyak
- Miring
keselatan, tapi sebelah selatannya rawa, bernama Sekar sinom, kaya harta,
sering kehilangan. Penolaknya ditanami pohon asam dan delima
- Tinggi
barat rendah utara bernama Danarasa, menjadi kaya istri dan kaya harta
- Tinggi
barat rendah timur, bernama Srinugraha, mendapat karunia dari Tuhan yang
besar
- Tinggi
timur rendah barat bernama Kalawisa, tiada putus-putus kesakitan dan
hampir mati
- Gumulung
(landai) utara bernama Wisnumanitis, banyak memperoleh rejeki, turun
sampai anak cucu
- Landai
ke selatan bernama Shiwaboja, selalu mendapat godaan dan kesusahan
- Rata
(datar) membawa bianglala merah semu kunign bernama Brahma padam, angker
tanah itu, sering membahayakan
- Rata
membawa kukuwung (bianglala) hijau menggenag bernama Endragana, selamat,
baik
- Dikelilingi
gunung atau bubun gbernama Kaula Katubing Bala, menjadi kaya harta benda
- Dikelilingi
air bernama Sigarpenyalin, sering bertengkar. Penolaknya menanam air
ditengah pekarangan
- Disebelah
barat gunung bernama Asungelak, sering dirusak orang,. Penolaknya membuang
lungka( tanah liat kering)
- Keluar
air bernama Singhameta, kesakitan,. Penolaknya menanam batu
ditengah0tengah pekarangan
- Dikelilingi
rejeng atau pangkung bernama Sunialayu, kaya anak
- Diapit
air disebelahnya jurang bernama Srimangepel, akan menjadi kaya beras dan
padi
- Diapit
gunung bernama Luwurwangke, disenangi oleh kerbau, sapi, dll
- Miring
ke timur, utara gunung dan selatan gunung bernama Arjuna , besar hatinya,
sering dimalui orang
- Dikelilingi
gunung dan dibayangi gunung bernama Tiga warna, ayem dan tentram, selalu
bertapa
- Rupanya
(tanahnya) putih, rasanya manis, berbau harum itu bagus kedatangan
kekayaan banyak
- Rupanya
(tanahnya) hijau, rasanya manis, pedas, baunya tengik, itu lebih bagus,
kaya dan selamat
- Rupanya
merah, rasanya manis, baunya pedas, itu baik kaya ternak
- Rupanya
hitam, rasanya pahit, baunya amis, itu amat jelek, menjadi teman setan
Panduan Arah
1. Selatan
Merupakan unsur Api yang hangat atau panas, warna dominant
pada arah ini adalah merah dan kuning terang, arah ini adalah tempat bagi putri
kedua yang akan membawa nasib baik ( perempuan ) daripada pria dan binatang
diarah ini adalah Phoenix yang akan memberikan kesempatan jabatan dan kenaikan
status.
2. Utara
Unsur dari arah ini adalah Air dan merupakan dari dingin dan
keheningan, warna yang dominant adalah hitam, biru dan ungu tua yang akan
menguntungkan bagi arah ini. Merupakan tempat anak laki-laki kedua dan binatang
langitnya adalah kura-kura yang akan membawa kebaikan bagi seluruh keluarga
apabila ditaruh di arah ini.
3. Timur
Ini adalah tempat dari unsure kayu dan tempat terbaik bagi
anak laki-laki sulung atau anak tunggal baik pria atau wanita, unsure kayu
dianggap sebagai symbol perkembangan dan merupakan tempat dari naga hijau yang
sangat menguntungkan dan untuk meningkatkan sudut ini berilah banyak tanaman
hijau.
4. Barat
Ini merupakan tempat keceriaan, unsure pada arah ini adalah
logam warna dominannya adalah putih dan arah ini merupakan tempat putri termuda
dalam suatu keluarga, barat merupakan tempat macan putih.
5. Tenggara
Unsur di sudut ini adalah angin dan sudut ini dipercaya
dapat memberikan kekayaan dengan memajang tanaman atau bunga di sudut ini atau
berikan penerangan yang baik pada sudut ini untuk memberikan kesuksesan,
tenggara adalah tempat dari anak perempuan tertua.
6. Barat Daya
Ini tempat dari garis Ibu dan merupakan unsure tanah, dan
ini merupakan arah yang sangat penting bagi suatu rumah jangan biarkan arah ini
dijadikan tempat yang kotor; gudang, kamar mandi… maka seluruh penghuni rumah
akan mengalami kesengsaraan. Selalulah memeriksa sudut ini apabila ingin
mendapat kebahagiaan dalam keluarga.
7. Timur Laut
Ini adalah tempat dari keheningan, gunung, unsurnya adalah
tanah dan ini adalah tempat terbaik bagi anak laki-laki paling kecil dari suatu
keluarga. Tepat sekali untuk menempatkan vas kemakmuran,
8. Barat Laut
Ini adalah tempat Ayah kepala keluarga, sama dengan BD arah
ini adalah tempat vital dan tidak boleh digunakan untuk tempat yang kotor ;
kamar mandi, tidak memerlukan penerangan yang berlebihan karena unsure logam
yang besar sehingga api akan dapat menghancurkannya,warna terbaik adalah metalik
atau putih.
Kelompok Timur dan Barat
Menentukan angka ;
Untuk Pria
Gunakan tahun kelahiran anda tambahkan dua angka terakhir
jadikan satu angka lalu kurangkan hasil tambah tadi dengan 10
Contoh ;
Tahun lahir 1974
7+4= 11 dan 1+1= 2
10-2= 8
Angka kuanya adalah 8
Wanita
Gunakan tahun kelahiran anda tambahkan dua angka terakhir
jadikan satu angka dan tambahkan 5, jika hasilnya lebih dari 10 jadikan satu
angka lagi
Contoh :
Tahun lahir 1945
4+5= 9 dan 9+4= 13
1+3= 4
Angka
Arah
1
Utara
2
Barat Daya
3
Timur
4
Tenggara
5
Barat Daya bagi pria, Timur laut bagi wanita
6
Barat Laut
7
Barat
8
Timur Laut
9
Selatan
Manfaat Burung Platuk Bawang
- Paruhnya
diatas dipakai nyepuh prabot(kerja) jadi bertuah
- Paruh
di bawah dipakai sisig, menyebabkan gigi kuat
- Lidahnya
dimakan menyebabkan pintar bicara
- Matanya
di gantung dalam rumah, menyebabkan kuat melek
- Bulu
kepalanya diletakkan di bawah tempat tidur bayi, menjauhkan segala
penyakit
- Kepalanya
di bawa berperang, ditakuti oleh musuh
- Otaknya
dipakai pilis mata, menyebabkan jauh dari penyakit
- Otaknya
dicampur dengan kelapa hijau, dipakai meminyaki rambut, menyebabkan
tumbuhnya rambut tebal
- Otaknya
dimakan, menyebabkan dikasihi oleh orang banyak
- Darahnya
dikeringkan, dipakai pupuk mata, mata menjadi awas, tidak mudah lamur
- Dadanya
dimakan, jika sakit akan lekas sembuh, tanam disawah amat baik menyebabkan
tanah subur
- Brutunya
dimakan, menyebabkan ditakuti oleh orang
- Lehernya
dimakan, menyebabkan disenangi oleh anak-anak
- Bulu
sayap kanan kadut (pada ikat pinggang) bisa dikasihi orang
- Bulu
sayap kiri dipakai kekili telinga, menyebabkan tidak tuli
- Sayap
kanan di taruh di bawah tempat tidur, menyebabkan lekas bangun, kalau
ditanam pada tempat angker di pojok tenggara atau timur, tapi jangan lebih
dari 8 lembar, tempat itu menjadi punah angkernya
- Isi
sayapnya dimakan menyebakan hati kuat
- Sayap
dicampur minyak kelapa, dipakai mengurut, menghilangkan sakit beser,
petek, gudig atau kudis
- Kakinya
ditanam disawah atau lading, menyebabkan subur, jika dipakai obat busung
akan lekas sembuh
- Kukunya
dipakai menidurkan orang sakit lekas sembuh, jika dimakan dicintai wanita
- jantungnya
dimakan bisa mempercepat apa yang di kehendaki
- Empedu
direndam airnya diminum bisa kuat berjalan jauh
- Ungsilan(
limpa) dimakan akan dikasihi istri dan guru
- Brutu
dimakan oleh wanita disayang suami
- Brutu
dan bulu leher dibakar, abunya dimakan oleh wanita menyebabkan cantik
rupanya
- Kulitnya
dipakai sabuk, menyebabkan kuat menahan sesuatu
- Hatinya
di usapkan Zakar menyebabkan kuat asmara
- Pepusuhan(jantung)
dicampur jamu atau air lalu diminum, menyebabkan orang kuat
- Otot
(urat) dimakan menghilangkan sakit linu
- Bulunya
semua di baker, abunya dibedakkkan pada orang sakit busung bisa lekas
sembuh
- Jika
burung itu seluruh badannya di campur adas pulasari sedikit dipakai jamu
diminum, anak yang sakit cepat sembuh
Burung Perkutut (titiran) yang baik
- Kuku
jarinya kedua jempolnya putih, bernama Srimangepel, peliharaan petani,
yang memelihara kesampaian cita-citanya
- Paruh
dan sisik kakinya hitam bernama Wisnuwicitra, yang memelihara selamat,
dari banyak upaya dan gangguan
- Agak
hitam seluruh badannya bernamaWisnumangemu, patut peliharaan orang yang
berpangkat murah rejeki, lekas kaya
- Paruh
dan sisik kakinya putih bernama Kasumawicitra yang memelihara banyak
rejekinya, mudah mencari segala cita-citanya jadi
- banyak
bulu ekornya 15 bernama Pendawa Mijil yang memelihara mudah dapat rejeki
- Matanya
merah bercahaya bersinar sebagai mirah bernama Purnama sidi, warna bulu
keputih-putihan yang memelihara banyak orang saying, memberi kewibawaan
- Mata
kuning berkilau/ bercahaya bernama Mercu jiwa, yang memelihara dikasihi
orang, mndatangkan rejeki dan selamat, jik keseluruhan badan dan kepalanya
demikian, cocok peliharaan ratu
- Seluruh
badannya putih, adalah utamanya burung patut peliharaan raja
- Waktu
senja bersuara bernama Gedong meneb, akan memberi harta benda kepada yang
memeliharanya
- Pagi
waktu matahari terbit bersuara, bernamaGedong menga, yang memelihara
selamat, bisa menyimpan uang dan emas
- Mata
dan paruh kaki hitam, bernama Wisnu murti peliharaan raja, menjadi tumbal
penolak penyakit atau perbuatan orang jahat, membawa keselamatan
- Warna
bulu pada lehernya agak kuning, bernama Udan mas, yang memelihara banyak
rejekinya, harta bendanya cukup, dapat keuntungan yang besar
- Suaranya
bersusun bernama Widaksanagastagasti, amat baik yang memelihara tercapai
segala cita-citanya, segala sesuatu tidak akan ditolaknya, dikasihi oleh
orang banyak
- Burung
perkutut yang suaranya ngelik (keras ) bernama Muncis, memberi hati
tenang, tentram, dimalui/ ditakuti orang
- Jika
suaranya ngelik-ngelik dan baik rupanya, selamat yang memelihara, jika dipakai
memikat mudah dapat
- Berkobar
(bercahaya) sebagai api, dapat membuat kaya raya dan segala keinginannya
tercapai, selamat wal’afiat
- Burung
perkutut yang bersarang di tanah, kotorannya baik dijadikan obat segala
penyakit
Bumi – Bulan – Matahari
Jarak bumi terhadap matahari, kala revolusi dan kala rotasi
Nama Planet Jarak
x 1juta km Kala
revolusi
Kala rotasi
Matahari
–
–
25 hari
Mercurius
58
88
hari
59 hari
Venus
108
224
hari
249 hari
Bumi
105
365,3
hari
23,6 jam
Mars
228
687
hari
24,6 jam
Yupiter
778
11,9
tahun
9,9 jam
Saturnus
1428
29,9
tahun
10,4 jam
Uranus
2867
84
tahun
10,8 jam
Neptunus
4495
164,8
tahun
15,7 jam
Pluto
5900
284,4
tahun
6,4 hari
Kala revolusi ialah lamanya suatu planet mengitari matahari
360’ pada orbitnya asing
Kala rotasi ialah gerakan berputar pada sumbunya dengan arah
yang searah jarum jam
Akibat dan Pengaruh Revolusi Bumi
Sumbu bumi condong 23,5’ terhadap garis tegak lurus pada
bidang ekliptika, selama bumi berevolusi dan arah sumbu bumi tidak berubah.
Kala revolusi bumi 365,3 hari atau setahun dibagi atas 12 bulan, maka terdapat
empat tanggal yang perlu kita perhatikan yaitu ; 21 maret, 21 juni, 23
september dan 22 desember.
- 1.
Tanggal 22 Desember
Sumbu bumi dan poros bumi –matahari membuat sudut 90’ +
23,5’ – 113,5’. Letak kutub utara paling jauh terhadap matahari, akibatnya
adalah ;
- Daerah
kutub utara terus menerus terlindung dari sinar matahari atau malam terus
menerus, dan daerah malam total ini makin hari makin sempit dan disebut
musim dingin di daerah bumi utara
- Kita
di khatulistiwa melihat matahari berada di langit sebelah selatan, pada
jam 12.00 siang sinar matahari tegak lurus pada garis 23,5’ lintang
selatan itu kita sebut garis balik selatan
- Pada
saat yang sama letak kutub selatan berada paling dekat dengan matahari,
sehingga terjadi siang terus menerus, karena selalu menghadap matahari.
Dan daerah ini makin hari makin sempit dan berakhir tanggal 21 maret. Pada
saat itu letak bumi daerah selatan kita sebut daerah Perihelium. Bumi di
titik perihelium pada tanggal 1 januari, kecepatan revolusi di daerah
periheliuam rata-rata 30,2 km/jam yang merupakan kecepatan bumi tercepat,
sehingga bumi berada di daerah perihelium tidak lama kurang dari 0,25
tahun, dengan kata lain musim dingin di belah bumi utara atau musim panas
di selatan berlangsung lebih pendek atau kurang dari 3 bulan, dan ini
dianggap lebih menguntungkan karena sebagian besar dari benua di belah
bumi utara yang lebih singkat menderita karena musim dingin. Dan dari
pengamatan pada tanggal 22 desember letak matahari berada pada satu arah
dengan rasi bintang Capricorn, sehingga tgl tsb di sebut juga
matahari berada pada titik capricornus
- 2.
tanggal 21 Maret dan 23 September
Pada kedua tgl ini bumi berada di arah yang berlawanan
terhadap matahari, sumbu bumi membuat sudut 90’ terhadap porosbumi – matahari,
sehingga kutub utara dan selatan terletak sama jauh terhadap matahari. Akibatnya
ialah lamanya waktu siang sama dengan waktu lamanya malam, masing-masing. Pada
jam 12.00 siang sinar matahari jatuh lurus pad khatulistiwa, kita sebut
matahari berada pada titik okinoksi, artinya siang sama dengan waktu malam jam
12.00
- 3.
Pada tanggal 21 juni
Sumbu bumi dan poros bumi – matahari membuat sudut 90’ –
23,5’ = 66,5’. Kutub utara terletak paling dekat dengan matahari, akibatnya :
- Daerah
kutub utara terus menerus mendapat sinar matahari atau terjadi siang
terus menerus, daerah total siang ini makin lama makin sempit, selama
waktu itu didaerah belah bumi utara sedang terjadi musim panas
- Kita
di khatulistiwa melihat matahari berada di langit sebelah utara, pada jam
12.00 siang sinar matahari jatuh tegak lurus pada garis 23,5’ lintang
utara, garis itu kita sebut Garis Balik (matahari) utara.
- Pada
saat yang bersamaan kutub selatan terus menerus terlindung dari sinar
matahari, sehingga terjadi malam terus menerus, kita katakana ini sebagai
musim dingin. Pada saat itu bumi sedang berada di daerah Aphelium, dan ini
terjadi pada tgl 1 juli, kecepatan revolusi di daerah ini rata-rata 29,2
km/jam, yang merupakan kecepatan rata-rata rendah. Dengan kata lain musim
panas di daerah bumi utara atau musim dingin di selatan berlangsung lebih
lama, dan ini menguntungkan daerah utara. Berdasar pengamatan dari bumi,
matahari berada searah dengan rasi bintang cancer, sehingga pada tgl 21
juni itu disebut juga matahari berada di titik Cancer.
Peristiwa musim di bumi :
22
des
21 mar
21 jun
23
September
22 des
Utara
dingin
semi
panas
gugur
Selatan
panas
gugur
dingin
semi
Capricornus
Cancer
Gerakan Rotasi Planet-Plamet
Gerakan rotasi terjadi bersamaan denagan gerak revolusi, dan
gerakan ini merupakan gerakan berputar pada sumbunya dengan arah yang searah
jarum jam, waktu yang dipergunakanuntuk sekali rotasi 360’ disebut rotasi.
Selamama berotasi kedudukan sumbu planet condong dengan besar sudut yang
berbeda-beda, seperti gambar di bawah ini ;
Kecondongan sumbu planet terhadap bidang edarnya
Merku Venus Bumi
Mars Yupit
Satr Urns
Nep Pluto
6’
9’
23,5’ 26’
3’ 236/8’
98. 29.
Kala rotasi bumi kita sebut sehari semalam. Diantara 9
planet mempunyai kala rotasi yang sangat berbeda-beda, bila kala rotasi bumi 24
jam kita jadikan ukuran, maka kala rotasi merkurius 25 hari, venus 249 hari dan
yupiter sangat cepat yaitu 9,9 jam. Yang kala rotasinya hampir sama dengan bumi
adalah Mars 24,6 jam
Akibat-akibat dari rotasi
- Terjadinya
pergantian siang dan malam
- Terjadinya
perbedaan waktu setempat
- Terjadinya
pembelokan arah angina
- Terjadinya
pemepatan bumi di daerah kutub
- Semua
benda langit di luar bumi seolah-olah beredar dari timur ke barat
Pergantian siang malam
- Siang
dan malam apabila muka bumi menghadap ke matahari, sehingga mendapat sinar
langsung dari matahari
- Malam
ialah apabila muka bumi membelakangi matahari sehingga tidak mendapat
sinar langsung
Karena rotasi bumi sesuai arah jarum jam, maka siang dan
malam selalu di mulai dari timur berurutan kearah barat, dengan demikian siang
dan malam saling bergantian sambung menyambung terus menerus. Bagaimana cara
pemberian nama hari ? dilakukan dengan perjanjian dan batas tempat yang disebut
Batas garis tanggal internasional. Yaitu garis bujur barat/ timur 180, garis
itu terletak membujur dari kutub utara – selatan di tengah-tengah
samudera pasifik, sehingga tidak banyak mengganggu. Hari pertama dari tempat
sebelah barat garis, terus berangsur ke baratm, jadi bila di sebelah barat
garis dimulai dengan hari minggu, maka di sebelah garis sebelum hari minggu
berarti hari sabtu, bila hari minggu kita terbang ke California dari Tokyo,
kita sampai di California menghadapai malam minggu, demikian seterusnya.
Perbedaan waktu
Keliling khatulistiwa 360’ busur, sekali bumi berputar 360’
selama 24 jam, satu jam meliputi daerah waktu 360’ ; 24 = 15’, setiap 15’
berbeda waktu 1 jam, disebut perbedaan waktu setempat. Secara astronomis
Indonesia terletak diantara 95’ BT – 111’ BT yang berarti sepanjang 46’ bujur
bumi atau 3 x 15’ bujur bumi atau meliputi 3 daerah waktu setempat ; WIT ;
maluku , irian, WITA ; kalimntan, sulawesi, NTB, NTT dan timor, WIB ; sumatera,
jawa
Perhitungan tahun matahari
Perhitungan tahun yang berdasar revolusi dan rotasi bumi
disebut tahun matahari, dan dasarnya adalah :
- Kala
rotasi bumi = 24 jam = sehari semalam, biasa disebut sehari
- Kala
revolusi bumi 365,25 x kala rotasi bumi = 365,25 hari = 1 tahun
Satu tahun berumur 365 hari dan ada kelebihan 6 jam setiap
tahunnya , dan setiap tahun yang ke 4 atau angkanya habis di bagi 4 di beri
umur 366 hari, disebut kabisat.
Pada abad 16 adanya keanehan di temukan, yaitu awal semi
tidak lagi jatuh pada 21 maret, tetapi telah maju jauh, dan akhirnya
diketemukan : kala revolusi bumi bukan 365 hari 6 jam , tetapi tepatnya ialah
365 hari 5 jam 56 menit, atau 365 hari 6 jam kurang 4 menit.
Peredaran Bulan
Bulan adalah satu-satunya satelit kita (bumi), sebagai benda
langit bulan sekaligus melakukan 3 kali gerakan :
- bulan
berotasi pada sumbunya sesuai dengan arah jarum jam
- bulan
berevolusi mengitari bumi
- terbawa
bumi mengitari matahari
Muka bulan yang menghadap ke bumi selalu sama tidak berubah,
artinya kala rotasi dan revolusi sama yaitu 27,3 hari. Pada waktu bulan baru,
matahari, bulan dan bumi terletak dalam satu garis lurus.
1.
- Setiap
hari bulan beredar (1 : 27,3) x 360’ = 13,2’
- Selama
27,3 hari bumi telah beredar menmpuh jarak 27,3’. Karena 1 hari bumi
berevolusi 1’. Bulan dari kedudukan purnama untuk sampai pada kedudukan
bulan purnama kembali harus menempuh 27,3’ dan putaran itu di tempuh
bulan dalam waktu (27,3 : 13,2) hari, jadi dari bulan purnama ke purnama
berikutnya memerlukan waktu 27,3 hari -/+ 2,2 hari = 29,5 hari
Perhitungan bulan dan tarikh
Pranoto Wongso
No
Jawa
Masehi
Arab
Jawa II
1.
Kaso
Juli –
Agustus
Sya’ban
Ruwah
2.
Karo
Agustus – Sept
Ramadhan
Puasa
3.
Katigo
Sept – Oktober
Syawal
Syawal
4.
Kapat
Okt – Nop
Zulkih
Dulkaidah
5.
Kalimo Nop –
Des
Zulhijah
Besar
6.
Kanem
Des – Jan
Muharam
Sura
7.
Kapitu
Jan –
Febr
Safar
Sapar
8.
Kawolu Februari –
Maret
Robiulawal
Maulud
9.
Kasongo Maret –
April
Robiulakhir
Bakdomaulud
10.
Kasadaso April –
Mei
Jumadilawal
Jumadilawal
11.
Dhesto
Mei –
Juni
Jumadilakhir
Jumadilakhir
12.
Sodho
Juni –
Juli
Rajab
Rajab
Dan masing-masing umat di Indonesia dalam menentukan
hari-hari besarnya memakai cara berbeda-beda ada yang memakai perhitungan
matahari, bulan dan ada yang menggabungkan keduanya, oleh karena itu kadang
jatuhnya haripun jadi berbeda pula.
https://kyaimbeling.wordpress.com/mitologi-pasaran-dan-hari/
