cinta INDONESIA: October 2013 http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/tail2.gif

Berbincang-bincang tentang kehidupan dari manusia hingga tuhan

Wednesday, October 2, 2013

wejangan guru waskito marang dzat panguripan gusti kang maha suci

siro belajarono ben adem uripe ono ing alam donyo.
anane urip manuo kudu ngerti anane gusti yo iku gusti allah. sebab gusti iku seng uwis nyipto isine jagad royo mulo dadi menuso
  1. kudu seneng dedungo marang gusti, sebab rogo iro nggone urip ono ing alam donyo kepingin aji anane uripe rogo.
  2. kudu bhakti anane tatanan negoro lan agomo.
  3. kudu ngerti tatanan nggone urip sak podo-podo.
  4. kudu dijalani anane dawuhe gusti.
  5. tuntunane nabi muhammad jalanono nek njenegan kerso.
  6. kudu bhakti marang wong tuo loro podo.
  7. kudu bhakti marang poro wali.
  8. kudu bhakti marang bopo guru lan bhakti ow, marang tuntunane bopo guru dijalani kelawan ikhlas ben adem rasane nggon urip ono alam donyo.
  9. bhekti ow,,, marang poro sunan sebab poro sunan ikuentok susunane gusti,
  10. belajar bhekti marang mertuo sebab mertuo wis maringi babagan anane mulyane roso yoiku roso dzatepun gusti.
bopo guru mbah samudi

Menggapai puncak Slamet

Pagi ini, Senin 2 September 2013 tepat pukul 9.00 WIB kami berhasil mencapai puncak tertinggi Jawa Tengah, sebuah papan seng berwarna kuning bertuliskan “Anda telah berada di puncak Gunung Slamet 3428 mdpl” menyambut kedatangan kami. Gunung Slamet merupakan gunung yang melingkupi beberapa kabupaten, antara lain : Purbalingga, Purwokerto dan Pemalang. Gunung Slamet adalah gunung berapi aktif dan memiliki puncak tertinggi ke-4 di Indonesia atau tertinggi ke-2 di Jawa setelah puncak Mahameru. Untuk mencapai puncak tertinggi gunung slamet ada 3 jalur utama yang bisa di tempuh yakni : Bambangan, BatuRaden, dan Gucci, diantara tiga jalur tersebut, yang umum dipakai adalah jalur bambangan yang berada di wilayah kabupaten Purbalingga, bersama gunung Sindoro dan Sumbing, Gunung Slamet disebut oleh para pecinta gunung sebagai “triple S” yang tak jarang jadi favorit untuk melakukan perjalanan panjang atau ekspedisi.
 
kita mulai melangkah pada tanggal 31 september 2013 yaitu via jalur Bambangan kami berangkat dari semarang pada hari jum'at yang beranggotakan: Ulil, zur, Amri, Idos, Zebta, Pakde Agus, budi, dan Gharonk. kemudian menuju kerumah Farid  yg bertempat di weleri dan kami sampai dirumah Mr. Pa'i pada malam sabtu kita istirahat semalam disana setelah itu mulailah awal petualangan kita dan ditambah 1 personil yg bernama ghanjest.
berawal dibescam bambangan kami melangkah setelah hujan reda kami berdo'a kepada sang kuasa agar kami di beri keselamatan diperjalanan.


di pos 1 kami menunaikan sholat maghrib berjamaah sambil merentangkan badan (ISOMA), dan diantara pos 1 dan 2 kami mendirikan tenda karena badan sudah capek dan perjalanan masih jauh kami menginap untuk menunngu hari besok lagi. kami ngecam di dua tempat di antara pos 1 dg pos 2 dan dipos 5.
peristiwa yang paling menesankan ketika kita muter-muter dipuncak sampai 2 kali dengan bekal air cuma 1 liter untuk 11 orang dan waktu itu pukul 11.00 wib dimana keadaan bahaya akan melanda ketika masih dipuncak karena itu sebuah larangan bahaya belerang yang dapat mematikan.
keadaan yang paling mengesankan ketika turun tanpa arah, tanpa bekal, dan yang utama tanpa air. hanya rumputlah dan pohon yang dapat menhilangkan dahaka di tenggorokan.
yang paling mengesankan kita selamat sampai didesa jurangagung kab.pemalang dengan hati riang dan gembira...hahahhaheeh
 
Sobat !
Seberapa tinggi gunung yang telah kita daki
Seberapa banyak kita mendaki
Atau seberapa cepat kita mendaki

Itu tidaklah penting !!!

Yang lebih penting adalah apa yang kita dapat ketika mendaki
Dan yang paling penting adalah bagaimana kita memanfaatkanya untuk kehidupan

Jika ada atau tidaknya kita tidak merubah apapun di dunia, kita telah gagal dalam hidup.